Lanjutkan dengan SBY-Ani?

Mari kita dukung terus. Lanjutkan!

Begitulah seruan Partai Demokrat di berbagai media massa dalam beberapa bulan ini. Iklan politik itu berupaya menyampaikan pencapaian pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mengajak rakyat untuk melanjutkan pemerintahan pada periode 2009-2014.

Pertanyaannya, SBY akan melanjutkan dengan siapa? SBY dan Jusuf Kalla (JK) banyak mengeluarkan sinyal dan isyarat bahwa duet ini akan dipertahankan untuk periode kedua. Tapi belakangan, JK mendapat banyak tekanan dari internal Golkar supaya partainya memajukan calon presiden (capres) jika memenangkan pemilu legislatif. Bagai buah simalakama, kekalahan pun sulit dibendung jika maju sendirian sebagai capres. Namun, jika tidak maju, akan memicu perpecahan di internal Golkar.

Di lain pihak, popularitas SBY cukup tinggi. Penurunan harga minyak dunia memungkinan pemotongan harga BBM domestik yang disambut baik. Dampak krisis ekonomi global ke Indonesia relatif lebih kecil dari negara-negara tetangga. Redamnya isu separatisme di Aceh dan Papua juga menjadi nilai plus. Layaknya pemilu dengan incumbent sebagai salah satu kandidat, pemilu berikutnya adalah referendum atas pemerintah yang sedang berjalan.

Jika Partai Demokrat dan koalisinya mendapat suara mendekati 20%, terbuka kemungkinan untuk mengusung Ani, panggilan akrab Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, sebagai calon wakil presiden (cawapres). Polling di website harian Bisnis Indonesia menunjukkan, pasangan ini lebih didukung daripada SBY-JK. Pada periode lima tahun mendatang, ekonomi dan resesi global tetap akan menjadi masalah besar, sehingga duet capres-cawapres perlu memiliki kompetensi ekonomi.

Bukan pertama kali ekonom menjadi pimpinan politik. Jan Peter Balkenende, Perdana Menteri Belanda, sejak 2002 adalah profesor ekonomi di Free University Amsterdam sebelum terjun ke politik. Reformasi pasar tenaga kerja dan pensiun yang dilakukannya dipuji para ekonom karena berisiko politik dalam jangka pendek, tapi memiliki pengaruh positif dalam jangka panjang. Balkenende pun sempat mengasah insting politiknya sebagai anggota parlemen beberapa periode sebelum menjadi pimpinan pemerintahan.

Namun Ani perlu mengkaji pilihan yang terbuka dan hati-hati untuk tidak jatuh pada jebakan “Peter Principle”, formulasi yang dinyatakan Dr. Laurence J. Peter and Raymond Hull, bahwa seseorang akan dinaikkan posisi dan tanggung jawabnya sampai satu tingkat di luar batas kompetensinya.

Para pendukung SBY, baik di Partai Demokrat maupun organ informal seperti Jaringan Nusantara, telah membuka pintu untuk SBY-Ani sebagai pasangan capres-cawapres. Bahkan PKS memberi sinyal positif. Latar belakang keluarga Ani yang aktivis PNI diharapkan menjadi daya tarik bagi pemilih nasionalis dan perempuan yang sedang dikejar PDI Perjuangan.

Pencapaian Ani dalam mengemudikan ekonomi Indonesia sebagai Ketua Bappenas, Menteri Keuangan, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di Kabinet Indonesia Bersatu cukup nyata. Pengakuan sebagai Menteri Keuangan terbaik di dunia pada 2006 datang dari Euromoney, majalah keuangan terkemuka di Eropa. Majalah Forbes pun menempatkan Ani pada peringkat ke-23 wanita paling berpengaruh di dunia.

Ani juga menunjukkan kepemimpinan dan integritas dalam berbagai kesempatan. Pembersihan di institusi Bea Cukai dan reformasi pajak menyelamatkan kekayaan negara dan meningkatkan competitivenes. Konfrontasi suspensi saham Bumi dengan Menko Kesra Aburizal Bakrie yang memiliki dukungan politik kuat menunjukkan bahwa jabatan bukan segalanya bagi Ani.

Namun, bila sebelumnya Sri Mulyani dapat fokus pada perbaikan ekonomi dan masalah teknis, sebagai cawapres ia harus berhadapan dengan strategi politik yang abstrak dan komunikasi publik dengan audiens yang beragam latar belakang pendidikannya. Wapres pertama Indonesia, Mohammad Hatta, selain sebagai ekonom, juga memiliki basis politik dan regional serta keterlibatan panjang dalam perjuangan menuju kemerdekaan. Herbert Feith dalam karya besarnya, The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia, bahkan membagi peran dwitunggal Soekarno-Hatta sebagai administrator dan solidarity maker.

Bagi SBY, apakah nilai positif memiliki wapres yang loyal dalam pemerintahan sebanding dengan hilangnya dukungan mesin politik ketika berkampanye dan stabilitas ketika memerintah? Golkar tidak akan keluar dari tiga besar pemenang pemilu legislatif, dan akan sulit menggolkan kebijakan pemerintah tanpa dukungannya.

Dilema ini dapat diatasi jika Partai Demokrat mampu membangun koalisi luas dengan berbagai partai politik, minus Golkar dan PDI Perjuangan, yang ”rela” Ani menjadi cawapres.

Tapi ada kemungkinan lain dari pemunculan pasangan SBY-Ani. Yaitu demi meningkatkan posisi tawar Partai Demokrat dan menekan konsesi dari Golkar jika SBY-JK dilanjutkan. Politics is the art of possibilities. Lanjutkan!

Berly Martawardaya, Dosen FE-UI dan alumnus Free University Amsterdam
[Perspektif,
Gatra Nomor 18 Beredar Kamis, 12 Maret 2009]

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Sering terbang? Ini alasan kulit harus dirawat ekstra
      Menghabiskan waktu berjam-jam di dalam pesawat terbang bisa jadi berita buruk bagi kulit Anda. Kelembaban rendah dan terpaan pendingin udara membuat kulit jadi kering.Dr. Radityo Anugrah yang memiliki spesialisi di bidang kulit ...
    • Yogyakarta kukuhkan Satgas Saber Pungli
      Kota Yogyakarta kini memiliki Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar setelah dikukuhkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo, Selasa. "Kami akan segera melakukan koordinasi internal untuk ...
    • Pemerintah keluarkan harga patokan ayam
      Kementerian Pertanian mengeluarkan harga patokan ayam ras pedaging melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menandatangani revisi ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: