Alexander Jacob Patty – Pahlawan Tanpa Nama

Makam Pahlawan A.Y. Patty

Makam Alexander Jacob Patty di TPU Pandu Bandung. Tak ada nama sang pahlawan di situ.

Catatan Ziarah ke TPU Pandu Bandung

Awan mendung menyelimuti Bandung saat aku berada tepat di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) pandu. TPU yang ada sejak zaman belanda ini ,kini dikelilingi bandara Husen Sastranegara dan beberapa mall. Juga tak jauh dari rumah salah seorang mantan gubernur Maluku.

Bagaikan mencari telur paskah di semak belukar hingga keputusasaan melanda, sampai bertemu dengan seorang nara sumber yang tak mau disebut namanya. Bapak penjaga kuburan itu menuntunku ke tempat peristirahatan seorang pahlawan nasional perintis kemerdekaan bernama Alexander Jacob Patty. Kuburan yang tak lebih berukuran 2×1 m ini sangat jauh dari imajinasiku bagaimana layaknya makam seorang pahlawan. 

Hanya bermodal hiasan bendera merah putih yang terbuat dari bahan besi rapuh yang dicat kuning, dan berlabel pejuang, serta fondasi kubur yang berwarna putih dan batu nisan tanpa nama, kuburan itu diberi nomor 21 sebagai nomor regestrasi administrasi TPU. Makam tampak diapit dua makam pejuang lainnya yang tak dikenal, di kelilingi rumput liar menutupi pusara yang tak beratap.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Begitu besar jasa sang pahlawanku yang berusaha mengusir penjajah yang ingin mengeruk semua hasil alam Maluku yang tak ternilai harganya, kini terbaring di pusara tak bernama dan diselimuti rumput liar. Mataku mulai berkaca-kaca sambil menahan rasa malu mendengar cerita bapak penjaga kuburan yang seakan begitu mengerti sepak terjang pahlawanku ini. 

“Pak Alex ini dulu pendiri Sarikat Ambon dan surat kabar SAIT (Sarekat Ambon Ina Tuni). Dia sempat diasingkan ke Makassar karena tulisan-tulisannya sangat menyakiti orang Belanda pada saat itu,” ujar laki-laki yang berumur 68 tahun ini. Dia mengaku sejak masa kanak-kanak telah menjadikan TPU pandu sebagai habitatnya.

“Dulu teh ieu makam ta kaurus kacau pisan” (dulu makam ini tidak terurus amburadul). Cuma dihiasi palang bersilang yang patah (salib) dan mulai diperbaiki sekitar 2006-2007 saat seorang wartawan media massa lokal menulis tentang banyaknya makam para pahlawan yang tidak mendapat perhatian sepadan dibanding jasa perjuangannya,” kisah si penjaga makam. 

Nama A. Y. Patty sudah tak asing lagi kudengar hanya sebatas nama jalan protokol di Kota Ambon. Minimnya pengetahuan sejarah pahlawan daerah sebagai putra daerah asli, cukup memalukan saat berhadapan dengan seorang penjaga kubur yang dapat bercerita banyak tentang pahlawanku. Malu sebagai anak negeri yang tak dapat membelikan sepotong kapur untuk menulis di batu nisan pahlawanku.

Ingin rasanya menyelimuti pusara pahlawanku dengan lembutnya pasir putih pantai Ngurbloat, dan menulis nisan pusara mu dengan untaian cengkeh dan pala dari Ambon. Selamat tidur pahlawanku. Engkau selalu akan kukenang. 

Dino Renaldo Pattinama, Bandung, 17 April 2009

 

Riwayat Alexander Jacob Patty

Alexander Jacob Patty lahir pada tanggal 15 Agustus 1901 di Desa Nolloth Pulau Saparua. Ia keturunan keluarga besar Patty di negeri Nolloth Pulau Saparua. Setelah menamatkan pendidikan dasarnya pada “Saparoeasche School” di kota Saparua, Alex melanjutkan studinya ke Surabaya dan memasuki sekolah kedokteran NIAS (Nederlandsche Indische Aartsens School). Baru pada tingkat pertama Alex sudah dikeluarkan dari sekolah karena sifat dan tingkah lakunya yang ekstrim. Ia tidak senang dengan Pemerintah Belanda karena politik diskriminasi terhadap kaum militer Ambon dalam KNIL.

Pada tahun 1919, Alex pindah ke Semarang dan mulai aktif dalam dunia kewartawanan. Pertama kali mendirikan Perkumpulan Kemakmuran Rakyat Ambon (Maluku). Kemudian karena perkembangan gerakan kebangsaan, organisasi yang bersifat sosial ini ditinggalkan oleh Patty dan mendirikan organisasi baru yang bersifat politik yaitu “Sarekat Ambon” pada tanggal 9 Mei 1920 dan membawa ide organisasi ini ke dalam ide Nasionalis Indonesia. Pada tahun 1922, A. J. Patty masuk dalam “Radikale Consentratie” (gabungan partai radikal).

Sifat-sifat radikal dan revolusioner Patty, ditentang oleh para rekannya dari “Ambonsche Studie Fonds”, namun ia tetap membawa Sarekat Ambon dalam semangat kebangsaan Indonesia. Ide Sarekat Ambon terus disiarkan melalui majalah Mena Muria dan di kota-kota besar di Jawa dibuka cabang Sarekat Ambon.

Sarekat Ambon juga mempunyai bagian khusus untuk wanita, yaitu organisasi “Ina Tuni”. April 1923, A. J. Patty memperkenalkan ide Sarekat Ambon kepada masyarakat Ambon. Sesuai kondisi didirikan dahulu suatu Komite Sarekat Ambon dan A. J. Patty segera berkeliling ke negeri-negeri mempropaganda ide Sarekat Ambon. Tahun 1924, Patty berhasil dipilih sebagai anggota Ambon Raad dan di lembaga perwakilan ini ia mulai memperjuangkan nasib rakyat, namun politiknya ditentang keras oleh para raja, yaitu “Regenten Bond”.

Ia dituduh berbahaya oleh pemerintah, padahal rakyat sangat simpatik pada Sarekat Ambon. Karena dituduh melanggar hukum (adat) dan menghasut rakyat, ia ditangkap dan ditahan oleh Asisten Residen. Kemudian dibawa ke Makassar dan diadili oleh “Raad van Justitie”.

Setelah dihukum, tahun 1942, Patty diringkus ke Bengkulu (Suamatera) kemudian ke Boven Digul (Irian Jaya) sampai pecah Perang Dunia II. Pada masa Jepang, dapat meloloskan diri ke Australia dan pada masa revolusi kemerdekaan, berjuang bersama Bung Karno dalam mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Negara Kesatuan RI.

Alexander Jacob Patty meninggal dunia di Bandung pada tanggal 15 Juli 1947. Tokoh pejuang ini dihargai sebagai seorang “PERINTIS dan PEJUANG KEMERDEKAAN”  (balagu)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Stadion Pakansari Cibinong memerah
      Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, memerah sejak Sabtu sore menjelang semifinal Piala AFF 2014 antara tuan rumah Indonesia melawan Vietnam.Stadion dengan kapasitas 30 ribu tempat duduk pelan tapi pasti tertutup dengan penonton ...
    • SAR temukan barang penumpang pesawat M-28 Sky Truck Polri
      Polda Kepri menyatakan tim SAR gabungan sudah mencapai titip lokasi pesawat M-28 Sky Truck P 4201 Mabes Polri yang jatuh pada Sabtu siang dan menemukan sejumlah barang milik penumpang. "Hingga saat ini yang ditemukan baru ...
    • Susunan pemain Indonesia melawan Vietnam
      Indonesia akan menghadapi Vietnam pada pertandingan leg pertama semifinal Piala AFF, Sabtu, di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Dari daftar susunan pemain pemain, Hansamu Yama menjadi starter.Berikut susunan pemain Indonesia ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: