Menunggu Argumentasi Prabowo

parakomandoKeberatan Prabowo terhadap biografi Letnan Jenderal (Purn.) Sintong Panjaitan sebaiknya segera dituangkan pula dalam sebuah buku. Jawaban-jawaban singkat Prabowo Subianto kepada pers, apalagi sambil bercanda, tidaklah memadai. Penjelasan yang serius amat diperlukan demi transparansi sejarah.

Tuduhan Sintong dalam bukunya bertajuk Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando tak bisa dianggap enteng. Salah satunya mengenai tudingan bahwa Prabowo pernah berencana menculik petinggi TNI. Kisah ini didasari pengakuan Luhut Panjaitan, saat itu mayor infanteri, atasan langsung Prabowo di Kopassus. Diungkapkan, pada Maret 1983, Kapten Inf. Prabowo, Wakil Komandan Detasemen Antiteror, bertingkah laku aneh. Ia seperti seorang yang tengah stres dan menganggap negara dalam keadaan genting.

Menurut Luhut, tanpa memberi tahu dirinya, Prabowo telah menyiapkan pasukan detasemen untuk menculik Letjen L.B. Moerdani dan sejumlah perwira TNI. Itu karena ia melihat Moerdani bakal melakukan kudeta merebut takhta Soeharto. Tanda-tandanya, Moerdani memasok senjata dalam jumlah besar ke Jakarta. Luhut kurang percaya kepada informasi ini. Ia akhirnya berhasil mencegah tindakan Prabowo dengan membubarkan status siaga detasemennya.

Ketika dimintai konfirmasi oleh wartawan, Prabowo mengelak. Ia menyatakan tak mungkin seorang kapten seperti dirinya saat itu ingin menculik jenderal. Bantahan seperti ini tidak cukup. Apalagi Luhut sampai ingat betul kata-kata Prabowo: “Bang, nasib negara ini ditentukan oleh seorang kapten dan seorang mayor.”

Data yang dihimpun Hendro Subroto, penulis buku biografi Sintong itu, cukup meyakinkan. Pembaca dapat melihat kutipan yang jernih dari berbagai sumber. Memang sumber utama, Benny Moerdani, yang telah meninggal, tak sempat diwawancarai. Tapi banyak sumber lain yang masih hidup yang bisa dimintai konfirmasi.

Mendekati pemilu, penerbitan buku ini memang bisa dianggap upaya memojokkan citra Prabowo sebagai calon presiden dari Partai Gerindra. Tapi kita harus melihat pula dari sisi lain. Munculnya buku seperti ini merupakan hal wajar dalam masyarakat terbuka. Dalam iklim demokrasi, para pelaku sejarah justru dituntut berani membeberkan kesaksiannya atas suatu peristiwa penting.

Ketika disingkirkan dari TNI pada 1998, Prabowo suatu kali dalam sebuah wawancara pernah memetaforakan dirinya bagaikan anak bungsu Raja Hidetora dalam film Ran besutan Akira Kurosawa, adaptasi dari King Lear karya Shakespeare. Anak bungsu itu mengingatkan sang ayah bahwa ia bakal dikudeta. Tapi infonya tak dipercaya, malah ia dianggap mengada-ada dan kemudian disingkirkan. Sebaliknya, Sintong dalam buku itu dengan tajam menyebut Prabowo bagaikan putra Saddam. Setelah Maret 1983 itu, menurut dia, seharusnya Prabowo ditindak. Tapi kenyataannya TNI tak berani mengambil tindakan apa pun, karena segan Prabowo menantu Presiden Soeharto.

Khalayak ingin tahu mana yang benar, apakah Prabowo “putra bungsu King Lear” ataukah “anak Saddam”. Polemik berbentuk buku merupakan cara terbaik. Tak hanya berguna bagi publik, tapi juga demi kejernihan sejarah TNI. Itu sebabnya, penjelasan lengkap versi Prabowo amat ditunggu.

TempoInteraktif

Advertisements

1 Comment

  1. Mantan penculik sadis itu pasti akan mengelak
    Semogga negara kita terhindar dari penjahat seperti Prabowo

    maaf saya bukan pendukung sebuah partai tapi saya golpot

    Salam kenal dulu lah

    ditunggu dukungan dan kunjungannya

    terimakasih


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Rupiah Kamis sore bergerak melemah ke Rp13.306
      Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis sore, bergerak melemah sebesar 28 poin menjadi Rp13.306 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.278 per dolar AS. Kepala Riset Monex Investindo Futures ...
    • Polisi Jerman tangkap tentara diduga rencanakan serangan
      Polisi Jerman menangkap seorang tentara, yang dicurigai merencanakan serangan, kata jaksa di Frankfurt, Kamis, tanpa merinci kemungkinan sasaran, alasan atau senjata, yang akan digunakan. Letnan berusia 28 tahun warga ...
    • Multipolar bidik pertumbuhan usaha 10 persen 2017
      PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menargetkan pertumbuhan usaha pada tahun 2017 mencapai 10 persen yang didukung antara lain kenaikan penjualan piranti lunak sejalan dengan prediksi mulai membaiknya perekonomian sepanjang ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: