Kualitas Caleg

bundaranpabaengcnvwj6Keraguan akan kualitas sebagian caleg terus bergulir. Banyak di antara mereka yang dinilai tak punya visi sebagai wakil rakyat. Apalagi, di antara para caleg, ada yang direkrut bukan karena kemampuan, tapi untuk memenuhi kuota.

”Merekrut caleg saat ini seperti menawar cabai di pasar. Sebab, merekrut caleg yang berkualitas tidak gampang. Bayangkan saja, parpol dituntut menyediakan caleg sekitar 500 orang untuk setiap parpol,” ujar Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Sebastian Salang dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta, kemarin (28/2).

Diskusi tersebut juga dihadiri mantan politikus PPP Ridwan Saidi, caleg dari PAN Ade Daud Iswandi Nasution, dan caleg dari Partai Demokrat Theresia Pardede atau yang lebih dikenal sebagai penyanyi bernama panggung Tere.

Kondisi tersebut membuat parpol merekrut caleg hanya berorientasi memenuhi kuota. Tidak ada pertimbangan kualitas dan kemampuan caleg tersebut. Ditambah lagi, caleg itu direkrut agar parpol tersebut mendapat suntikan dana.

Pada saat yang sama, imbuh Sebastian, beberapa kalangan menyambut baik tawaran parpol tersebut. Mereka yang memiliki dana besar ingin mencoba peruntungan di dunia politik. Biasanya, banyak yang berasal dari kalangan pengusaha daerah dan artis.

”Mereka hanya berpikir bagaimana mendapat banyak suara agar jadi, tapi tidak membekali diri dengan kemampuan representasi, legislasi, dan kemampuan yang seharusnya dimiliki wakil rakyat,” katanya.

Hal senada diungkapkan Ridwan Saidi. Budayawan asli Betawi itu mengatakan, fenomena nyaleg saat ini tidak lebih dari fenomena mencari kerja. Banyak orang yang memilih menjadi caleg hanya karena butuh pekerjaan. Bukan karena kesadaran untuk memperjuangkan rakyat. ”Sekarang lihat saja. Banyak caleg yang terjerat kasus kriminal. Itu menunjukkan bagaimana kualitas mereka sebenarnya,” tegasnya.

Karena itu, kata Ridwan, rakyat kini semakin antipati terhadap parpol dan caleg. Salah satu bentuk protes yang konkret saat ini adalah tidak memilih alias golput. ”Jangan salahkan rakyat yang golput. Itu adalah bentuk protes,” tegasnya.

Sebastian berpendapat lain. Dia mengakui, golput bisa jadi merupakan salah satu bentuk protes. Namun, rakyat bisa menyikapinya dengan cerdas. Caranya adalah mengajak kelompok konstituen untuk mengikat caleg dari daerah pilihannya dengan kontrak politik.

JawaPos

Advertisements

1 Comment

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    Sudah saatnya kita ganti sistem,
    untuk masa depan umat yang lebih baik!
    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Alasan GBI Gatot Subroto ubah jam misa di hari Lebaran
      Seperti Gereja Katholik TMII dan Gereja Katedral di Jakarta Pusat, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Gatot Subroto yang berada di kawasan mal Senayan City juga mengubah jam misa pada hari Lebaran, yang kemungkinan jatuh pada Minggu ...
    • Penumpang Jawa Barat dominasi Terminal Kampung Rambutan
      Penumpang tujuan kota-kota di Jawa Barat mendominasi arus mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada H-1 atau Sabtu. "Bus-bus tujuan kota-kota di Sumatera, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sudah berangkat pada ...
    • Gubernur Jatim dijadwalkan shalat id di Masjid Al-Akbar
      Gubernur Jawa Timur Soekarwo dijadwalkan melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya bersama Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Minggu, 25 Juni 2017. "Gubernur, Wagub dan pejabat ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: