Sjahrir dan Diplomasi Indonesia

vanmook1Kontroversi masih berlangsung sampai saat ini, soal bagaimana menilai perjuangan Sjahrir dalam meja diplomasi. Sebagian orang menyebut dirinya terlalu kompromis.

Tetapi ada juga yang menilai, tanpa sang “Bung Kecil” di meja perundingan, Indonesia tidak akan seperti saat ini.

Pada masa perjuangan kemerdekaan, Sjahrir adalah tokoh yang kerap tampil memimpin delegasi diplomasi. Semua strategi politik diletakkan di pundaknya agar kedaualatan Indonesia diakui Belanda dan negara-negara lain.

Tidak semua sepakat dengan apa yang telah dihasilkannya di meja runding. Bahkan, dirinya pernah diculik oleh sebuah batalion tentara Republik Indonesia (RI). Peristiwa tersebut terjadi pada 26 Juni 1946 malam, di Surakarta, ketika dia sedang dalam perjalanan politiknya menyusuri Jawa.

Pelakunya adalah kelompok oposisi Persatuan Perjuangan yang tidak puas atas diplomasi yang dilakukan pemerintah Kabinet Sjahrir dengan pemerintah Belanda. Kelompok ini menginginkan kedaulatan penuh. Namun, mereka mendapat desas-desus bahwa Sjahrir telah mengirim surat ke Perwakilan Belanda Van Mook dan mengisyaratkan kesediaan menyetujui wilayah RI hanya terbatas Jawa dan Madura.

Mereka melihat sikap Sjahrir telah mencair, sebab sebelumnya perundingan di Belanda menemui jalan buntu. Belanda menolak mengakui wilayah penuh RI yang meliputi Aceh sampai Maluku, minus Papua.

Penculikan tersebut dipimpin Mayor Jenderal Soedarsono dan 14 pemimpin sipil lainnya. Sjahrir dibawa ke rumah peristirahatan Paras. Aksi penculikan tersebut membuat marah Presiden Soekarno. Dia memerintahkan polisi Surakarta menangkap para pimpinan kelompok. Namun, Mayor Jenderal Soedarsono bersama tentara Divisi III menyerbu penjara dan membebaskan 14 pemimpin sipil.

Tanggal 3 Juli 1947, Sutan Sjahrir berhasil dibebaskan setelah pasukan Mayor Soedarsono dilucuti senjatanya.

Sjahrir juga memimpin delegasi Indonesia dalam perundingan yang diadakan di Bukit Linggarjati, Cirebon pada 15 November 1946. Pihak Belanda dipimpin Prof Schemerhorn, dengan penengah Lord Killern (Inggris).

Pesta sesudah Perjanjian Linggarjati -1947

Perundingan Linggarjati ini menghasilkan, antara lain Belanda mengakui wilayah RI meliputi Jawa, Sumatera, dan Madura. Di luar itu, Belanda akan membentuk negara-negara baru. Kedua, RI dan Belanda akan membentuk Negara Indonesia Serikat (NIS), yang terdiri dari RI dan negara-negara baru (BFO). Ketiga, NIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya.

Hasil perundingan ini merugikan Indonesia, karena wilayah menjadi kian sempit. Untuk itu, Perdana Menteri Sutan Sjahrir kemudian mengembalikan mandat kepada Presiden.

Konsisten di Jalur Diplomasi

Hasil perundingan ini kemudian juga menimbulkan kekecewaan pada sejumlah kalangan di Tanah Air. Banyak yang menilai, kesepakatan Linggarjati adalah buah lemahnya diplomasi sehingga Indonesia gagal mempertahankan kedaulatan negara.

Meski di tengah berbagai tekanan, pria kelahiran Padang Panjang 9 Maret 1909 ini tetap konsisten memperjuangan Indonesia di jalur diplomasi.

Aktivis Rachman Tolleng menilai Sjahrir sebagai seorang yang rasional. Dia memimpin kabinetnya dengan tetap mengusahakan perjuangan lewat jalur diplomasi.

“Dia tahu akan konyol menghadapi Belanda dan sekutu hanya dengan perang, sebab sekutu mempunyai peralatan yang lebih canggih,” kata Rachman.
Pada 14 Agustus 1948, Sjahrir memimpin delegasi Indonesia di sidang Dewan Keamanan PBB. Sebelum menuju New York tempat sidang dilaksanakan, Sjahrir singgah dulu di Kairo dan New Delhi. Tujuannya untuk melobi dukungan dari India dan Mesir.

Kepiawaian Sjahrir ditunjukkan dalam sidang tersebut. Dia berhasil mematahkan argumen diplomat Belanda untuk PBB.

Pidatonya dimulai dengan mengisahkan sebuah bangsa yang sudah mengenal tulisan sejak seribu lima ratus tahun silam, yang memiliki berserat-serat sejarah emas di bawah Sriwijaya dan Majapahit, yang terbentang dari Papua di Timur hingga Madagaskar di Barat. Dalam pasang surut sejarah yang sukar dirumuskan, bangsa itu mulai ditindas oleh orang-orang Eropa.

Dengan cemerlang sekaligus efektif, Sjahrir mengakhirinya dengan kata-kata: “Dalam proses itu, negeri saya kehilangan kemerdekaannya… dan jatuh dari tempatnya yang megah dahulu menjadi tanah jajahan yang lemah dan hina.”
Oleh karena diplomasi Sjahrir, Belanda gagal menunjukkan bahwa masalah Indonesia adalah urusan dalam negerinya sendiri. Dia berhasil mengarahkan penilaian wakil-wakil negara dunia untuk memihak kepada Indonesia.

“Sjahrir berhasil menunjukkan eksistensi pemerintah Indonesia yang memiliki pemimpin-pemimpin yang terlegitimasi,” ujar Rachman.

Partai Sosialis

c-1Selain di meja perundingan, Sjahrir juga dikenal sebagai pendiri Partai Rakyat Sosialis, yang nantinya bergabung dengan Partai Sosialis yang dpimpin Amir Sjarifuddin. Partai Sosialis menjadi penentu dalam pembentukan kabinet pada periode 1945-1947. Namun, belakangan Partai Sosialis ini pecah, sehingga Sjahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI) pada tahun 1948.

PSI mengusung sosialisasi kerakyatan yang menjunjung kemanusiaan dan mengakui persamaan derajat semua manusia. Sejumlah tokoh PSI yang dikenal, seperti Subadio Sastrosastomo, Sutan Takdir Alisyahbana, Prof Sarbini Somawinata, Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, dan Mochtar Lubis.

Dalam Pemilu 1955, PSI tidak berhasil meraup suara yang signifikan. PSI hanya meraih lima kursi DPR. Namun, nasib PSI berakhir pada 1960, karena dibubarkan pemerintahan Bung Karno. Nasib serupa dialami Masyumi. Kemudian, pada tahun 1963, Sutan Sjahrir resmi ditetapkan sebagai tahanan politik hingga akhir hayatnya di Swiss.

Agustanzil Syahruzah menuturkan, dari narasi yang ada, perlu diketahui PSI tak pernah dinyatakan sebagai partai terlarang. Itu yang perlu dikoreksi. Dari kajian semua ini memang kalau dilihat keadaan saat ini, di mana etika politik sudah jauh ditinggalkan, jadi kayaknya menjadi relevan untuk memperjuangkan etika politik seperti yang dibawakan oleh Bung Sjahrir dan pejuang-pejuang semasanya. Jadi memang ada upaya untuk mengakui kembali PSI karena PSI ini diaktifkan kembali dan beda dengan partai-partai yang sekarang ini ada.

Menurut Des Alwi, pernah suatu kali Sjahrir mengarahkan dirinya, bahwa PKI itu kuat karena disiplinnya. Nah, kita ini semua nggak ada disiplin. Ketika PSI kalah di Jakarta dalam pemilu (PSI mendapat 43.000 suara), Sjahrir mengatakan, “Hei Des, You tahu itu. Itu yang intelektualnya. Yang 43.000 itu Jakarta penduduknya empat juta, 10 persennya,” ujar Des Alwi.

vidi vici/daniel tagukawi – SinarHarapan

2 Comments

  1. tukaran link y

  2. saya salah satu yang penasaran ttg sosok sjahrir!!!!
    bapak bisa menjelaskan peristiwa penculikan sjahrir 1946!??


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Aparat gabungan sita bambu runcing dan bom molotov di Kediri
      Aparat gabungan dari Kepolisian Resor Kediri Kota dan TNI merazia kawasan bekas lokalisasi Semampir di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, dan menyita sejumlah barang seperti bambu runcing serta bom molotov."Kami sudah ...
    • Persipura tanpa Bio dan Ricardinho hadapi Gresik United
      Tim Persipura Jayapura tanpa Bio Paulin Pierre dan Ricardinho da Silva saat melawan tuan rumah Gresik United dalam laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di stadion Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Minggu (11/12). ...
    • Pencarian korban pesawat Polri libatkan 19 kapal
      Polri mengerahkan 19 kapal dan tiga pesawat untuk mencari korban pesawat Polri M-28 Sky Truck yang jatuh pada Sabtu (3/12) di perairan Kabupaten Lingga, Kepri. "Sembilan belas kapal dan tiga unsur udara dikerahkan pada ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: