Tiru Cara Belanda Perangi Banjir

Fauzi Bowo gubernur DKI Jakarta dalam lawatannya ke Belanda tertarik pada Master Plannya Belanda. Bagaimana negeri kincir angin ini melindungi diri dari ancaman air. Ia ingin menerapkan cara membebaskan Jakarta dari banjir untuk empat puluh tahun kedepan. Seperti yang disampaikan Bang Foke kepada Prita Riadhini.

Fauzi Bowo[FB]: Kalau saja kita bisa menindaklanjuti itu secara konsekuen, saya kira banjir di Jakarta ini akan lebih baik bisa dikendalikan. Nah, sekarang saya memanfaatkan pertemuan dengan Walikota Rotterdam, Ahmed Aboetaleb tadi, sekaligus untuk meng-up date ini, dengan perhitungan kritera-kriteria baru lain seperti peningkatkan permukaan air laut dan juga penurunan tanah.

Kemudian datangnya juga air kiriman dari daerah hulu. Sebagian sudah kita laksanakan sekarang itu misalnya pembangunan banjir kanal di bagian timur. Banjir kanal timur ini, merupakan kelengkapan dari master plan, yang sebetulnya sudah harus dibangun tahun-tahun sebelumnya.

Pembebasan tanah

Tapi belum bisa dilaksanakan. Sekarang kita sedang dalam proses pembebasan tanahnya, mudah-mudahan dalam tahun 2010 akhir, atau tahun 2011 ini sudah berfungsi. Dan mulai tahun 2009 ini dengan pengerukan. Jadi pemeliharaan dan pengerukan dari seluruh saluran-saluran yang ada di Jakarta, ini tentunya tanggungjawabnya share, antara pemerintah pusat, DPU dengan kami di DKI Jakarta.

Kalau semuanya ini bisa kita selesaikan tahun 2011, Insya Allah, banjir di Jakarta itu bisa berkurang sangat signifikan 40%. Tahap berikutnya lebih besar, karena kita tidak hanya mengendalikan sungai Ciliwung, tapi kita juga rencanakan akan membangun trowongan.

Ciliwung itu sekarang mengalir ke banjir kanal barat, yang sekarang kita bangun banjir kanal timur. Tapi ini tidak interconnected. Dan nanti tahapan berikutnya kita akan buat interconnectionterowongan yang menghubungkan banjir kanal barat dan banjir kanal timur. Nah, ini tentu lebih bagus lagi.

Tahun 2016
Kalau itu terjadi dan beberapa sarana-sarana lain seperti waduk-waduk, polders, situ-situ juga di bagian hulu kita bangun dan kita fungsikan barangkali by the end by of the program, mungkin tahun 2016 gitu. Saya kira asal konsisten saja dijalankan, mungkin bajir bisa 70-80% kita kendalikan.

Berarti ini sudah mendekati harapan, namun ada satu faktor yang masih perlu kita kendalikan secara lebih baik yaitu peningkatan permukaan air laut, yang masih belum bisa saya jamin refisi master plan ke depan.

Orang nomor satu ibukota itu mengatakan bahwa kesuksesan master plan menanggulangan banjir di Jakarta ini tidak bisa lepas dari peran masyarakat.

Butuh masyarakat
FB: Sebaik apa pun kita upayakan sarana dan prasarana penanggulangan banjir ini, kalau tidak diikuti oleh disiplin masyarakat, ini akan mubazir, akan tidak efektif. Karena sekarang kita tahu pengerukan itu dilakukan karena sudah hampir seluruh saluran ini selama 35-40 tahun tidak pernah dikeruk secara sistimatis.

Ada pengerukan sporadis, akibatnya hampir di seluruh saluran itu endapan lumpurnya sangat tinggi. Lumpur ini memang datang dari hulu terbawa dengan air tapi sebagian besar juga diakibatkan oleh sampah yang dibuang oleh masyarakat ke sungai-sungai tadi.

Radio Nederland Wereldomroep[RNW]Saya lihat juga cara penanggulangan pembuangan sampah di Jakarta juga belum terkoordinasi dengan baik ya pak?

Sampah Belanda
FB: Jadi itu tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata-mata. Di sini pun di Nederland dan negara-negara yang maju, orang itu tidak buang sampah sembarangan. Dia buang dari rumah tangganya tertib di tempat-tempat sampah yang sudah ditentukan oleh pemerintah ya kan. Mereka juga membayar uang kolektie.

Nah, ini yang perlu ditertibkan di tanah air kita di Jakarta khususnya. Tempat sampah sudah kita tentukan, tapi mereka tetap saja buang sampah di got, di kali. Jadi ini memerlukan disiplin masyarakat ya. Tanpa adanya disiplin masyarakat membantu penyelenggaraan kebersihan saluran dan lain sebagainya ini, penanggulangan banjir akan sulit sekali kita lakukan.

Juga disiplin masyarakat yang tinggal di bantaran kali. Itu sebetulnya bukan di bantaran kali, tapi di dalam kali dia tinggal. Nah, ini kan memerlukan program yang tidak sederhana. Kita nggak bisa gusur mereka begitu saja. Meskipun mereka itu ilegal dan sebagian tidak resmi tinggal di situ.

Ujungnya duit
Kita harus membuat program resettlement yang terintegrasi dari penduduk yang ada di bantaran kali tersebut. Dan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, yang besar sekali jadi kita harus bekerjasama dengan pemerintah pusat. Tidak mungkin ini dibebankan kepada pemerintah daerah semata-mata.

Satu hal penting dalam penanggulangan banjir adalah kerja sama semua pihak. Baik pemerintah pusat, daerah maupun masyarakat. Namun ujung paling penting dari setiap proyek besar adalah duit. Masih menjadi pertanyaan apakah kunjungan Fauzi Bowo ke Belanda yang juga sedang dilanda musim ekonomi sulit ini, menghasilkan dana untuk Master Plan Jakarta?

 

RANESI

1 Comment

  1. Kalo bikin DAM memang Belanda jagonya.
    Jakarta, kantong-kantong air dan danau buatan ajah diurug buat perumahan. Daerah resapan dibangun.
    Oooh Jakarta… nasibmu. ?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Patti Smith akan bernyanyi untuk antar Hadiah Nobel bagi Bob Dylan
      Saat pidato penerima Hadiah Nobel Sastra Bob Dylan dibacakan, rekannya sesama penyanyi sekaligus penulis lagu Patti Smith akan menyanyikan salah satu lagu terbaiknya pada selebrasi Hadiah Nobel di Stockholm nanti.Smith akan ...
    • YLBHI ramalkan jaksa akan sulit buktikan kesalahan Ahok
      Koordinator Bantuan Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Julius Ibrani melihat banyak kejanggalan dalam pengusutan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, bahkan Jaksa diyakininya akan sulit ...
    • Malaria sudah ada di zaman kekaisaran Romawi
      Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: