Tim Medis Indonesia di Gaza

Bisakah Mereka Tetap Aktif di Sana?

gaza240.jpg

Pemerintah Mesir menetapkan batas waktu untuk warga negara asing meninggalkan Jalur Gaza, yaitu 5 Februari mendatang. Langkah ini berlaku bagi mereka yang masuk Jalur Gaza lewat pintu Rafah, perbatasan Mesir-Jalur Gaza. Apa dampak keputusan ini bagi tim relawan Indonesia yang sudah berada di kawasan itu? Namun sebelum itu, Natsir Nugroho, Ketua Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat PP Muhammadiyah menjelaskan susunan dan tujuan tim relawan yang dikirim ke Jalur Gaza.

Natsir Nugroho [NN]: Kita berangkat atas nama Interfaith, Kerjasama Lintas Agama. Yang berangkat adalah tim dari rumah sakit Muhammadiyah.

Terdiri dari rumah sakit Muhammadiyah Jakarta dan Jogya serta teman-teman dari rumah sakit Bethesda Jogya, terdiri dari satu orang dokter anestesi, satu orang dokter bedah, tiga perawat bedah dan yang lain adalah tim-tim kemanusiaan itu yang ke sana.

Radio Nederland Wereldomroep[RNW]Apa tujuan mereka di sana?

Solidaritas 

NN: Tujuannya yang pertama kita melihat bahwa situasi di Gaza ini adalah situasi kemanusiaan, jadi kita tidak berbicara mengenai agama tapi kemanusiaan.

Maka kita berangkat, Muhammadiyah tergantung dengan humanitarian Indonesia. Jadi teman-teman dari beberapa lintas agama. Kita ke sana mewakili lintas agama yang ada di Indonesia.

Tahap pertama ini terdiri dari teman-teman yang dari rumah sakit Islam dan rumah sakit Bethesda di Jogyakarta ini. Inilah salah satu solidaritas kemanusiaan pada korban di Gaza.

RNWMengapa Muhammadiyah menganggap penting mengirim relawan ke Jalur Gaza?

NN: Karena kita tergabung dalam suatu humanitarian. Muhammadiyah dilahirkan sebagai suatu organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan dalam bantuan kemanusiaan.

Kalau di Indonesia dengan orang-orang miskin ya, dan untuk itulah kita mencoba meluaskan cakrawala kita dengan membantu teman-teman kita yang ada di luar.

Masalah kemanusiaan 
GAZA300.jpg

Dalam hal ini Gaza kami lihat sebagai suatu strategi, karena telah terjadi tragedi kemanusiaan di sana. Maka kami berbicara di humanitarian di Jakarta, bersama-sama dengan teman-teman dari agama lain. Ini adalah masalah kemanusiaan. Bukan masalah Hamas dengan Israel semata.

Ada orang yang malah mempolitisir menjadi antara agama Yahudi dengan agama Islam. Tapi kami melihat dari sudut kemanusiaannya.

RNW: Apakah ada rencana untuk mengirim lebih banyak relawan lagi ke Jalur Gaza di masa mendatang?

NN: Kita lihat dari assessment dari teman-teman yang ada di sana. Saat ini mereka sudah sampai di Gaza ya, dibantu oleh Bulan Sabit Merah Yordania, Bulan Sabit Merah Palestina, teman-teman dari Magen David Adom Israel.

Karena kita menyeberang bukan lewat Rafah, dari yang dilewati selama ini oleh teman-teman yang lain tapi kita lewat jalur Yordan. Sehingga kita mau nggak mau harus lewat daerah Israel.

Dan kebetulan kami berteman baik dengan teman-teman dari Megan David Adom Israel sehingga kami diberikan suatu fasilitas untuk menyeberang ke sana dibantu untuk sampai ke Gaza.

RNWPemerintah Mesir ingin agar warga negara asing meninggalkan Jalur Gaza, lalu bagaimana dengan tim sukarelawan Muhammadiyah yang telah berada di sana?

Tujuan 

NN: Kalau memang itu diharuskan oleh pemerintah Mesir untuk meninggalkan, kita akan berbicara dengan teman-teman di Palestina, kira-kira masih ada nggak permintaan mereka untuk perpanjangan dari kehadiran kami, untuk membantu secara kemanusiaan.

Kalau memang ini tidak dibutuhkan ya, kami akan melakukan suatu assessment kira-kira apa lagi yang dibutuhkan dari teman-teman di Palestina.

Nah, itu kita akan mengikuti dari otoritas setempat. Apakah kita akan meninggalkan Gaza pada tanggal 5, saya dengar ya, di koran-koran itu.

Yang jelas kami nanti toh keluar tidak akan lewat Mesir, karena kami tidak punya visa ke Mesir ya, visa kami kan ke Yordan. Nanti kami kembali lewat itu lagi.

RNWApakah menurut Anda keputusan Mesir itu akan bisa menghambat rencana pengiriman relawan ke kawasan tersebut di masa mendatang?

NN: Tidak akan bisa, karena jalur yang kami tempuh kan bukan jalur yang ada di Rafah, jadi jalur yang kebanyakan ditempuh oleh teman-teman. Tapi karena jalur melalui Amman dan hubungan baik kami dengan teman-teman dari Bulan Sabit Merah Internasional dan kemudian dari Bulan Sabit Merah Palestina dan dari Magen David Adom Israel. Kami sudah berhubungan baik dengan mereka karena kita berbicara atas nama kemanusiaan.

RNWLalu bagaimana keadaan tim relawan yang berada di Jalur Gaza?

NN: Saya kira baik-baik semua. Kebetulan kan selama ini yang ada di Jalur Gaza untuk teman-teman dari Indonesia ini kan difokuskan di rumah sakit Aria ya kalau nggak salah.

Ada teman-teman dari Bulan Sabit Merah Indonesia, kami barangkali akan membantu lewat rumah sakit lainnya yang lebih memerlukan, dan kami akan lebih mendekatkan diri dengan pusat-pusat atau perkemahan-perkemahan para pengungsi supaya kami lebih dekat dengan mereka.

Ada dua tujuan satu untuk membantu rumah sakit, dan satu untuk bisa masuk ke kamp-kamp pengungsi di Gaza itu.

RNWApakah mereka mengalami hambatan dalam menjalani kegiatan mereka?

NN: Alhamdulilah, selama ini mereka baik-baik saja, dibantu sepenuhnya oleh teman-teman yang ada di sana. Kami bukan berbicara karena politik ya, karena di sana ada Hamas, ada Fatah, tapi kami berbicara atas nama kemanusiaan sehingga kami baik dengan semua pihak, karena memang tujuan kami adalah membantu dari segi kemanusiaan, jauh dari masalah-masalah pertikaian politik di antara mereka.

RANESI

1 Comment

  1. Turut berdoa saja untuk para relawan tim medis Indonesia semoga banyak memberi manfaat di sana


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Tim pencari lanjutkan evakuasi korban gempa dari reruntuhan
      Tim pencari dan penyelamat melanjutkan upaya mengevakuasi korban gempa dari bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa 6,5 Skala Richter (SR) yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya kemarin pagi, menewaskan lebih ...
    • Kekuatan gempa 6,5 SR setara empat bom Hiroshima
      Perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut kekuatan gempa bumi 6,5 Skala Richter (SR) yang kemarin pagi mengguncang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya setara dengan kekuatan empat hingga enam ...
    • Penyertaan Modal Negara untuk PT SMI perlu diaudit BPK
      PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) hampir setiap tahun memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) yang secara total telah tersalurkan Rp24,3 triliun.Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, dalam keterangan tertulis, Kamis, ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: