Pangeran Charles Bertemu Sutan Sjahrir

Tahun 1945, bulan November, hampir semua negara di dunia yang sedang meradang dilanda perang besar, dipimpin oleh orang-orang tua, bahkan uzur. Amerika Serikat dibawah Harry Truman, seorang presiden yang berusia 62 tahun. Inggris dikendaikan oleh perdana menteri Clement Atlee, berumur 63 tahun. Uni Soviet dikomando oleh Josef Stalin yang usianya 68 tahun. Di Asia, Presiden Filipina Manuel Roxas berumur 54 tahun, Perdana Menteri Shigeru Yoshida dari Jepang sudah cukup tua, usianya 68 tahun. Sedangkan Australia, dikendali oleh perdana menteri Joseph Chifley, yang masih 61 tahun umurnya.

Bagaimana di Indonesia?

Ketika Sutan Sjahrir diangkat sebagai perdana menteri saat itu, usianya baru 36 tahun! Dia perdana menteri termuda di dunia saat itu. Bahkan mungkin untuk beberapa tahun berselang, atau sampai sekarang, Sjahrir tetap sebagai perdana menteri termuda di dunia. Saat itu Indonesia memang dipimpin oleh orang-orang muda. Soekarno menjadi presiden termuda di dunia kala itu, 45 tahun usianya. Hatta yang berumur 43 tahun, juga menjadi wakil presiden termuda di dunia. Sjahrir jelas lebih muda lagi, tapi cukup tua dalam pengalaman politik, perjuangan dan juga matang secara psikologis untuk memimpin sebuah negeri seumur bayi yang sebesar sepertiga benua Eropa.

Mengapa Sjahrir bisa jadi perdana menteri? Bukankah Indonesia negara yang bersendi presidensial, seperti dalam konstitusinya? Artinya, yang menjalankan pemerintahan adalah seorang presiden, yaitu Presiden Soekarno, dan semua menteri bertanggung jawab kepadanya. Koq bisa-bisanya muncul orang bernama Sjahrir?

PULAUNYA SJAHRIR

Sutan Sjahrir tidak nongol begitu saja, seperti Mr. Bean jatuh dari langit. Dia punya ‘paspor’ untuk berhak ikut memimpin dan menentukan negerinya, yang lama dia perjuangkan melawan penindasan Belanda dan juga Jepang ketika muda, mulai dari Belanda hingga di Indonesia. Bayarannya sangat mahal. Sjahrir bersama Hatta dan patriot lainnya, menikmati pembuangan dan penyiksaan batin (mungkin juga fisik) oleh kolonial Belanda. Mulai dari penjara Cipinang, di sarang malaria Boven Digul, pedalaman Papua (1935), di Banda Neira, Maluku (1936), serta di penjara Sukabumi, Jawa Barat.

Di Banda Neira, gugusan pulau indah surgawi di selatan pulau Seram, namanya diabadikan menjadi nama sebuah pulau, Pulau Sjahrir. Letaknya arah timur laut Banda Neira. Masyarakat lokal dulunya menyebutnya Pulau Pisang. Sedangkan Hatta diabadikan menjadi nama Pulau Hatta (sebelumnya bernama Rozengain), letaknya agak lebih jauh di tenggara Pulau Lontar, pulau terbesar di gugus Kepulauan Banda.

Banda Neira kini menjadi tempat wisata eksotik bagi kaum selebritis dunia yang tak suka tercium papparazi. Misalnya sutradara Francisco Coppola, Duchess of York, istri Pengeran Andrew, Mick Jagger, Putri Wales, Jacques Cousteau dan banyak lagi. Tak hanya itu, nama Sjahrir juga diabadikan pada sebuah pulau karang kecil, di selatan Pantai Permisan, Nusa Kambangan. Sebuah pantai tempat anggota baru Kopassus “dibaptis” menjadi prajurit tangguh, yang jaraknya hanya 100 meter dari penjara Permisan, tempat buronan flamboyan Johnny Indo mendekam. Ketika saya datang ke pulau itu, petugas lembaga pemasyarakatan (di Nusa Kambangan tidak ada penduduk, hanya perumahan keluarga petugas penjara), bercerita bahwa Perdana Menteri Sutan Sjahrir pernah datang ke pulau karang itu sekitar tahun 1946. Sjahrir terkurung di pulau karang tersebut, karena tiba-tiba air pasang secara cepat, hingga dia tak bisa ke pantai untuk beberapa saat

LAWANNYA SOEKARNO

Sjahrir, seorang berpaham sosialis dan anti Jepang, menjadi perdana menteri Indonesia, karena Soekarno dan Mohammad Hatta punya beban sejarah yang menyulitkan Indonesia mendapat pengakuan resmi di panggung internasional. Mereka berdua jelas bersimpati, sekaligus dianggap kolaborator (bekerjasama) dengan Jepang. Bahkan setahun sebelum Indonesia merdeka, kedua tokoh itu diundang ke Tokyo dan disalami dengan ramah oleh Kaisar Hirohito. Di saat bersamaan, ribuan orang Indonesia dibunuhi dengan sadis oleh Jepang. Ini sebenarnya bukan beban atau cacat diplomatik, kalau seandainya Jepang berada di pihak yang menang dalam perang dunia. Tokh, kalau Jepang yang menang, orang-orang yang pro-Belanda dan barat (seperti Sjahrir dan kawan-kawan), tetap saja akan bernasib sial dan nista, bahkan mungkin bisa kehilangan nyawa.

Mau jadi kolabrator penjajah Jepang atau Belanda, tetap saja sama, karena penjajah adalah gambaran kekuatan iblis. Kasus ini sama seperti dalam pengadiilan para tokoh-tokoh Nazi di Nurenberg, Jerman, oleh kekuatan Sekutu (AS, Uni Soviet, Inggris dan Prancis) yang menjadi pemenang perang dunia kedua. “Kalian mengadili kami karena kalian yang menang perang”, begitu teriak seorang tokoh Nazi yang diadili.

Nah, Sjahrir menjadi perdana menteri karena keadaan Indonesia sejak merdeka sangat kacau balau, dan Soekarno kurang bisa mengendalikan keadaan sepenuhnya. Hasilnya banyak terjadi kekerasan dan pembunuhan terhadap rakyat oleh kekuatan asing, yang sebenarnya tidak perlu terjadi, seperti kejadian tanggal 10 November 1945 di Surabaya. Soekarno dan kabinetnya (dibentuk 2 September 1945, dan menteri-menteri kebanyakan pro Jepang) tak mampu bekerja maksimal. Lalu yang namanya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), semacam parlemen darurat, yang dibentuk 29 Agustus 1945, juga tidak mampu berbuat banyak. Lalu apa yang terjadi? Daripada keadaan makin runyam dan darah rakyat mengalir deras, akhirnya Soekarno dan Hatta terpaksa menyetujui tuntutan agar status KNIP dijadikan sebagai MPR/DPR sementara, sampai terbentuknya MPR/DPR yang sesungguhnya. Gimana caranya? Bentuk semacam Badan Pekerja dalam KNIP, yang tugasnya menjadi badan legislatif dan menetapkan haluan negara, sehingga menteri-menteri bertanggung jawab kepada Badan Pekerja. Bukan lagi kepada presiden.

Siapa yang mengusulkan ini? Ya, Sutan Sjahrir dan sahabatnya Amir Sjarifuddin. Dua-duanya tokoh sosialis dan baru keluar kurungan penjara oleh Jepang. Dan siapa yang menjadi ketua Badan Pekerja itu? Ya, Sutan Sjahrir juga (wakilnya Amir Sjarifuddin, yang kelak juga menjadi perdana menteri Indonesia). Anggota Badan Pekerja juga kebanyakan orang dan sahabat-sahabatnya Sutan Sjahrir. Kata sebagian orang, ini sebenarnya kudeta (pengambilan kekuasaan) tanpa pertumpahan darah oleh Sjahrir dan konco-konconya dari tangan Soekarno. Akhirnya, tuntutan Sjahrir secara resmi direstui dengan bersidangnya KNIP tanggal 16-17 Oktober 1945 di Jakarta. Hasilnya, ya bikin kabinet baru yang bebas dari pengaruh Jepang (tapi ternyata banyak berbau Belanda). Ini artinya bukan Soekarno yang menjalankan roda pemerintahan, tapi seorang perdana menteri, karena menteri tidak lagi bertanggung jawab ke presiden, tapi ke Badan Pekerja KNIP, yang ketuanya Sjahrir.

Hasilnya, tanggal 14 November 1945, Sutan Sjahrir menjadi perdana menteri Indonesia. Dengan Sjahrir menjalankan pemerintahan, banyak pihak (seperti Sekutu, yaitu AS dan konco-konconya) mau berunding dengannya, termasuk Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia. Kalau dengan Soekarno dan Hatta, no way! Meski mereka lebih dicintai dan didengar rakyat banyak. “Saya tidak akan berkompromi dengan Belanda, tapi bila ada pihak yang mau mendekati kita, apa salahnya kita diladeni”, begitu tekad Sjahrir, seorang bujangan yang menjadi perdana menteri termuda di dunia saat itu.

USULANNYA HATTA

Pada malam takbiran pertama sejak Indonesia merdeka (sekitar pertengahan September 1945), terjadi pertemuan misterius antara Soekarno dengan seseorang yang merahasiakan identitasnya di sebuah rumah di daerah Kramat, Jakarta, dalam ruangan tanpa cahaya. Inti pertemuan itu, keinginan Soekarno untuk membuat semacam testament (wasiat), siapa yang akan memimpin negeri besar yang masih bayi ini, bila Soekarno dan Hatta tiba-tiba dibunuh, diculik atau ditawan Jepang, Belanda ataupun Sekutu. Secara lisan, Soekarno berjanji akan membuat testament itu, meski Tan Malaka, seorang pejuang bawah tanah, menginginkan dirinya yang menjadi putera mahkota, dan meski juga tindakan Soekarno main wasiat-wasiatan ini tidak konstitusional.

Akhirnya, terjadi pertemuan lanjutan mengenai testament itu di rumah Achmad Soebardjo, setelah pertemuan misterius di Kramat itu. Soebardjo adalah seorang yang dituakan dalam pergerakan dan juga sahabat Tan Malaka, dan meteri luar negeri pertama Indoensia. Ada empat orang yang akan memimpin Indonesia, bila Soekarno Hatta berhalangan secara fisik, yaitu Tan Malaka, Iwa Kusumasumantri, Wongsonegoro dan Sutan Sjahrir. Kenapa Sjahrir? Masuknya nama Sjahrir (juga Wongsonegoro) sebagai pewaris tahta ternyata atas usul Hatta. Alasannya, Sjahrir paling muda usianya dan punya pengaruh besar di kalangan pemuda dan kaum terpelajar. Dalam perjalanan sejarah, Soekarno dan Hatta baik-baik saja. Artinya, Sjahrir tetap dikenang sebagai perdana menteri, bukan pengganti kedua proklamator itu.

BERTEMUNYA PANGERAN CHARLES

Apa sih jasa Sjahrir yang paling bisa dikenang dan dirasakan?

Sjahrir menjadi perdana menteri sebanyak tiga kali antara 1945 sampai 1948 (ia sempat diculik dua hari bulan Juni 1946 oleh orang yang tak senang padanya). Pada masa pemerintahannya, Indonesia menjadi negara yang mendapat pengakuan internasional. Sebelumnya, masih dianggap negara bohong-bohongan oleh Belanda dan sekutunya, karena para pemimpinnya kebanyakan berbau Jepang, musuh bersama dunia (bersama juga Nazi Jerman). Sjahrir tampil dengan gaya diplomasi yang elegan dan cerdik, sehingga banyak mendapat simpati dunia, serta secara diplomatik malah menyudutkan Belanda sebagai “si buruk rupa”. Makanya ia sering juga dijuluki “Si Kancil”.

Jasa Sjahrir paling monumental adalah Persetujuan Linggajati bulan November 1946, di kaki gunung Ceremai yang sejuk di selatan kota Cirebon, Jawa Barat. Di tempat itu di paraf (bukan ditandatangani) kesepakatan antara Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda untuk mulai berdamai. Sutan Sjahrir mewakili Indonesia dan Willem Schermerhorn (mantan perdana menteri Belanda) mewakili Belanda. Artinya, Indonesia sudah diakui oleh Belanda sebagai negara baru. Duduk sama rata antara dua negara dan dua bangsa. Sebelumnya Belanda tak mau mengakui, apalagi berunding dengan Soekarno dan Hatta. Meskipun demikian banyak juga pihak yang menentang perjanjian itu. Terlebih lagi, Belanda hanya mengakui negara Indonesia hanya terdiri dari Jawa, Madura dan Sumatera saja. Kemana Sulawesi, Kalimantan dan lainnya? Nah, ini yang ditentang orang, karena tak sesuai proklamasi 17 Agustus 1945, bahwa wilayah Indonesia adalah dari Sabang sampai Meurauke. “Kok mau sih berunding dengan Belanda?”, komentar yang menentang.

Sjahrir menang cerdik. Kenapa? Ya, Schermerhorn yang jadi lawan rundingnya di Linggajati, akhirnya mau berunding dengan Indonesia. Padahal waktu menjadi perdana menteri Belanda beberapa bulan sebelumnya, Schermerhorn tak mau mengakui Indonesia. Apalagi berunding dengan Soekarno dan Hatta. Tidak ada ceritanya! Koq sama Sjahrir mau? Ini lagi pinternya Sjahrir. “Anda (Schermerhorn) menjadi perdana menteri Belanda karena melawan penjajah Jerman. Saya jadi perdana menteri Indonesia karena melawan penjajah Jepang. Sama ‘kan? Mari kita berdua melihat ke depan. Biarkan Belanda yang lain menengok ke belakang yang ingin Indonesia tetap sebagai jajahan Belanda”. Akhirnya Schermerhorn mau berunding. Yang lebih aneh lagi, Soekarno dan Hatta mau datang ke Linggajati ikut menyaksikan perundingan itu, juga duduk bertemu dengan delegasi Belanda yang membencinya. Aneh ‘kan hal ini bisa terjadi?

Inilah hebatnya Sjahrir lagi. Inggris yang datang ke Indonesia untuk membebaskan para tawanan serta melucuti tentara Jepang, mendesak supaya Indonesia dan Belanda lebih memilih berunding daripada berperang. Kalau mau berunding, Inggris ingin Soekarno diiajak, sebuah keinginan yang ditentang Belanda. Untuk mewujudkan itu, diutuslah beberapa perwira Inggris menemui Soekarno. Satu diantaranya adalah Laurens van der Post. Tapi Soekarno menolak hadir, karena sedang menghadapi tantangan dan tugas berat dari oposisi, jadi tidak bisa meninggalkan wilayah RI. Gimana kalau di Semarang (yang tak jauh dari ibukota Jogjakarta) atau di atas kapal? Tetap saja Soekarno menolak. Apalagi hadir berunding di Jakarta, wah, nggak deh.

Akhirnya van der Post bertekad menemui dan membujuk Soekarno lagi. Namun Sjahrir menugasi Soebadio Sastrosatomo, tangan kanannya, untuk mengantar van der Post agar Soekarno mau datang ke Linggajati. Alasan Sjahrir, pasti Belanda mau mengakui Soekarno, Inggris saja yang menjadi penengah mau mengakui dia. Masak Belanda nggak mau sih? Soekarno akhirnya mau datang ke Linggajati, setelah dibujuk oleh Soedarpo Sastrosatomo (raja kapal Indonesia dan adik Soebadio), ketika sedang di Selecta, Malang, jawa Timur.

Siapa van der Post? Dia adalah perwira Inggris kelahiran Afrika Selatan. Dia juga orang dekat Louis Mountbatten, penguasa militer di Asia Tenggara setelah Jepang kalah, yang juga paman jauh Ratu Elizabeth II. Van der Post selama di Indonesia menjalin persahabatan pribadi dengan banyak tokok Indonesia, seperti dengan Sjahrir, Agus Salim, A.K. Gani, Hatta, Maria Ulfah (wanita pertama menjadi menteri, istri Soebadio Sastrosatomo dan juga sahabat Sjahrir), serta dengan Soekarno. Seusai perang, Laurens van der Post menjadi orang dalam keluarga kerajaan Inggris. Dia bahkan menjadi penasehat spiritual Pangeran Chalres.

Persahabatan van der Post dengan Mountbatten menjadi modal dia dipercaya luar dalam oleh anggota kerajaan. Karena Mountbatten adalah juga keluarga besar kerajaan. Dia bisa berpose foto bersama dengan semua anggota kerajaan Inggris, yang tak mungkin sembarang orang bisa mendapatkan kesempatan itu. Ketika dia pamit pulang ke negaranya, Sutan Sjahrir menghadiahkan sebuah buku tentang Raffles di Indonesia.

Sewaktu Pangeran Charles berkunjung bersama istrinya Putri Wales, Lady Diana bulan Oktober 1989, van der Post menitipkan salam kepada istri Sjahrir, Poppy. Dan dia meminta Pangeran Charles untuk menemuinya. Tugas itu dilakukan Charles dengan baik. Di sela-sela kunjungan kenegaraan di Indonesia, Poppy Sjahrir dijemput dan diantar ke rumah kediaman Duta Besar Inggris di Kemang. Pangeran Charles bertemu empat mata secara pribadi dengan Poppy. Tanpa boleh ada kamera apapun yang mengabadikannya. Ini sebuah penghargaan tertinggi sang pangeran kepada Sjahrir.

Andai Sutan Sjahrir masih hidup, pasti Charles akan menemui seorang tokoh yang sangat dikagumi gurunya itu, dan juga olehnya. Pada pertemuan itu, Charles membawa kembali buku yang diberikan Sjahrir kepada van der Post lebih 40 tahun silam. Dan Charles membacanya kembali dengan teliti dan mengutipnya dalam sebuah pidato. Ini yang membuat Poppy lebih terharu, terkenang akan suaminya.

BINTANGNYA DAVID BOWIE

Semasa van der Post tinggal di Indonesia, dia banyak menulis novel yang bercerita tentang pengalamannya di masa revolusi Indonesia semasa pemerintahan Sutan Sjahrir, diantaranya Merry Christmas Mr. Lawrence. Novel ini pada tahun 1985, diadaptasi menjadi sebuah film, yang bercerita tentang kekejaman pendudukan Jepang di Jawa.

Film itu dimainkan oleh penyanyi Inggris ternama David Bowie, dan bintang pop idol Jepang Ryuichi Sakamoto, yang juga membuat sebuah aransemen musik yang sangat indah untuk film ini. Anehnya, selama film ini tidak ada satu pun tampak ada orang Jawa. Padahal plot ceritanya berlangsung di Jawa! Dari film ini, keindahan musik Sakamoto akhirnya menjadi termasyur, bahkan kecantikan karyanya dijadikan promosi ponsel jenis hi-end oleh sebuah ponsel ternama asal Finlandia.

SALAMNYA FATMAWATI

Kemana Sjahrir setelah tidak jadi perdana menteri?

Dia sibuk mengurus partainya yang gagal menang dalam pemilu pertama tahun 1955. Cara berpikirnya yang berseberangan dengan sang penguasa Presiden Soekarno, membuat dia dijauhi dan terpental dari pusat kekuasaan. Namanya hilang ditelan jaman. Walau Soekarno kurang menyukainya, Sjahrir masih hormat kepadanya. Hubungan mereka seperti benci tapi rindu. “Biar bagaimanapun dia presiden saya”, kata Sjahrir. Soekarno tetap menyayanginya, karena teman seperjuangan dan senasib. Mereka hanya berselisih secara politik. Tetapi tidak dalam hal pribadi. Sebuah sifat yang selalu dimiliki para pendiri negara ini, yang selalu memisahkan urusan politik, agama dan paham dengan urusan pribadi.

Bulan Maret 1962, Soekarno menahan Sjahrir di Jalan Daha, Kebayoran. Setelah itu dia dipindahkan ke Madiun, Jawa Timur, bersama sekelompok orang yang bersuara sumbang kepada kekuasaan Soekarno. Sjahrir dituduh berkomplot membunuh Soekarno, sebuah tuduhan miring yang tidak terbukti dan bertentangan dengan karakter Sjahrir dan juga para pendiri negara ini. Selama ditahan kesehatannya menurun. “Penahanan ini jauh lebih berat dari di Boven Digul. Dulu saya masih bujangan, tapi sekarang saya harus memikirkan keluarga”, suara keluhan Sjahrir. Sebagai sahabat, Soekarno mengijinkan dia berobat kemana pun ke ujung dunia, asal tidak ke Belanda. Akhirnya Sjahrir berobat ke Zurich, Swiss.

Sebulan setelah dia ditahan, April 1962, Fatmawati, istri Soekarno, datang ke rumah Sjahrir di Jalan Jawa (sekarang Jl. Cokroamninoto), di daerah Menteng. Ibu kandung Megawati Soekarnoputri ini, berbincang akrab dengan istri Sjahrir, Poppy, semalaman selama 4 jam. Mereka mengenang masa romantis kedua suami mereka yang saling membahu berjuang di awal kemerdekaan, dan kini pada waktu itu menjadi terpecah belah. Berselisih. “Titipkan salam saya untuk Bung Sjahrir”, pesan Fatmawati sebelum pamit pulang kepada Poppy. Sutan Sjahrir adalah anak revolusi Indonesia yang cantik dan elegan. Dia punya cara sendiri bagaimana menyelamatkan negaranya, yang berbeda dengan cara Soekarno dan lainnya. Pribadinyapun dihormati oleh kalangan tokoh sosialis dunia. Ketika menjadi pengangguran, dia bebas berkelana dan diterima oleh tokoh-tokoh dunia. Presiden Josip Tito dari Jugoslavia menerimanya dengan ramah di rumahnya.

Sebagai suami dari Poppy, Sjahrir memiliki beberapa ipar yang berotak cemerlang untuk negeri ini. Poppy, yang bernama asli Siti Wahyunah, punya beberapa adik. diantara Dr. Soedjatmoko, mantan duta besar di Washington yang membantu Soeharto menjalin hubungan baik dengan AS di awal Orde Baru. Dia juga dikenang sebagai intelektual sejati yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas PBB di Tokyo. Adalagi adik Poppy yang lain, Prof. Miriam Budiardjo, seorang guru besar ilmu politik Universitas Indonesia, yang banyak menulis tentang ilmu politik untuk akademis. Saya beruntung, pernah diajar beliau sewaktu kuliah dulu, dengan cara pengajaran yang sistematis, mudah dan mendalam. Sedangkan ipar Sjahrir lainnya adalah Nugroho Wisnumurti, seorang diplomat ulung yang banyak membela kepentingan Indonesia di dunia internasional. Dia juga pernah menjadi duber di PBB, New York. Sjahrir juga menjadi manusia Indonesia paling unik, yang tak mungkin bisa dilakukan oleh siapapun di negeri ini.

Ketika dia wafat di negeri orang, di Swiss, Soekarno memberinya status sebagai tahanan politik. Tetapi ketika dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata beberapa hari kemudian, Soekarno memberi status baru untuknya: Pahlawan Nasional. Kecantikan berpikir pendiri bangsa ini adalah, mereka saling berbeda paham tapi tetap saling menyayangi. Ada yang sosialis, komunis, feudal, nasionalis, revolusioner, militan, islam keras, katolik, kejawen, moderat, pasifis atau apapun alirannya, tapi mereka punya satu tempat berlabuh, yaitu kebebasan Indonesia yang kini kita sedang nikmati.

Iwan Kamah – KoKi

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • 7 cara manfaatkan tabir surya kedaluwarsa
      Coba periksa tanggal kedaluwarsa tabir surya Anda untuk memastikan apakah masih berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari.Tabir surya punya masa kedaluwarsa selama enam bulan setelah dibuka, kata perlindungan konsumen ...
    • Klasemen Liga Spanyol, Real Madrid tinggalkan Barcelona
      Berikut hasil pertandingan dan klasemen liga Spanyol pada Minggu waktu setempat. Pertandingan Minggu 4 Desember: Alaves 1 Las Palmas 1 Athletic Club 3 Eibar 1 Real Betis 3 Celta Vigo 3 Sporting ...
    • Beberapa mayat ditemukan lagi setelah gudang terbakar di Oakland
      Beberapa mayat ditemukan lagi pada Ahad (4/12), setelah petugas pencarian memasuki dua daerah lain di gudang yang terbakar 36 jam sebelumnya. Namun Sersan Ray Kelly dalam taklimat kedua pada Ahad, tak bersedia menyebutkan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: