Revolusi Hadang SBY

yudiRekonstruksi Indonesia Baru yang berkeadilan, kerakyatan, dan bermartabat merupakan sebuah keharusan dan keniscayaan. Indonesia Baru yang dimaksud, adalah sebuah bangunan kebangsaan dan kenegaraan yang sesuai dengan amanah dan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan serta Pembukaan UUD 1945. Mengingat, reformasi sebagai sebuah pilihan untuk membawa rakyat keluar dari krisis nasional, terbukti makin kehilangan arah dan tujuannya. Bahkan selama 10 tahun kelangsungan reformasi, secara mencolok telah dimanfaatkan oleh segelintir elite penguasa dengan mengorbankan hak-hak rakyat banyak secara tidak manusiawi.

Estafet kepemimpinan nasional melalui Pemilu dalam kurun waktu lebih dari setengah abad, juga terbukti terjebak dalam distorsi dan problematika kehidupan berbangsa dan bernegara secara serius. Keberadaan kepemimpinan nasional yang dihasilkan oleh Pemilu ke Pemilu, dirasakan belum memberikan perubahan yang substansial. Kebuntuan ini, suka atau tidak suka, peran dan eksistensi generasi muda wajib tampil di garis terdepan guna membela berbagai kepentingan nasional secara cerdas dan revolusioner. Sebagai sebuah bangsa yang besar sangat memerlukan percepatan perubahan untuk menyongsong peradaban baru.

Yudhie Roh Cita Jadi: Pertama yang harus dilakukan adalah kembali pada amanah dan nilai-nilai Pancasila serta kemurnian UUD 1945. Upaya ini sangat penting, agar kita memiliki pijakan yang utuh dalam mengelola dinamika perubahan yang sejalan dengan haluan konstitusi.

Agenda Pemilu 2009 makin mendapat sorotan kritis dari berbagai ka langan. Pesta demokrasi yang menyita puluhan triliun uang negara ini dinilai mubazir dan berpotensi chaos. Selebihnya, Pemilu tersebut, hanya menjadi sarana legitimasi bagi kepen tingan status quo.

Kondisi ini sangatlah ironis. Di mana, rakyat seolah diposisikan sebagai objek pelengkap semata. Rakyat dibuat tidak berdaya dan manut pada kemauan segelintir elite. Hasilnya, dari pemilu ke Pemilu tidak menjadi tonggak perubahan yang sejalan dengan kemauan rakyat banyak. “Kenyataan ini menyebabkan sepuluh tahun kelangsungan reformasi dan demokrasi yang diperjuangkan rakyat, dihinggapi kabut gelap kehidupan berbangsa dan bernegara secara tidak wajar,” tegas Ketua Umum, Barisan Pemuda Peduli Rakyat, Yudhie Roh Cita Jadi.

Tokoh muda berdarah Sunda kelahiran 6 Desember 1965 ini berpendapat, bahwa fakta ketidak jelasan dari Pemilu yang dilakukan tersebut, perlu dievaluasi kembali. “Seluruh elemen bangsa yang masih memiliki moralitas harus melakukan terobosan kongkrit untuk melahirkan kepemimpinan alternatif secara damai dan konstitusional,” ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia tidak bisa bangkit sebagai sebuah bangsa yang besar dan maju, jika para elite penguasa masih mengedepankan kepentingan kelompoknya. Selain itu, pemimpin nasional yang dihasilkan oleh Pemilu dalam era reformasi ini nyaris tidak memiliki visi negarawan. “Elite-elite penguasa yang berkuasa dan tampil di pentas politik saat ini, makin kehilangan jati diri akibat berpijak pada amendemen UUD 1945 yang kacau balau,” ujar Yudhie.

Kondisi ini sangat memungkinkan, “bagi rakyat untuk keluar dari krisis sosial-politik dan ekonomi melalui tindakan-tindakan yang revolusioner dengan mengembalikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pijakan kokoh menata kembali kehidupan berbangsa dan bernegara secara konsekwen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendekatan revolusioner adalah sebuah keniscayaan bagi bangsa Indonesia untuk memastikan adanya percepatan perubahan dalam menyongsong perubahan zaman. “Tindakan ini sangat membutuhkan adanya kepemimpinan alternatif yang berasal dari luar panggung patron-patron yang berkuasa saat ini,” jelas Yudhie.

Hampir satu dekade kita sudah menjalankan demokrasi dan reformasi, namun tetap saja situasi kehidupan berbangsa makin terpuruk. Menurut Anda apa sebenarnya yang menjadi hambatan?

Kita tidak bisa bangkit sebagai sebuah bangsa yang besar dan maju, jika para elite penguasa masih mengedepankan ke pentingan kelompoknya. Selain itu, pemimpin nasional yang dihasilkan dalam era reformasi ini nyaris tidak memiliki visi negarawan serta kemampuan managerialnya yang dapat membawa kita keluar dari krisis sosial, politik dan ekonomi. Mereka tidak memiliki konsep yang cerdas dalam mengelola berbagai potensi nasional yang tersedia. Padahal, kita sangat kaya sumber daya alam dan memiliki 230 juta rakyat sebagai kekuatan pasar yang cukup diperhitungkan dunia internasional. Semestinya dengan modal potensi nasional tersebut, kita maju, mandiri dan sejahtera. Namun kenyataannya, kita justru dimiskinkan dan dibangkrutkan oleh penyelenggara negara. Dalam konteks ini, sebagai generasi muda kami sangat prihatin dan kecewa.

Tegasnya, agenda reformasi telah gagal?

Kita harus jujur bahwa reformasi dan demokrasi yang kita jalani saat ini sangat kontraproduktif dengan cita-cita kemerdekaan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa. Hal ini menyebabkan kita makin kehilangan jati diri dan terjebak dalam berbagai problem nasional yang semakin kompleks. Kalau kita tidak segera berintrospeksi dan mengevaluasi kegagalan reformasi, kita selamanya akan termarginal dalam arus kuat perubahan zaman.

Kalau reformasi dinilai telah gagal apa yang seharusnya dilakukan?

Kita harus menggalang percepatan perubahan dengan langkah-langkah yang bersifat revolusioner. Tindakan ini perlu ditempuh agar kita dapat memastikan adanya perce patan kemajuan dan kesejah teraan kehidupan rakyat. Tanpa tindakan yang revolusioner, jangan pernah berharap adanya perubahan yang signifikan di negeri ini.

Tindakan revolusiner seperti apa?

Pertama yang harus dilakukan adalah kembali pada amanah dan nilai-nilai Pancasila serta kemurnian UUD 1945. Upaya ini sangat penting, agar kita memiliki pijakan yang utuh dalam mengelola dinamika perubahan yang sejalan dengan haluan konstitusi. Mengingat, reformasi yang digerakkan terbukti menjadi kacau-balau, akibat tidak bersandar pada prinsip-prinsip tersebut. Selanjutnya, perlu adanya terobosan untuk menghadirkan pemimpin alternatif yang berwawasan global, punya sikap nasionalisme, bermartabat, tegas dan tentunya memiliki kemampuan managerialnya dalam menggerakan percepatan pembangunan dan kemandirian nasional.

Pilihan revolusi tersebut termasuk menolak Pemilu?

Jelas demikian. Tidak mungkin pemimpin alternatif lahir dari Pemilu bentukan elite penguasa. Pemimpin alternatif justru lahir dari luar sistem kekuasaan. Contohnya Soekarno yang kita banggakan itu tidak dilahirkan dari Pemilu. Dan, kalau kita amati, berbagai Pemilu lokal yang dilakukan di sejumlah daerah, hampir sebagian besar rakyat memilih Golput. Hal ini mengindikasikan bahwa rakyat semakin apatis, jenuh dan tidak percaya lagi dengan para elite penguasa. Nah, saya yakin pada Pemilu nasional nanti, akan terjadi Golput secara besar-besaran. Ini realitas yang tidak bisa dipungkiri.

Bagaimana caranya melahirkan pe m impin alternatif dari luar sistem Pemilu?

Ada dua pendekatan. Pertama, kalau Pemilu terjadi kebuntuan atau chaos maka perlu dilakukan Pemilu ulang dengan mengakomodir calon alternatif dari luar partai politik. Kebuntuan tersebut disebabkan oleh suara Golput yang menembus lebih dari 65 persen dan benturan hori sontal antar partai politik serta para calon legislatif dan presiden. Kedua, Pemilu dihadang oleh desakan revolusi rakyat. Di mana terjadinya keresahan nasional akibat dari ketidakpastian situasi politik, yang secara alami mendorong rakyat untuk memboikot Pemilu. Salah satu bentuk keresahan itu dipicu oleh sistem Pemilu yang dinilai hanya akal-akalan elit penguasa untuk meloloskan SBY untuk berkuasa kembali.

Kalau SBY tetap terpilih pada Pemilu nanti?

Yang jelas kepemimpinannya tidak akan memiliki legitimasi dari dukungan suara rakyat secara mayoritas. Kalau dipaksakan maka akan muncul keresahan nasional. Selain itu, jika SBY pada Pemilu ini tampil kembali berkuasa, maka kita akan terjebak dalam bentuk pemerintahan kompromi yang dibangun dengan semangat koalisi multi partai. Hasilnya, tidak akan ada perubahan selain bagi-bagi kekuasaan. Dan rakyat akan dibuat menghamba kepada kebijakan-kebijakan SBY yang pro kepada konglomerasi dan kepentingan neo liberal. Apa mungkin rakyat mau seperti itu lagi?

Anda tidak setuju dengan SBY, ada calon lain yang didukung?

Tidak ada. Semua calon presiden dan wakil presiden yang diusung para elite partai masih wajah lama. Sehingga itu perlu adanya terobosan untuk menghadirkan pemimpin alternatif di pentas nasional dari figur generasi muda.

Apakah figur muda dari pemimpin alternatif yang Anda maksud memiliki visi dan program yang lebih baik?

Oh tentu saja. Dalam kurun waktu sepuluh tahun ini kita banyak belajar dan mengambil hikmah dari berbagai kega galan kebijakan yang telah dilakukan oleh elit penguasa. Kalau kami diminta tampil memimpin, yang jelas kami pasti akan melakukan terobosan-terobosan yang tidak lagi bersifat normatif.

Di mana baik secara konseptual maupun visionernya lebih mengutamakan aspirasi dan kesejahteraan rakyat. Hal ini yang nyaris tidak dilakukan secara serius oleh para elit penguasa saat ini. Singkatnya, kepemimpinan alternatif harus mengedepankan konsep penyelenggaraan pemerintahan dan negara secara cerdas dan lebih mutahir.

Bisa Anda jelaskan konsep mutahir seperti apa untuk mempercepat penyelesaian krisis dan mendorong pembangunan nasional secara tepat?

Pendapat saya, perlu untuk mengembalikan rakyat pada landasan konstitusi yang sebenarnya. Yakni, Pancasila dan kemurnian UUD 1945. Agar kita dapat berpijak pada pemahaman bernegara dan berbangsa secara pasti dan utuh. Ini tindakan jangka pendek untuk mengkonsolidasikan rakyat dalam konstruksi ideologi nasional yang kokoh dan berkesinambungan.

Selanjutnya, perlu mengevaluasi kembali berbagai kebijakan ekonomi nasional dan pengelolaan potensi sumber daya alam secara serius. Upaya ini harus dilakukan, agar dapat memastikan bahwa sumber kekayaan alam dan ekonomi nasional kita dimanfaatkan untuk tujuan kemakmuran rakyat. Pendekatan ini sekaligus merupakan bentuk koreksi terhadap kesalahan kebijakan yang telah dilakukan oleh para elit penguasa. Mengingat arah dan kebijakan mereka cenderung menempatkan rakyat dan negara bergantung pada kepentingan pemodal asing.

Dalam konteks pendekatan kebijakan internasional?

Kita harus bangkit dan berdiri sejajar dengan negara-negara lain secara mandiri dan berdaulat. Hal ini sangat mungkin untuk dilakukan. Karena Indonesia sebagai bangsa memiliki posisi geopolitik yang strategis dan diperhitungkan. Makanya perlu segera menata kembali hubungan kerjasama regional dan bilateral secara cerdas dan percaya diri. Di mana menjadikan Indonesia sebagai bangsa dan negara yang ikut memainkan peranan penting dalam perubahan dunia global di garis terdepan dan sejajar dengan negara-negara lainnya. Bukan menjadikan Indonesia sebagai negara yang mengekor dan berpasrah pada kepentingan asing tanpa adanya upaya memproteksi kepentingan nasional kita secara tegas dan serius.

Kembali kepada persoalan politik nasional, apakah masih perlu untuk dilakukan rekonsiliasi?

Sangat perlu sekali. Namun rekonsiliasi nasional hanya dapat dilakukan oleh pemimpin alternatif yang tidak berpihak kepada patron manapun. Rekonsiliasi dibutuhkan oleh bangsa Indonesia untuk mengakhiri segala bentuk perilaku kehidupan sosial-politik yang dibangun dengan dendam, kebencian dan semangat pertengkaran antar anak bangsa. Tanpa adanya rekonsiliasi kita akan tetap menjadi terkotak-kotak dan terjebak dalam suasana nasional yang tidak beradab dan bermartabat.

Pandangan dan harapan Anda tentang Indonesia masa depan seperti apa?

Kita harus menggalang kesamaan pandangan di masyarakat bahwa kita perlu untuk segera kembali pada semangat dan nilai-nilai Pancasila dan kemurnian UUD 1945. Dengan pemahaman tersebut, kita dapat menggerakan kembali kebangkitan nasional kita sesuai dengan amanah dan cita-cita kemerdekaan para pendiri bangsa. Tanpa adanya upaya ini, tidak akan ada harapan untuk meraih masa depan
Indonesia.

Kalau demikian, artinya amendemen UUD 1945 yang dilakukan pemerintahan reformasi harus dibatalkan?

Itu pilihan yang saat ini disuarakan oleh rakyat banyak.

Kenapa?

Sangat jelas. Karena kehidupan rakyat dalam kurun waktu sepuluh tahun ini tidak mendapatkan hasil apa-apa dari pijakan pemerintahan yang dibangun dengan dasar amendemen UUD 1945. Justru yang terjadi sebaliknya. Kehidupan rakyat makin memprihatinkan. Di mana, angka pengangguran makin melonjak, pendidikan, kesehatan, harga sembako dan transportasi makin mahal. Selain itu, Akibat amandemen tersebut, menyebabkan bangsa dan negara ini tidak jelas mau di bawa ke mana? Yang ada hanya pertengkaran perebutan kekuasaan antar elit penguasa.

Kalau rakyat menghendaki kembali kepada kemurnian UUD 1945 dan menolak amendemen, tindakan konkretnya seperti apa?

Perlu dilakukan rekonsiliasi nasional dari seluruh elemen bangsa baik, sipil maupun militer dengan memanfaatkan kegagalan Pemilu sebagai pintu masuk melahirkan kepemimpinan alternatif. Jangan sampai Pemilu chaos tidak ada antisipasi sebe lumnya. Nah, pada kondisi tersebut adalah momentum strategis bagi seluruh elemen bangsa untuk mengakhiri kekacauan sistem politik yang disebabkan oleh kegagalan konstitusi amandemen bentukan elit penguasa. Dan menurut analisa saya, Pemilu kali ini akan stagnan di mana banyak mayoritas rakyat akan memilih Golput secara besar-besaran. Kalau hal ini terjadi, maka sudah saatnya rakyat bangkit dan bersatu untuk menyudahi krisis nasional dengan berpijak pada kemurnian UUD 1945. Ini pilihan yang sangat relevan dan konstitusional agar perubahan yang revolusioner memiliki pijakkan yang jelas dan tepat.

Anda yakin Pemilu akan gagal dan muncul revolusi?

Kenyataan akan kita hadapi seperti itu. Rakyat akan memilih Golput dan menghadang SBY dengan gerakan revolusi damai.

EXPAND

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Tim pencari lanjutkan evakuasi korban gempa dari reruntuhan
      Tim pencari dan penyelamat melanjutkan upaya mengevakuasi korban gempa dari bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa 6,5 Skala Richter (SR) yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya kemarin pagi, menewaskan lebih ...
    • Kekuatan gempa 6,5 SR setara empat bom Hiroshima
      Perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut kekuatan gempa bumi 6,5 Skala Richter (SR) yang kemarin pagi mengguncang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya setara dengan kekuatan empat hingga enam ...
    • Penyertaan Modal Negara untuk PT SMI perlu diaudit BPK
      PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) hampir setiap tahun memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) yang secara total telah tersalurkan Rp24,3 triliun.Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, dalam keterangan tertulis, Kamis, ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: