Gara-Gara Polemik, PKS Batal Valentinan

Orang menyebut Valentine’s Day yang akan berlangsung Sabtu 14 Februari mendatang sebagai hari kasih sayang. Tapi bagi partai Islam di Indonesia, PKS, maknanya jadi benci sayang.

Benci karena perayaan itu menimbulkan polemik di kalangan Islam, sayang karena dianggap bisa menarik pemilih muda dalam pemilu April mendatang. Lebih jauh laporan redaksi di Hilversum.

Kaum muda memang menjadi incaran. Penyebabnya, selain jumlah yang besar, pesan-pesan politik dan idealisme juga lebih gampang tumbuh subur. Sebagai pemilih pemula, mereka bersemangat sekali untuk ikut pemilu, kata Jokosiswanto, Dosen ilmu politik di Palembang, Sumatra Selatan.

“Ketika saya bertanya kepada mahasiswa saya yang baru masuk, apa yang anda lakukan, nanti akan memilih pertama kali dalam pemilu 2009. Apakah akan menggunakan hak pilihnya atau tidak? Mereka ternyata secara serempak menjawab: sangat senang sekali pak, ini pengalaman pertama, harus saya gunakan sebaik-baiknya. Mereka tidak ada yang kepingin golput”.

“Karena bagi mereka, ini sesuatu yang baru. Nah sesuatu yang baru itu, kalau anak muda kan ingin dicoba. Nah ini kesempatan bagi orang yang jeli, melihat ini sebagai peluang. Generasi muda itu harus diiming-imingi sesuatu yang menarik, supaya menoleh kepada partai yang memberikan sesuatu yang menarik itu”.

Tetapi aksi mencuri hati lewat bunga dan coklat, khas Valentine itu, bukan perkara mudah.

Polemik
Awalnya ide mengemuka dalam wawancara dengan seorang kader PKS di Depok, Jawa Barat. Belum sempat berbuah apa-apa, usulan tersebut menimbulkan perdebatan keras.

Majelis Ulama Indonesia, sebelum ini memang menyatakan haram hari kasih sayang. Ketua Umum PKS, Tifatul Sembiring menjelaskan.

“Ada pemberitahuan dari Dewan Syariah Pusat bahwa Valentine’s Day itu sebaiknya jangan digunakan. Karena secara pragmatis di kalangan Depok itu juga tidak populer”.

“Tradisi itu juga bukan tradisi Indonesia kan, dia adalah tradisi yang datang dari luar”.

“Sebetulnya saya rasa terakhir-terakhir ini memang lebih kepada apa ya. Kita melihat suatu polemik di media itu apakah menguntungkan atau tidak bagi partai. Niatnya adalah jangan sampai terjadi kampanye negatif”.

“Komentar ketua MUI mengatakan, itu cara ibadah yang salah misalnya. Ini kan mempengaruhi banyak konstituen kita di Depok. Belum dilaksanakan, sudah dikatakan ini cara beribadah yang salah”.

“Pengamat politik muda Bima Arya bilang, wah ini blunder lagi nih, sama dengan iklan Soeharto. Jadi daripada ramai dan negatif, lebih baik acaranya kita batalkan”.

Jitu
Walau rencana kasih sayang ini gagal, bukan berarti niat menggiring pemilih muda batal. PKS punya senjata lain, menjadikan kaum selebriti sebagai icon partai. Pengajar politik Jokosiswanto menganggap pola tersebut tak lagi memiliki keunggulan.

“Ya, selebriti itu selalu orang yang populer, yang dikenal masyarakat. Nah, tentunya kalau mau menggunakan orang-orang seperti itu hampir semua partai saya kira itu, akan memanfaatkan itu. Dan itu bagi saya bukan sesuatu hal yang baru”.

“Jadi sebetulnya kalau yang Valentine’s Day, saya kira bagi PKS, dia tahu mana lemahnya, mana kurangnya. Tapi ini demi kepentingan supaya bisa meraup suara yang lebih banyak, tentunya ini akan dimanfaatkan dengan segala lini yang ditempuh gitu”.

“Nah, salah satunya mungkin dengan menggunakan cara ini. Dan saya kira ini memang menurut saya jitu. Saya juga tidak terpikirkan kalau PKS malah berpikir ke arah situ”.

“Hanya saja menggarapnya harus hati-hati jangan sampai kontraproduktif. Ini harus cari jalan posisi moderat”.

Bagi Bunga
Partai Keadilan Sejahtera sendiri nampaknya tidak seratus persen negatif memandang ide pemanfaatan Valentine’s Day. Apalagi PKS sudah biasa bagi-bagi bunga, kata ketua Umum PKS Tifatul Sembiring.

“Ya, kalau soal bagi-bagi itu kita sudah sering bagi-bagi. Termasuk juga pengobatan bakti sosial, dan juga kegiatan kita di daerah-daerah bencana. Hampir di setiap acara-acara wanita PKS dan sebagainya, kita bagi bunga, bagi hadiah itu sering. Bahkan mendatangi rumah guru untuk menghormati seorang guru gitu. Jadi oke-oke saja”.

Dengan kata lain, kalau kasus ini tak heboh, di Depok, bisa jadi kita akan menyaksikan anak-anak muda menenteng coklat, bunga dan kenang-kenangan PKS lain yang kebetulan hari itu, entah kenapa, berwarna merah muda.

RANESI

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Aparat gabungan sita bambu runcing dan bom molotov di Kediri
      Aparat gabungan dari Kepolisian Resor Kediri Kota dan TNI merazia kawasan bekas lokalisasi Semampir di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, dan menyita sejumlah barang seperti bambu runcing serta bom molotov."Kami sudah ...
    • Persipura tanpa Bio dan Ricardinho hadapi Gresik United
      Tim Persipura Jayapura tanpa Bio Paulin Pierre dan Ricardinho da Silva saat melawan tuan rumah Gresik United dalam laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di stadion Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Minggu (11/12). ...
    • Pencarian korban pesawat Polri libatkan 19 kapal
      Polri mengerahkan 19 kapal dan tiga pesawat untuk mencari korban pesawat Polri M-28 Sky Truck yang jatuh pada Sabtu (3/12) di perairan Kabupaten Lingga, Kepri. "Sembilan belas kapal dan tiga unsur udara dikerahkan pada ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: