Berebut Simpati Lewat Sukses Pemerintah

Agung Laksono & Jusuf Kalla (Antara/Saptono)“Harga BBM diturunkan, harga BBM diturunkan, harga BBM diturunkan lagi.” Kalimat yang diucapkan berulang-ulang itu rupanya tidak membuat semua orang senang. Contohnya adalah Agung Laksono. Bukan karena substansi kalimatnya, melainkan karena kalimat itu disampaikan sebuah partai untuk menggaet simpati.”Kalau mengerti menjalankan koalisi, ya, hargailah yang ikut koalisi,” kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPR itu kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin kemarin.

Iklan “harga BBM” Partai Demokrat itu menggerojoki media massa pasca-penurunan harga yang ketiga kali pada 15 Januari lalu. Dalam visual versi iklan layar kaca, tampak seorang model mengulang-ulang kalimat “harga BBM diturunkan” sampai tiga kali. Tayangan itu diselingi kutipan kesan seorang ibu: “Terima kasih, Pak SBY.” Pesan serupa terpampang di iklan media cetak. Berbagai lapisan masyarakat, mulai sopir, nelayan, hingga petani, menyatakan kebahagiaan atas turunnya harga BBM. Kali ini, Demokrat tegas menyatakan akan terus mendukung kebijakan pemerintahan SBY.

Bagi Agung, seri iklan “harga BBM” Partai Demokrat itu mencederai partai-partai penyokong pemerintahan, termasuk Golkar. Sebab, menurut Agung, sukses penurunan harga BBM bukan sukses SBY dan Demokrat semata. Melainkan sukses bersama partai-partai yang tergabung dalam koalisi Kabinet Indonesia Bersatu. “Kan, kerjanya bareng,” kata Agung, sembari mempertanyakan slogan “Bersama Kita Bisa” yang selama ini dikumandangkan SBY.

Kegundahan Agung merupakan cermin keresahan Partai Golkar, yang untuk pertama kali mencuat secara terbuka dalam acara temu kader di Sanur, Bali, awal Januari lalu. Pada pertemuan itu, Surya Paloh, Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar, kepada wartawan sampai berucap, “Saya mempersilakan Partai Demokrat jika mau meninggalkan Golkar.” Menurut Yuddy Chrisnandi, politikus muda Golkar, pernyataan Surya itu mewakili suara sebagian besar politisi Golkar, bukan semata pernyataan Surya secara pribadi.

Partai Golkar makin geregetan setelah melihat hasil berbagai survei yang melesatkan popularitas Demokrat ke puncak, mengangkangi PDI Perjuangan dan Golkar. Yang didapat Golkar justru hanya opini sebagai bumper pemerintah, bukan bagian dari kisah sukses pemerintah. Hal ini terjadi, menurut Jeffrey Geovanie, Wakil Direktur Eksekutif Lembaga Pemenangan Pemilu DPP Golkar, karena Demokrat lebih dulu mengklaim sebagai aktor keberhasilan itu lewat serangkaian iklan selama empat bulan terakhir.

Maka, di Sanur pula Golkar mencanangkan, sejak 5 Januari mulai gencar beriklan. Polanya sama dengan yang ditempuh Demokrat, yakni menjual sukses pemerintah. Hari pertama dibuka dengan iklan sehalaman penuh di media cetak nasional. Dalam iklan yang didominasi warna kuning itu, tampak foto Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK), mengepalkan tangan kanannya. Sedangkan di belakang foto JK, tampak 14 calon anggota legislatifnya ikut terpampang. Iklan itu menampilkan jargon politik yang berbunyi, “Membangun negeri, beri bukti, bukan janji.”

Belakangan, iklan Golkar juga mulai menghiasi layar kaca. JK kembali menjadi tokoh sentral. Kali ini, mereka ingin mengklaim sederet sukses pemerintah, mulai pembangunan ekonomi hingga penyelesaian konflik di berbagai daerah. Terciptanya damai di Aceh sebagai hasil penandatanganan MoU di Helsinki, Finlandia, misalnya, dikesankan tak lepas dari peran besar JK.

Analisis Jeffrey, isu sukses pemerintah tetap menjadi jualan ampuh dalam mendongkrak popularitas Golkar. Bersandar pada hasil berbagai survei, seperti Lembaga Survei Indonesia dan Reform Institute, menurut Jeffrey, jumlah masyarakat yang puas dan tidak puas atas kinerja pemerintah fifty-fifty. Artinya, ada 50% masyarakat yang puas atas kinerja pemerintah yang bisa digarapkan simpatinya oleh Golkar. Dari jumlah itu, Golkar optimistis bisa membetot perhatian 30%.

Hal ini merujuk pada hasil yang dicapai Demokrat. Setelah empat bulan “menggarap” masyarakat yang puas, berdasarkan berbagai survei, Demokrat berhasil meraup 23% popularitas. Jeffrey mengartikan, ada sekitar 30% lagi lapisan masyarakat yang belum terkena garapan iklan Demokrat. “Dengan pengalaman politik yang panjang serta infrastruktur yang kuat dan teruji sejak dulu, kami akan menggarap lebih maksimal,” kata Jeffrey.

Sementara itu, partai lainnya, baik partai lama maupun baru, berebut menggarap masyarakat yang tidak puas atas kinerja pemerintahan. Jadi, menurut Jeffrey, 50% masyarakat digarap ramai-ramai oleh 37 partai. Itulah yang menjelaskan kenapa popularitas PAN, PKS, dan PKB versi survei cenderung turun. Begitu juga popularitas PDI Perjuangan yang masih di bawah perolehan suara pada Pemilu 2004, yakni sekitar 17%.

Golkar beralasan, pihaknya baru beriklan karena keterbatasan bujet. Mereka juga menganggap musim kampnye pada pemilu kali ini bak lari maraton. Berlangsung dalam waktu lama, sembilan bulan, beda dari pemilu sebelumnya yang hanya sebulan menjelang pencoblosan. Sehingga, pada saat ini, semua partai butuh napas panjang, untuk kemudian berlari sprint mendekati bulan April.

Untuk itu, kata Jeffrey, Golkar telah mengatur format kampanyenya. Sebutlah, bila bujet kampanye sebesar Rp 100 X, maka pada saat start yang dibelanjakan Rp 10 X. Sebulan kemudian, yakni Februari, belanja iklan naik menjadi Rp 30 X. Lalu, pada Maret hingga pelaksanaan Pemilu 2009, bujetnya meningkat jadi Rp 60 X. Kalau kampanye sesuai dengan desain, Jeffrey yakin, Partai Golkar akan memenangkan pemilu legislatif kembali dengan perolehan suara 25% hingga 30%.

Firman Subagyo, Ketua Pelaksana Harian II Badan Pengendali dan Pemenangan Pemilu (Bappilu) 2009 Partai Golkar, yakin bahwa desain kampanye itu akan berhasil menanamkan citra Golkar di masyarakat pada saat pemilu. “Kalau kami cepat-cepat melakukannya, pasti pada hari-H nanti orang akan lupa,” kata Firman kepada Anwar Riksono dari Gatra.

Walau sama-sama menjual isu sukses pemerintah, Firman optimistis, iklan Golkar bakal lebih menarik perhatian masyarakat ketimbang iklan Partai Demokrat. Kuncinya, Golkar punya pengalaman tiga generasi. “Masa lampau, kini, dan mendatang,” ujarnya. Untuk masa lalu, misalnya, Golkar berperan dalam kekuasaan Orde Baru. “Lebih enak mana, Orde Baru atau sekarang?” tanya Firman. Menurut dia, masyarakat bawah lebih merasakan enak di zaman Orde Baru. “Itu yang harus kami jual,” ia menambahkan. Sedangkan Partai Demokrat hanya berpengalaman hari ini dan akan datang.

Modal itulah yang membuat Ikrar Nusa Bhakti, peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, memprediksi bahwa pada Pemilu 2009 suara Golkar tidak terlalu anjlok. “Golkar masih bisa menjadi nomor dua,” kata Ikrar kepada Sukmono Fajar Turido dari Gatra. Syaratnya, Golkar mencermati hasil survei dan JK mengomandani kader Golkar di daerah untuk bergerak.

Ikrar mengakui, di tubuh Golkar berjibun politisi andal. Namun, belakangan, mereka terlihat tidak kompak lagi. Di dalamnya tumbuh berbagai faksi. Masing-masing anggota justru lebih memegang ego dan kepentingan politik sendiri-sendiri. Dinamika internal partai, menurut Ikrar, boleh saja, tapi jangan kemudian berantem atau berdiskusi melalui media massa (megaphone diplomacy). “Itu yang memperburuk citra. Di satu sisi mereka memang menunjukkan kualitas kader, tapi di sisi lain mencerminkan perpecahan yang begitu dahsyat,” tutur Ikrar.

Blunder Golkar yang paling utama, menurut Ikrar, adalah ketika JK mau menerima poisisi Ketua Umum DPP Golkar dan pada saat yang sama duduk sebagai wakil presiden. Dua jabatan ini membuat perhatian JK terpecah, antara membangun pemerintahan yang baik atau membangun partai. Tampaknya JK lebih memilih tugas pertama. Akibatnya, kata Ikrar, “Kepemimpinan Golkar di tingkat nasional amburadul.” Nah!

Hidayat Gunadi dan Syamsul Hidayat – [Nasional, Gatra Nomor 11 Beredar Kamis, 22 Januari 2009]

2 Comments

  1. yang penting tepatin janji, nggak cuma janji

  2. apapun pasti akan dilakukan parpol-parpol demi pemilu 2009…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • 7 cara manfaatkan tabir surya kedaluwarsa
      Coba periksa tanggal kedaluwarsa tabir surya Anda untuk memastikan apakah masih berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari.Tabir surya punya masa kedaluwarsa selama enam bulan setelah dibuka, kata perlindungan konsumen ...
    • Klasemen Liga Spanyol, Real Madrid tinggalkan Barcelona
      Berikut hasil pertandingan dan klasemen liga Spanyol pada Minggu waktu setempat. Pertandingan Minggu 4 Desember: Alaves 1 Las Palmas 1 Athletic Club 3 Eibar 1 Real Betis 3 Celta Vigo 3 Sporting ...
    • Beberapa mayat ditemukan lagi setelah gudang terbakar di Oakland
      Beberapa mayat ditemukan lagi pada Ahad (4/12), setelah petugas pencarian memasuki dua daerah lain di gudang yang terbakar 36 jam sebelumnya. Namun Sersan Ray Kelly dalam taklimat kedua pada Ahad, tak bersedia menyebutkan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: