Empat Capres dan Dewan Integritas Bangsa Pun Menggugat


Ketua Dewan Integritas Bangsa Salahuddin Wahid memberikan komentar kepada para calon presiden saat Konvensi Capres 2009 di Bandung (Sabtu/24-01-2009)

”Toean-toean Hakim…, imperialisme boekan sadja sistem ataoe nafsoe menakloekkan negeri dan bangsa lain, tapi imperialisme bisa djoega hanja nafsoe ataoe sistem mempengaroehi ekonomi negeri dan bangsa lain.  Indonesia bagi kaoem imperialisme adalah soeatoe soerga, suatu soerga jang diseloeroeh doenia tidak ada lawannja, tidak ada bandingan kenikmatannja.”

Pleidoi itu diucapkan Soekarno saat berusia 29 tahun selaku Pemimpin Partai Nasionalis Indonesia (PNI), bersama Gatot Mangkoepradja (Sekretaris PNI, 31), Soerpriadinata (Propaganda PNI, 23), dan Maskoen (Sekretaris PNI Cabang Bandung, 21). Mereka diadili pemerintah kolonial karena dianggap menghina Ratu Juliana dan menghasut masyarakat dengan mengajak agar anti-imperialisme.

Cuplikan pleidoi itu pula yang disuarakan Wawan Sofwan melalui monolognya saat pembukaan Konvensi Calon Presiden (Capres) 2009 yang diadakan Dewan Integritas Bangsa (DIB) di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/1). Sekitar 450 orang yang hadir pun tersihir. Konvensi menjadi lebih berisi.

Semangat perjuangan kian terbakar saat Salahuddin Wahid, selaku Ketua DIB, mengajak semua yang hadir untuk menggugat kondisi politik saat ini. ”Kita juga menggugat sebetulnya. Yang kita gugat kondisi politik yang bau uang, yang tidak mendidik,” ucapnya.

Anggota DIB, Nathan Setiabudi, juga menegaskan, semangat Konvensi Capres DIB adalah berani melawan arus, swim against the current. ”Apakah kita ingin seperti ikan hidup yang berani melawan arus atau ikan mati yang hanya mengikuti arus,” katanya lagi.

Hadirin pun diajak berdiri dan meneriakkan yel DIB dengan tangan kanan dikepal di jantung. Ketika diteriakkan ”integritas bangsa”, serempak dijawab ”yes”, ketika diteriakkan ”korupsi”, serempak dijawab ”no”. Ketika ”Indonesia Raya” dikumandangkan, lagu kebangsaan itu pun terasa menjadi lebih berjiwa, menegakkan bulu roma.

Gugatan capres

Kehadiran empat capres di Konvensi Capres DIB juga berupaya memberi harapan itu. Mereka adalah Bambang Sulistomo, Marwah Daud Ibrahim, Rizal Ramli, dan Yuddy Chrisnandi. Setiap capres menyampaikan gagasannya tentang perubahan dengan semangat.

Yuddy yang mendapat giliran pertama bertekad memutus rantai korupsi dengan memberlakukan pembuktian terbalik.

”Perlu anak muda untuk memimpin peperangan itu,” ujar anggota Fraksi Partai Golkar (F-PG) DPR itu.

Bambang juga menegaskan keprihatinannya atas kian hilangnya kejujuran bangsa dan digantikan dengan nilai materi. ”Saya muncul di sini karena ingin membangun keikhlasan, bukan karena uang. Bung Karno pun bukan karena uang jadi presiden,” kata aktivis yang dalam peristiwa Malari 1974 pernah ditahan itu.

Menurut putra Bung Tomo, tokoh peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, itu masalah terbesar bangsa ini adalah krisis kepercayaan. Karena itu, dibutuhkan pemimpin yang bukan sekadar berjanji. Pemimpin juga harus mampu mengembalikan kepercayaan birokrasi, aparat hukum, polisi dan jaksa, serta membangun kedaulatan rakyat sebesar-besarnya.

Rizal, yang saat menjadi aktivis mahasiswa pernah dipenjara di Sukamiskin, seperti Soekarno, karena membuat buku putih perjuangan mahasiswa, juga membakar semangat. Kini, ia pun dijadikan tersangka oleh kepolisian karena aksinya menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

”Kalau Indonesia mau maju, jangan pilih pemimpin 4L, lu lagi lu lagi, karena hasilnya juga kan menghasilkan 4L, lesu lagi lesu lagi,” ujar Rizal, mantan Menteri Koordinator Perekonomian, yang langsung disambut tepuk tangan.

Rizal mengingatkan, setelah lebih dari 60 tahun merdeka, bangsa Indonesia baru bisa membawa 20 persen rakyatnya merasakan kemerdekaan. Nasionalisme abad ke-21 bukan nasionalisme biologis, romantisme, atau historis, tetapi harus dibuktikan mampu memerdekakan 80 persen rakyat.

Marwah, anggota F-PG DPR, juga mengingatkan, banyak mahasiswa pejuang reformasi 1998 merasa malu dengan capaian reformasi. Melihat kondisi yang terjadi, ada tiga skenario yang mungkin terjadi pada Indonesia.

Pertama, kalau pemilu berjalan biasa, berbagai persoalan bangsa, seperti kemiskinan, saling menyalahkan, dan korupsi, tak bisa diselesaikan. Kedua, lebih buruk lagi, Indonesia akan bubar. Indonesia hanya menjadi kenangan.

Skenario ketiga, Indonesia bangkit. Ia menawarkan visi Nusantara Jaya 2045. Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang bisa membagi visinya di komunitasnya mulai dari tempat tinggal sampai bangsanya dan membuat berbagai terobosan.

Pemimpin juga harus mampu membangun konsorsium pemimpin Indonesia, yang terdiri dari pemerintah, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif; masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan pers; serta pelaku ekonomi. ”Kalau segitiga pemimpin ini disatukan, kita bisa membuat mimpi Bung Karno di ruangan ini terwujud,” katanya.

Dipaksa becermin

Berbeda dengan umumnya kampanye yang bersifat satu arah, Konvensi Capres DIB membuka ruang tanya jawab yang lebar kepada ahli dan peserta. Dengan demikian, capres pun tidak bisa seenaknya bicara.

Asep Warlan, ahli pendidikan, menanyakan bagaimana melaksanakan visi dan misi itu di tengah sistem yang korup.

John Safei, mantan Rektor Institut Teknologi Bandung, juga mengingatkan kelebihan Roosevelt yang memimpin Amerika Serikat tahun 1933 saat negara itu terpuruk. Menurut Roosevelt, seorang presiden paling sedikit berurusan dengan administrasi. Yang paling besar justru nilai moral dan kepemimpinan dalam pemikiran. ”Jadi, bukan masalah politik saja, tapi juga filosofi,” ucapnya.

Salahuddin Wahid mengakui, pemenang Konvensi Capres DIB akan ditawarkan kepada partai politik yang tidak pragmatis dan mau mendengarkan suara rakyat. Pemenang konvensi akan diumumkan pada 7 Maret 2009 di Jakarta. 

Sutta Dharmasaputra – KOMPAS

2 Comments

  1. Para politikus seharusnya lebih melihat kedepan bagaimana mereka akan membawa negeri ini, daripada selalu melihat kebelekang dan saling mencurigai, sungguh bosan kita (saya0 mendengar retorika pidato dan pandangan mereka. (ini pendapatku lo pak, pendapat dari yang tidak menyukai politik, meski suka menonton mereka para politikus saling menunjukkan jurus masing-masing, kadang kita geli)

  2. Hmmm… lama juga hasilnya keluar…
    cape dech nunggunya…:mrgreen:


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Aparat gabungan sita bambu runcing dan bom molotov di Kediri
      Aparat gabungan dari Kepolisian Resor Kediri Kota dan TNI merazia kawasan bekas lokalisasi Semampir di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, dan menyita sejumlah barang seperti bambu runcing serta bom molotov."Kami sudah ...
    • Persipura tanpa Bio dan Ricardinho hadapi Gresik United
      Tim Persipura Jayapura tanpa Bio Paulin Pierre dan Ricardinho da Silva saat melawan tuan rumah Gresik United dalam laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di stadion Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Minggu (11/12). ...
    • Pencarian korban pesawat Polri libatkan 19 kapal
      Polri mengerahkan 19 kapal dan tiga pesawat untuk mencari korban pesawat Polri M-28 Sky Truck yang jatuh pada Sabtu (3/12) di perairan Kabupaten Lingga, Kepri. "Sembilan belas kapal dan tiga unsur udara dikerahkan pada ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: