Mengundurkan Diri Setelah Diintervensi

Kali pertama seorang jenderal polisi bintang dua keluar dari kepolisian karena tidak puas atas netralitas polisi dalam mengawal demokrasi. Sehari sebelum meletakkan jabatan sebagai Kapolda Jawa Timur, Inspektur Jenderal (Irjen) Herman Surjadi Sumawiredja menggelar konferensi pers di Markas Polda Jawa Timur. Ia menyatakan telah menetapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur, Wahyudi Purnomo, sebagai tersangka manipulasi daftar pemilih tetap (DPT). Herman menyodorkan pula bukti-buktinya.

Memang, menjelang lengser, Herman sedang mengusut dugaan kecurangan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Jawa Timur, khususnya pada pemilihan ulang di Sampang dan Bangkalan. Kasus ini tidak bisa dianggap kecil karena setidaknya dapat menggoyang legalitas pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf (Karsa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, yang dilantik 12 Februari lalu. Tak mengherankan, pernyataan Herman itu sempat menggegerkan Jawa Timur.

Herman kembali menggelar konferensi pers di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Senin lalu. Meski ia telah menjadi perwira tinggi non-job di Mabes Polri, keterangannya ditunggu-tunggu wartawan. Maklum, penjelasan yang disampaikan Herman kali ini jauh lebih heboh. Yakni menyangkut intervensi petinggi Polri untuk ”mengamankan” pengusutan dugaan kecurangan dalam pilkada Jawa Timur tersebut.

Herman blak-blakan mengatakan telah mengundurkan diri sebagai anggota Polri. Alasannya, dia ingin lebih bebas mengemukakan pendapat, terutama terkait dugaan kecurangan dalam pilkada Jawa Timur, yang perkembangan pengusutannya membuat dia kecewa berat.

”Ini temuan besar. Seharusnya ditindaklanjuti karena bisa saja dugaan kecurangan itu juga terjadi di luar Sampang dan Bangkalan, bahkan di luar Jawa Timur, di daerah lain di Indonesia,” kata Herman. ”Kalau itu betul, jelas merusak demokrasi. Ini yang harus diselidiki, bukan malah akan dihentikan. Apa jadinya bila kekuasaan dibangun dengan kecurangan, dengan memanipulasi suara, yang dilakukan secara sistemik,” Herman menambahkan.

Menyangkut upaya penghentian penyidikan dimaksud –setidaknya derajat kasusnya telah diturunkan menjadi penyelidikan, yang adem-ayem pula– Herman mengatakan, ”Saya dapat merasakan Kapolri mengintervensi. Padahal, pengungkapan kasus itu juga penting untuk membangun citra polisi yang dapat dipercaya.”

Tak ayal, bola panas sisa sengketa pilkada Jawa Timur itu akhirnya bergulir kembali, malah bisa jadi dengan suhu lebih tinggi. Kalau sebelumnya masih di lingkup Jawa Timur dan masih seputar pengusutan kasus dugaan kecurangan dalam pilkada, kali ini bola yang membara itu menggelinding ke Jakarta, menyerimpet petinggi Polri dan jangan-jangan bakal menyenggol elite kekuasaan pula. Sejumlah reaksi dan komentar bermunculan.

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, keberpihakan petinggi Polri dalam kasus pilkada Jawa Timur akan lebih mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan kasus Kapolwil Banyumas itu. ”Kasus ini sudah mengarah pada permainan elite politik di negeri ini. Sikap Kapolri tentu tidak berdiri sendiri. Ada kekuatan besar yang mempengaruhinya,” Ray mengingatkan. ”Ini sudah lebih dari masa-masa ketika kekuasaan dipakai untuk kepentingan-kepentingan politik praktis,” ketua DPP Partai Hanura, Fuad Bawazier, menimpali.

Sama dengan Fuad, kekhawatiran Ray lainnya, jika dugaan Herman menyangkut kemungkinan adanya kecurangan serupa di Jawa Timur dan bahkan di daerah lain di Indonesia, dan itu tidak diusut, pemilu yang akan datang rawan dengan pemilih fikfif di seluruh Nusantara.

Dikhawatirkan ada “korban” baru. Gawat, bila penguasa politik mengintervensi polisi.

Taufik Alwie, Deni Muliya Barus, Arif Sujatmiko, Bernadetta Febriana, dan M. Nur Cholish Zaein – [Laporan Utama, Gatra Nomor 19 Beredar Kamis, 19 Maret 2009]

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Patti Smith akan bernyanyi untuk antar Hadiah Nobel bagi Bob Dylan
      Saat pidato penerima Hadiah Nobel Sastra Bob Dylan dibacakan, rekannya sesama penyanyi sekaligus penulis lagu Patti Smith akan menyanyikan salah satu lagu terbaiknya pada selebrasi Hadiah Nobel di Stockholm nanti.Smith akan ...
    • YLBHI ramalkan jaksa akan sulit buktikan kesalahan Ahok
      Koordinator Bantuan Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Julius Ibrani melihat banyak kejanggalan dalam pengusutan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, bahkan Jaksa diyakininya akan sulit ...
    • Malaria sudah ada di zaman kekaisaran Romawi
      Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: