Perlukah Pasukan Indonesia untuk Gaza?

Kemungkinan mengakhiri gencatan senjata di Gaza dan menyudahi pengepungan serta pembantaian penduduk yang tidak bersalah akan bergantung pada siapa yang akan membantu polisi untuk menjaga perbatasan, terutama perbatasan Rafah, demi menghentikan penyelundupan senjata, dan mengakhiri pemblokadean di perbatasan Gaza.

Seperti gagasan yang dimuat The Jakarta Post (Editorial 15 Januari), Indonesia seharusnya bisa membantu mengatur kampanye internasional untuk mengirim penjaga perdamaian PBB ke Palestina, dan mempertimbangkan untuk mengirim pasukan militer dan petugas polisi terbaik untuk melakukan hal tersebut, yang mungkin akan lebih bernilai.

Turki juga menyatakan akan mempertimbangkan untuk bisa mengambil bagian.
Mengingat, dua kelompok besar demokrasi muslim sekuler ini telah terlatih baik serta berpengalaman dalam bidang militer dan juga dengan kekuatan politik Islam moderat pemerintahan demokrasi, mungkin akan mempunyai maksud politik benar dan perjanjian diplomatik militer terhadap hal ini.

Warga Mesir berusaha menjadi penengah dari gencatan senjata, tapi tidak disambut baik oleh polisi Gaza atau untuk mengambil alih pengawasan tersebut (seperti yang pernah dilakukan sejak 1957 sampai 1967). Dengan politik Islam yang berkembang di Mesir dan hubungan yang tegang dengan pihak Hamas, Mesir bukan merupakan calon yang lebih baik terkait keterlibatannya untuk keamanan Gaza.

Sementara itu, Yordan mengawasi West Bank sejak 1950 sampai 1967, melawan perselisihan internal dengan PLO pada tahun 1970. Yordan mengizinkan West Bank untuk warga Palestina pada tahun 1988, selama terjadi pemberontakan pertama melawan penjajahan Israel, dan setelah itu mendukung kekuasaan Palestina.

Yordan mengkhawatirkan ketidakstabilan yang merambat ke West Bank ke Jalur Gaza. Perang di Gaza, dan pembinasaan yang dilakukan militer Israel mungkin malah akan menguatkan Hamas di Gaza dan West Bank, memotivasi pejuang militan di Arab dan masyarakat muslim dunia.

Maksud Perdamaian
Bagi tentara Yordania yang berperan di perbatasan Gaza, semua hal yang sangat ambisius dan terlalu berisiko yang telah terjadi ini akan menimbulkan ketidakstabilan pada Kerajaan Hashemite, di mana ketika itu calon dari Islam menang sekitar 21 dari 104 kursi pada pemilihan di tahun 2003, dan lebih dari 60 persen warga Yordan adalah warga asli Palestina.

Jika warga sipil Uni Eropa pemerhati keamanan kembali ke perbatasan Gaza di Rafah, mereka akan membantu menghentikan pemblokiran ekonomi yang dilakukan Israel yang sebelumnya didukung Uni Eropa, yang secara politik dan jalur ekonomi terhenti oleh pemerintahan Hamas.

Israel menginginkan pemegang kekuasaan di Palestina mengirimkan kekuatan keamanannya untuk menjaga pintu masuk Rafah. Dan seperti dikutip Mark Regev, juru bicara Israel baru-baru ini, “Itu untuk membangun kembali pengawasan di sepanjang Gaza”.

Tapi pemegang kekuasaan Palestina dipisahkan oleh perang ini dan pemilihannya tidak diakui.

Organisasi Forum Islam, Liga Arab, dan negara-negara muslim harus mencoba membantu menyatukan kembali warga Palestina untuk maksud perdamaian, termasuk pemilihan baru, seperti yang disarankan Saeb Arakat, perunding perdamaian Palestina.

Sementara itu, usulan bahwa Indonesia mungkin terlibat adalah ide yang cukup bagus. Indonesia sudah berpengalaman dalam operasi penjagaan perdamaian di Lebanon dan sebelumnya bersama United Nations Emergency Force di Sinai pada tahun 1970. Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, juga terus melakukan strategi antiteroris pada konteks ekonomi yang lebih luas dan tindakan politik yang didukung oleh kebijakan keamanan yang ketat, termasuk salah satu tindakan eksekusi para pelaku Bom Bali.

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono telah melakukan konsolidasi pemisahan kekuatan polisi dari angkatan bersenjata, mengeluarkan tentara dari kancah politik, dan memperlihatkan kepedulian dari kepentingan pertahanan nonmiliter.

Rakyat Gaza dan pemerintahan Hamas terpilih harus mempunyai kepercayaan diri bahwa jika tentara dari negara muslim mana pun datang ke Perbatasan Gaza untuk membantu polisi yang menyetujui gencatan senjata, mereka tidak akan menjadi tahanan baru yang memegang kunci bagi Israel.

Kekuatan keamanan dari mana pun yang membantu polisi atau mengamankan perbatasan Gaza harus secara hati-hati dan seimbang mengukur kebijakan penyelundupan senjata dengan langkah lebih jelas untuk mengakhiri blokade ekonomi Israel, yang dapat dikatakan sebagai suatu kejahatan dan kekejaman oleh Presiden Jimmy Carter (Reuters dan Haaretz, 17/4/2008 ), untuk memfasilitasi suatu rekonstruksi masal dan perkembangan ekonomi.

Misi seperti itu membutuhkan persiapan yang matang untuk menghindari kesalahpahaman dan bentrokan yang berbahaya dengan Hamas. Banyak negara dan para pemimpinnya mengatakan bahwa ketika engkau terlibat dengan permasalahan di Timur Tengah, selalu akan ada yang berlawanan.

Dr Terry LaceySinarHarapan

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Pencarian korban banjir bandang dihentikan sementara
      Pencarian sejumlah korban banjir bandang di Dusun Nipis, Desa Sambungrejo, Kabupaten Magelang, Jateng, Sabtu (29/4), dihentikan sekitar pukul 22.00 WIB karena kondisi terlalu malam, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan ...
    • KPU: Anies-Sandi unggul di seluruh Jakarta
      Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut tiga Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno unggul di enam wilayah DKI Jakarta. Dalam Rapat Pleno Terbuka ...
    • Korban banjir bandang dirawat di RSU Tidar
      Sebanyak tiga korban luka akibat banjir bandang yang menerjang Dusun Nipis, Desa Sambungrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, dirawat di RSU Tidar Kota Magelang. "Yang tiga orang dibawa ke RSU Tidar, termasuk bidan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: