Mencari Harta Bukanlah Tugas Manusia

harta-karunBagaimana manusia menjalani hidupnya adalah hasil atas kehendak dan keputusan yang dibuatnya. Semuanya itu adalah hasil dari kerja akal budi dan perasaan yang telah dikaruniakan Tuhan kepadanya.

Salah satu hasil dari kehendak dan keputusan itu adalah didapatnya barang-barang duniawi, yang selanjutnya lebih sering disebut sebagai harta. Termasuk di dalamnya seperti rumah, mobil, televisi, handphone, dan sebagainya.

Semuanya itu adalah barang-barang yang bisa dimiliki oleh manusia. Namun, di dalam perjalanan sejarah kehidupan, manusia justru sering keliru di dalam memaknai kepemilikan atas harta tersebut. Dengan berbagai kepuasan yang bisa diperolehnya dengan memiliki harta tersebut, manusia justru menjadi keliru di dalam membuat keputusan. Dipikirnya harta itulah yang menjadi tujuan di dalam hidupnya.

Akibatnya, manusia jadi bekerja dengan keras dan penuh upaya untuk bisa mendapatkan harta. Di sini manusia akhirnya menemui masalah yang baru, bahwa kepuasan yang diperoleh dari harta tersebut ternyata tidak ada habisnya. 

Misalnya saja seorang yang harus berangkat ke kantor dengan menggunakan kendaraan umum. Setelah setahun seperti itu, dia merasa dengan kendaraan umum harus berjejal-jejal dengan orang lain bila sedang ramai, sehingga dia pun memutuskan untuk membeli sepeda motor. Setelah beberapa waktu mengendarai sepeda motor, dia merasa bahwa dengan sepeda motor dia bisa kebasahan bila sedang hujan, sehingga dia pun mengganti sepeda motornya dengan mobil. Akhirnya, orang tersebut terpaksa bekerja keras mengumpulkan uang agar bisa membeli kendaraan yang dia inginkan. 

Hari demi hari dilaluinya hanya dengan bekerja mengumpulkan uang. Di rumah pada malam hari pun dilewatkannya dengan memikirkan bagaimana caranya bisa mendapatkan uang. Kehidupannya hanya diisi dengan keinginan untuk mengumpulkan harta.

Manusia lupa bahwa sebenarnya harta bukanlah tujuan hidup di dunia ini. Bukankah harta bisa rusak dan hancur seiring berjalannya waktu. Bukankah semua kepemilikan yang menjadi haknya akan berakhir setelah napas manusia pun berakhir.

Pada akhirnya, manusia akan kembali kepada pencipta-Nya. Allah berkuasa memanggil manusia dari dunia kapan pun, sekalipun dia sedang bersusah-susah atau sedang berkelimpahan, sekalipun dia sedang miskin maupun kaya. Pada saat itulah, segala perbuatan manusia selama hidup di dunia akan diminta pertanggungjawabannya. Karenanya, Allah pun murka bila mengetahui bahwa kerja manusia di dunia hanyalah mengumpulkan harta, tetapi lupa akan kewajibannya melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Kitab Mazmur 112: 1-3 mengatakan, “Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.”

Karena itu, bila tujuan hidup manusia memang adalah kebahagiaan, maka harta bukanlah tujuan hidup. Harta hanyalah cara untuk mencapai kebahagiaan. Namun, seperti yang dikatakan Mazmur, yang paling penting adalah untuk takut akan Tuhan, dan sangat suka kepada segala perintah-Nya. Hanya dengan inilah manusia akan bisa berbahagia.

Seekor monyet hanya memiliki tangan saja yang menyamakannya dengan manusia. Selebihnya, dia hanyalah binatang yang tidak mempunyai akal budi, bulunya pun tipis, dan keahliannya hanya bisa memanjat pohon dan bergantungan dari satu pohon ke pohon yang lain. Dia harus hidup di dalam hutan, dan hanya makan dari buah-buahan yang tumbuh di sana. Tetapi, monyet tidak pernah mengenal istilah kelaparan di dalam hidupnya.

Manusia yang mempunyai akal budi dan bisa menjalani kehidupan dari keputusan yang dibuatnya sendiri, justru bisa mengalami kelaparan. Begitu banyak buah di dunia, lahan pertanian juga masih sangat luas, dan masih banyak hewan yang bisa dijadikan daging untuk dimakan, tetapi masih ada saja manusia yang kelaparan.

Ini semua karena manusia menganggap sudah keliru di dalam memaknai harta di dalam kehidupan ini. Akibatnya, banyak orang yang terus saja mengumpulkan harta untuk kepentingannya sendiri, tanpa menyadari bahwa karena itu, banyak orang yang justru tidak memiliki kesempatan untuk memiliki apa yang dibutuhkannya untuk menjalani hidup.

Alih-alih berbagi, bahkan demi harta, banyak manusia yang tidak segan merebut kesempatan yang dimiliki orang lain untuk bisa menjalani hidup. Lihat saja banyak orang yang harus mati dibunuh setelah harta miliknya dirampok. Karena harta, banyak manusia yang tidak takut lagi akan perintah Tuhan dan justru tidak segan untuk melakukan apa yang dilarang-Nya. 

Manusia harus memperbaiki kekeliruannya di dalam memaknai tentang harta di dunia. Manusia harus kembali kepada prinsip bahwa harta hanyalah cara untuk mencapai tujuan hidup, namun bukan tujuan hidup itu sendiri. Manusia harus kembali memahami bahwa hidup ini adalah untuk mengabdi kepada Allah, dengan jalan mencintai segala perintah-Nya.

Dwin GideonSinarHarapan

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Aparat gabungan sita bambu runcing dan bom molotov di Kediri
      Aparat gabungan dari Kepolisian Resor Kediri Kota dan TNI merazia kawasan bekas lokalisasi Semampir di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, dan menyita sejumlah barang seperti bambu runcing serta bom molotov."Kami sudah ...
    • Persipura tanpa Bio dan Ricardinho hadapi Gresik United
      Tim Persipura Jayapura tanpa Bio Paulin Pierre dan Ricardinho da Silva saat melawan tuan rumah Gresik United dalam laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di stadion Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Minggu (11/12). ...
    • Pencarian korban pesawat Polri libatkan 19 kapal
      Polri mengerahkan 19 kapal dan tiga pesawat untuk mencari korban pesawat Polri M-28 Sky Truck yang jatuh pada Sabtu (3/12) di perairan Kabupaten Lingga, Kepri. "Sembilan belas kapal dan tiga unsur udara dikerahkan pada ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: