Tidak Bisa Saling Tahu Isi Hati

Sunset in Ambon (Photo by: Andy Eric Manuhutu)

Sebuah buku diterbitkan Koninklijk Instituut voor de Tropen untuk memperingati 10 tahun tragedi konflik Maluku. “Je kunt niet in elkaars hart kijken” Tidak bisa saling tahu isi hati, perang dan perdamaian di Maluku, ditulis oleh Leonor Pattinasarany dan Dita Vermeulen. Radio Nederland berbincang dengan Leonor seputar peluncuran buku di Museum Maluku, Utrecht, tersebut.

Leonor Pattinasarany [LP]: Judul buku itu, kami dapat dari wawancara dengan orang-orang diMaluku, kalau saya menanya orang-orang mengenai hidup bersama, antara orang Islam dan orang Kristen di masa depan Maluku, mereka jawab positif ya.

Tapi langsung mereka sambung dengan kata-kata. Tetapi saya tidak tahu hati mereka. Lalu kami saling dengan bahasa Belanda “Je kan niet in hun hart kijken”.

Pela Gandong

Dia punya isi, tiga bab dalam buku. Satu, kerusuhan dan akibat kerusuhan. Kedua, mengenai pembangunan kembali, bab ketiga, mengenai adat istiadat di Maluku dengan orang-orang Maluku, orang-orang Kristen dan Muslim yang banyak kali mereka saudara rapat oleh karena adat Maluku, Pela Gandong ya.

Ada desa Islam dan desa Kristen mereka Pela Gandong, tetapi waktu kerusuhan mereka lain serang lain.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Buku ini hanya dalam bahasa Belanda apa juga akan diterbitkan dalam bahasa Indonesia?

LP: Buku ini cuma terbit dalam bahasa Belanda.

RNW: Dan untuk menulis buku ini, Anda harus pulang pergi Amsterdam-Maluku saya rasa. Dan berapa lama Anda membutuhkan waktu untuk menulis buku ini?

LP: Mangkali dua tahun, atau satu tahun setengah yang kami mulai dengan rencana untuk tulis mengenai buku ini, dan cari uang untuk bisa terbit buku ini, lalu kami riset dan pergi ke kembali ke Maluku untuk wawancara orang-orang yang waktu kerusuhan, saya juga bicara dengan mereka dan film mereka.

RNW: Boleh tahu siapa saja yang Anda wawancara di sana?

LP: Banyak orang ada dengan orang-orang dari pihak Muslim, dan juga pihak Kristen. Orang di kota dan orang di desa juga.

RNW: Berapa total yang diwawancara ibu?

Wawancara berbagai instansi

LP: Banyak sekali tapi tidak semua yang dipake. Tapi ada grup-grup yang kami taruh perhatian selaku anak-anak yang di Belanda sini bilang “kind soldaten” anak-anak muda yang waktu itu juga berperang satu dengan yang lain, maupun anak-anak Kristen maupun anak-anak Muslim dan juga waktu kerusuhan ada satu organisasi ibu-ibu namanya Perempuan Peduli yang mengorganisir rekonsiliasi antar anak-anak itu juga saya wawancara dengan mereka. Juga dengan orang-orang dari mesjid Al-Fatah dan pendeta-pendeta dari gereja Maranatha dan turun sampe di orang-orang pengungsi.

RNW: Jadi tadi ibu juga bercerita ada tentara anak dalam kasus konflik di Ambon ya, jadi anak-anak digunakan untuk perang, ikut berperang banyak itu?

LP: Itu banyak waktu itu. Oleh karena banyak kali kalau menanya mereka kenapa sampai mereka turut perang? Banyak kali mereka bilang, mereka mau pertahan mereka punya agama ya.

RNW: Anda tentu punya pengalaman menarik di sana bisa diceritakan ibu?

LP: Saya yang dicari orang-orang yang waktu kerusuhan, saya yang wawancara dengan mereka atau turut mereka punya aktivitas waktu itu mereka lalu kalau dapat wawancara dengan mereka. Umpama desa Iha, ini desa Muslim tersendiri di jazirah Hatawano di pulau Saparua. Mereka diserang, kemuka, satu serang lain ya, begitu.

Lalu yang tahun 2000 ini desa Iha diserang, dihabiskan. Lalu mereka sekarang sudah pindah di pulau lain. Lalu beta cari orang-orang yang waktu itu tahun 2000. Saya wawancara dengan mereka lalu saya cari dorang kembali untuk wawancara.

Banyak orang tidak mau lagi kerusuhan ulang ya, tapi kalau tanya menanya terus mereka toh tidak tahu ini kerusuhan bisa ulang lagi. Dan itu kami kasi bukunya punya titel “Saya Tidak Tahu Hati Mereka”.

RANESI

2 Comments

  1. I have never given the rights to use the above photographs to anyone…..I never remember given the rights to whoever owns this website……

  2. lebe bae jaga hati dari pada mau cari tau isi hati orang.. jaga hati bae2 bangun ambon.. kalo tar mau par diri sandiri yah ingat saja par ade2.. deng ana2 dar balakang jua.. jang kata mau ambel samua skarang par katong…😀


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Aparat gabungan sita bambu runcing dan bom molotov di Kediri
      Aparat gabungan dari Kepolisian Resor Kediri Kota dan TNI merazia kawasan bekas lokalisasi Semampir di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, dan menyita sejumlah barang seperti bambu runcing serta bom molotov."Kami sudah ...
    • Persipura tanpa Bio dan Ricardinho hadapi Gresik United
      Tim Persipura Jayapura tanpa Bio Paulin Pierre dan Ricardinho da Silva saat melawan tuan rumah Gresik United dalam laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di stadion Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Minggu (11/12). ...
    • Pencarian korban pesawat Polri libatkan 19 kapal
      Polri mengerahkan 19 kapal dan tiga pesawat untuk mencari korban pesawat Polri M-28 Sky Truck yang jatuh pada Sabtu (3/12) di perairan Kabupaten Lingga, Kepri. "Sembilan belas kapal dan tiga unsur udara dikerahkan pada ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: