Wapres Kalla di Den Haag

 Belanda Ada Baiknya Juga

kalla180.jpgSenin ini, Wakil presiden Republik Indonesia, Muhamad Jusuf Kalla mengakhiri kunjungan kerjanya ke Belanda. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende, ia antara lain membahas kerjasama penanggulangan perubahan iklim dan masalah banjir. Bagi wapres Kalla, Indonesia dan Belanda sudah saatnya melihat ke depan. Menurutnya pula pemerintah Indonesia sudah tidak mempersoalkan hubungan negara terjajah dan penjajah masa silam.

Sudah Ada Kedutaan 

Muhamad Jusuf Kalla [MJK]: Itu masa lampau adalah bagian dari sejarah. Bagi saya dan bagi pemerintah itu soal pengakuan itu semenjak Belanda mempunyai kedutaan di Indonesia, itu berarti sudah pengakuan kepada kita dan kami, Indonesia tidak mempunyai urusan. Apakah dia mengakui tahun 1945-’49 itu urusan Belanda-lah. Bagi kita tidak ada persoalan.

Wapres ingin melihat pengetahuan dari masa silam digunakan sebagai alih ilmu pengetahuan untuk masa depan. Dokumen dan pengetahuan Belanda tentang Indonesia bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

Belajar dari Belanda

MJK: Ya, sampai sekarang kalau ahli-ahli Indonesia, para akademisi Indonesia, dosen-dosen yang ingin mempelajari masa lalu Indonesia, atau budaya Indonesia secara mendalam, di samping belajar di Indonesia masih banyak ke sini, ke Leiden contohnya. Karena arsip-arsip yang tersimpan rapi itu justru menjadi bahan pelajaran. Untuk mempelajari sejarah kita sendiri.

Selain itu Belanda yang kondang dengan manajemen air bisa membantu Indonesia dalam menanggulangi masalah banjir. Apalagi karena gubernur Jakarta, Fauzi Bowo juga ikut mendampingi wapres, maka kerjasama memerangi banjir sangat diprioritaskan. Namun demikian Kalla sadar bahwa penanggulangan masalah banjir bukan hanya masalah teknis saja.

Disiplin 

Fauzi Bowo [FB]: Penanggulangan banjir di Jakarta itu sekarang memang kita akan update, sebagaimana juga halnya Negeri Belanda ini supaya bebas banjir untuk 50 tahun ke depan. Ingin saya tambah juga, sebaik apa pun kita upayakan penanggulangan banjir ini, kalau tidak diikuti oleh disiplin masyarakat, ini akan mubazir. Pengerukan itu dilakukan karena sudah hampir seluruh saluran ini selama 35-40 tahun tidak pernah dikeruk secara sistimatis.

Masalah kedisiplinan juga disadari oleh wapres Kalla. Masalahnya bukan saja pada masyarakat tapi juga aparat pemerintah dan masalah tekhnis.

MJK: Banjir di Jakarta bukan saja karena letaknya, tapi kadang-kadang ketidakdisiplin kita baik pemerintah juga termasuk masyarakat, soal sampah dan sebagainya, yang kita tidak temui di sini. Jadi bukan hanya keahlian itu kita butuhkan, juga implementasi, disiplin ini juga kita butuhkan.

Walaupun kondisi ekonomi global yang agak lesu namun wapres berharap, ekspor Indonesia masih tetap berjalan ke negara-negara besar baik Amerika maupun Eropa.

Ekonomi

MJK: Kita tetap menjaga hubungan dan eksport kita terbesar di sini antara lain palm oil, yang umumnya lewat Rotterdam, bagaimana Rotterdam sebagai guide way untuk Eropa itu tetap penting untuk Indonesia, dan begitu juga Belanda agar menjadikan juga Indonesia sebagai suatu negara tempat investasi yang besar.

Masalah lain yang menjadi topik lawatan kerja wapres Kalla adalah mempercepat pencabutan larangan terbang maskapai Garuda ke Uni Eropa. Mengenai maskapai kebanggaan Indonesia itu Kalla yakin dalam waktu dekat bisa terbang ke Eropa lagi.

Garuda

MJK: Uni Eropa melihat bahwa ada banyak masalah di sistim kita, ada 60 masalah, sekarang sisa sepuluh. Banyak hal yang dipermasalahkan termasuk undang-undang, peraturan-peraturan, juga implementasi. Waktu Uni Eropa itu mengembargo atau melarang, itu ada 60 hal, poin yang dipermasalahkan. Sekarang sisa sepuluh. Dan sepuluh itu kita harapkan dalam satu, dua bulan selesai.

Pekerjaan rumah bagi kalangan teknisi penerbangan di Indonesia untuk segera memenuhi sepuluh syarat terbang itu. Sebagian besar tuntutan menyangkut masalah teknis keamanan penerbangan. Menjadi pertanyaan besar mampukah Indonesia menyiapkan maskapai penerbangan kebanggaannya kembali menembus awan Eropa, dan menghubungkan Indonesia dengan Belanda?

RANESI

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Tim pencari lanjutkan evakuasi korban gempa dari reruntuhan
      Tim pencari dan penyelamat melanjutkan upaya mengevakuasi korban gempa dari bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa 6,5 Skala Richter (SR) yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya kemarin pagi, menewaskan lebih ...
    • Kekuatan gempa 6,5 SR setara empat bom Hiroshima
      Perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut kekuatan gempa bumi 6,5 Skala Richter (SR) yang kemarin pagi mengguncang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya setara dengan kekuatan empat hingga enam ...
    • Penyertaan Modal Negara untuk PT SMI perlu diaudit BPK
      PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) hampir setiap tahun memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) yang secara total telah tersalurkan Rp24,3 triliun.Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, dalam keterangan tertulis, Kamis, ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: