Paskah Suzetta: Dana Stimulus untuk Penurunan Harga BBM

Dalam menjalankan transaksi ekspor, Indonesia termasuk pemegang mazhab konvensional. Yakni fokus pada pasar lama Singapura, Jepang, dan Amerika Serikat. Kondisi ini baru terasa dampaknya ketika mitra dagang terbesar, Amerika, dihantam krisis ekonomi yang juga merembet ke negara-negara lain.Akibatnya, nilai ekspor Indonesia dipastikan menurun. “Dampaknya pada cadangan devisa kita,” ujar Paskah Suzetta, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.

Situasi itu makin diperparah lantaran selama ini devisa hasil ekspor tidak langsung masuk ke rekening cadangan devisa pemerintah yang ada di Bank Indonesia (BI). “Malah `ditongkrongin` di negara lain dulu,” kata Paskah. Berikut obrolan politisi Partai Golkar itu dengan Hatim Ilwan dan Anthony Djafar dari Gatra di kantornya, Jumat pekan lalu.

Akankah krisis finansial global berdampak pada perencanaan pemerintah tahun 2009 ini?

Pada dasarnya, dari sisi perencanaan tidak ada perubahan. Pemerintah tetap memberikan penekanan-penekanan melalui program stimulus fiskal. Dalam hal ini, Bappenas selalu berkoordinasi dengan instansi lain dalam menetapkan langkah-langkah tersebut.

Betul-betul tidak ada perubahan sama sekali?

Perubahan dasar tidak ada. Namun akan ada penyesuaian program pemerintah. Penekanannya terhadap program penciptaan lapangan kerja, usaha kecil dan menengah, yang di dalamnya mencakup infrastruktur. Caranya lewat program PNPM dan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Selain itu, ada program untuk meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus menggairahkan ekonomi domestik agar produk lokal mendapatkan pasar dalam negeri. Misalnya, memberikan subsidi obat generik dan minyak goreng.

Bagaimana dari sisi pajak?

Untuk meningkatkan daya saing dan daya tahan pengusaha ekspor, pemerintah menanggung bea masuk. Selain itu, ada fasilitas pajak penghasilan Pasal 21 dan 25, pajak pertambahan nilai, potongan tarif industri, penurunan harga solar, juga pembiayaan dan jaminan ekspor serta promosi ekspor.

Dalam mengantisipasi krisis, Pemerintah Amerika Serikat menerapkan bailout. Adakah pengaruhnya terhadap negara kita?

Banyak yang meragukan langkah bailout yang dilakukan Pemerintah Amerika terhadap dunia usahanya. Jumlah US$ 700 milyar yang dikucurkan itu tampaknya baru bisa selesai kalau lima-tujuh kali lipatnya. Dan untuk itu perlu waktu. Sebetulnya, dibandingkan dengan Amerika, kita lebih cepat mengantisipasi krisis keuangan ini dengan banyak mengeluarkan kebijakan.

Misalnya?

Melalui pemberian insentif pajak. Memang kita tidak mem-bailout langsung, tetapi kita berusaha memberikan gairah. Cuma, dampak krisis dunia akan masuk ke Indonesia melalui ekspor kita, karena beberapa negara kebanyakan tidak memperpanjang ekspor.

Kenapa tidak membuat terobosan tujuan ekspor di luar Amerika?

Memang selama ini tujuan ekspor kita boleh dibilang konvensional. Tujuannya fokus ke Singapura, Jepang, dan Amerika. Sudah saatnya membuat terobosan pasar baru, khususnya sektor non-migas. Kita bisa mengoptimalkan pasar Timur Tengah yang kini masih di bawah 1%. Penurunan pertumbuhan ekonomi di mitra dagang akhirnya menurunkan ekspor kita.

Apa dampaknya?

Penurunan ekspor yang terjadi melalui penurunan volume dan harga akan berpengaruh pada cadangan devisa kita. Ini diperparah karena hasil ekspor kita selama ini tidak semuanya langsung masuk ke rekening cadangan devisa pemerintah yang ada di BI. Malah “ditongkrongin” dulu di negara lain. Ke depan, ini akan diperbaiki.

Untuk mengantisipasi krisis, adakah sektor tertentu yang jadi prioritas?

Ini terkait dengan upaya penyelamatan cadangan negara atau devisa, termasuk pemanfaatan sisa dana APBN tahun 2008 yang mencapai Rp 51,3 trilyun. Sebetulnya, daripada digunakan untuk stimulus, lebih gampang uang itu dipakai saja untuk menutup devisit tahun 2009 sehingga bisa menjadi 1%. Tapi pemerintah tidak berpikir demikian. Jadi, pemerintah tetap memberikan stimulus untuk sektor riil.

Lalu, mau dikemanakan sisa anggaran itu?

Untuk kepentingan stimulus itu, yang dipakai hanya Rp 27,5 trilyun. Rinciannya, Rp 12,5 trilyun dialokasikan terlebih dulu untuk counter-cyclical. Kini, pada 2009, pemerintah menambah Rp 15 trilyun.

Peruntukannya?

Tambahan stimulus itu untuk penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dan diskon listrik untuk industri, tambahan subsidi minyak goreng murah dan obat generik, serta tambahan belanja infrastruktur.

Apa saja perubahan asumsi yang dikoreksi?

Dalam APBN 2009, kita mengubah asumsi nilai tukar. Berapa angka idealnya, yang penting bisa stabil dan tidak terjadi gejolak. Kita juga akan koreksi penurunan harga BBM. Ketika pemerintah menyetor APBN 2009 ke DPR, harga minyak diasumsikan di kisaran US$ 80 per barel. Kini asumsinya di level US$ 45-US$ 50 per barel. Artinya, masih terjadi fluktuasi.

Memang tidak ada pilihan lain dalam fiskal kita pada APBN 2009. Kita lakukan perubahan asumsi makro yang penting, yaitu pertumbuhan ekonomi yang mengalami penurunan. Saya belum bisa memastikan penurunan itu karena belum dibahas DPR. Tapi ancar-ancar sekitar 4%-5%. Akibatnya, pada 2009 ini pendapatan negara diperkirakan turun sekitar 128 trilyun dari Rp 985,5 trilyun tahun lalu menjadi hanya Rp 857 trilyun.

Rinciannya?

Penerimaan negara dari pajak yang tahun lalu sebesar Rp 725,8 trilyun diperkirakan turun menjadi Rp 671,9 trilyun. Sekitar Rp 54 trilyun hilang. Tapi, harap dicatat, meskipun di sisi penerimaan akan terjadi pelambatan, di sisi belanja akan diupayakan dipertahankan. Memang dampaknya, akan terjadi pembengkakan devisit APBN hingga 2,5% dari PDB.

Lantas, bagaimana menutupinya?

Selain memanfaatkan sisa anggaran 2008 yang sebelumnya sudah dipotong untuk stimulus fiskal, kekurangan ini akan kita tutupi melalui penerbitan surat utang negara (SUN) dan pinjaman dari pihak donor. Komposisi keduanya tergantung realisasi penyerapan SUN.

Kalau penerbitan SUN tidak optimal, bisa-bisa utang luar negeri kita makin membengkak?

Ini mungkin akan mengundang perdebatan panjang. Tapi sebisa mungkin kita akan berusaha agar utang tersebut tidak memberatkan dan tidak membuat kita didikte pihak donor. Untuk itulah, kami membuat Jakarta Commitment dengan menghadirkan 22 donor dan meminta agar mereka mengikuti aturan serta procurement kita. Ini agar kita tidak boros dalam hal negosiasi, membuat desain, serta membuat konsultan untuk tujuan pendanaan.

Apakah cadangan devisa bisa dipakai untuk memacu pertumbuhan ekonomi?

Dalam membuat pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa tidak bisa dipakai implementasi. Cadangan ini lebih untuk stand by dalam rangka keperluan impor. Sebaliknya, fiskal pun tidak boleh dipakai untuk kepentingan impor, karena undang-undangnya demikian. Memberikan kredit kepada pemerintah saja, BI tidak boleh.

Tentu ini akan jadi perlambatan terhadap pertumbuhan ekonomi?

Persoalannya sekarang yang harus dipikirkan, bagaimana bisa kita kendalikan inflasi yang terlalu tinggi. Tingkat inflasi kita dibandingkan dengan beberapa negara Asia saja paling besar, sekitar 11% pada 2008. Nah, pada APBN 2009 nanti, target inflasi kita 6,2%. Artinya, walaupun pertumbuhan melambat, kalau inflasi dikendalikan, saya kira, kita bisa oke.

Seperti apa realisasi pengendalian inflasi pemerintah itu?

Lantaran salah satu faktor inflasi ini adalah jalur distribusi, ke depan, untuk mengendalikan inflasi agar tidak lebih dari 6%, pemerintah berusaha melakukan perbaikan infrastruktur jalan. Harapannya, distribusi barang, terutama kebutuhan pokok, bisa lebih lancar.

Apakah persoalan tenaga kerja menjadikan tambahan pekerjaan baru bagi pemerintah?

Ke depan, akan terjadi pergeseran tenaga kerja dari sektor formal ke informal. Ini merupakan fenomena dunia. Persoalannya, bagaimana pemerintah mampu menekan tingkat pengangguran. Makanya, kita memberikan stimulus di sisi informal. Pemerintah bersama BI berusaha meningkatkan kredit mikro dan penurunan suku bunga.

[Laporan UtamaGatra Nomor 11 Beredar Kamis, 22 Januari 2009]

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Kepergian Mar'ie Muhammad kehilangan bagi Indonesia
      Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyebut almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, sebagai sosok yang bersih dan jujur semasa menjabat. "Kita kehilangan sosok yang dahulu pada saat menjabat sebagai menteri keuangan ...
    • Hampir semua korban bom Istanbul adalah polisi
      Dua bom meledak di luar stadion sepakbola di Istanbul, Turki, pada Sabtu malam waktu setempat, menyebabkan 29 orang tewas, yang terdiri atas 27 polisi dan dua warga sipil.Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan ledakan ...
    • Sejumlah tokoh melayat ke kediaman Mar'ie Muhammad
      Sejumlah tokoh mendatangi kediaman almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, di Jalan Taman Brawijaya III Nomor 139, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu. Di antara mereka adalah Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: