Pertarungan Itu Terjadi di Menteng…

Rumah Perjuangan

"Rumah Perjuangan"

Kawasan Menteng dikenal sebagai salah satu kawasan mentereng di Ibu Kota DKI Jakarta. Kawasan yang relatif hijau dan sejuk karena ditumbuhi pepohonanitu, menjadi pusat hunian bagi para pejabat negara maupun orang-orang penting di negeri ini. Kini, ketika pemilu dijelang, Menteng tak sekadar menjadi kawasan elite. Menteng kini beranjak menjadi kawasan “lautan” kompetisi. Kawasan ini menjadi pusat aktivitas para petarung pilpres.

Di mulai dari kawasan Sunda Kelapa. Hanya berjarak beberapa meter dari masjid bersejarah, Masjid Sunda Kelapa, terdapat kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla sekaligus Ketua Umum yang kini menjadi capres Partai Golkar. Di belakang kediaman yang berukuran ribuan meter itu, dikontrak sebuah rumah yang dijadikan rumah kedua bagi Partai Golkar, selain Kantor DPP-nya di Slipi, Jakarta Barat.

Area rumah kontrakan milik mantan Menteri Kehutanan Hasrul Harahap dan rumah dinas kwapres itu terletak di antara tiga jalan. Bagian depan rumah membentang di Jalan Diponegoro, di samping Jalan Madiun dan belakang rumah di Jalan Ki Mangunsarkoro. Sebutan “Slipi-2” pun ditabalkan pada rumah yang menjadi pusat aktivitas Golkar selama pemilu berlangsung. Di sanalah strategi pemenangan diatur.

Tepat di seberang kediaman JK, di Jalan Diponegoro juga terdapat Kantor DPP Partai Hanura. Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, dipilih JK sebagai cawapresnya pada pemilu presiden Juli nanti. Saking dekatnya markas, kedua petinggi partai ini memilih berjalan kaki untuk menyambangi satu sama lain.

Dari Jalan Diponegoro, kita mengitari Taman Suropati, dan menuju ke Jalan Teuku Umar. Di sepanjang ruas jalan itu, terdapat pusat aktivitas dua partai yang selama ini selalu berseberangan.

Di Teuku Umar 51, Bravo Media Centre memusatkan kegiatan publikasi pemenangan pemilu bagi Partai Demokrat, pengusung Susilo Bambang Yudhoyono. Bravo Media Centre berada dib awah naungan Fox Indonesia, konsultan komunikasi politik yang digunakan oleh Demokrat.

Di rumah megah itu, para petinggi Demokrat kerap menggelar konferensi pers segala hal yang terkait perkembangan partainya. Lokasi Kantor DPP Demokrat yang berada di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, mungkin tak strategis. Pilihan pun jatuh di kawasan Menteng, yang mungkin kebetulan letaknya membentuk garis lurus dan diapit oleh para kompetitornya, Golkar dan PDI-P.

Ya, hanya berjarak tak sampai 500 meter dari BMC, dipisahkan oleh satu traffic light dan sebuah bundaran air mancur, berdiam rumah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Rumah di Jalan Teuku Umar 27-27 A itu, kini disulap menjadi ‘Rumah Perjuangan’. Aktivitas PDI Perjuangan selama pemilu, praktis berpusat di bangunan yang semula merupakan rumah keluarga Sys NS, –seniman dan politisi muda yang pernah menjadi penggagas berdirinya Partai Demokrat– tersebut.

Saat Megawati menjabat sebagai Presiden, rumah di samping kediaman dinasnya itu lebih banyak dipakai oleh pasukan pengamanan presiden, dan hanya dihubungkan dengan sebuah pintu kecil di salah satu sudut tembok pembatas. Belakangan tembok itu dijebol, dan kedua rumah itu akhirnya kini berdiri di dalam satu pekarangan. Tahun 2004 silam, deklarasi pasangan capres-cawapres Megawati-Hasyim Muzadi pun dilakukan di teras rumah itu.

Kini, di Rumah Perjuangan, aktivitas seakan tak pernah berhenti. Sejak sebelum pemilu legislatif, rumah ini tak pernah sepi dari kumpulan wartawan. Ketika malam menjelang, kelompok pengajian ibu-ibu, bapak-bapak dan anak yatim piatu secara bergantian melantunkan pujian-pujian akbar kepada Sang Khalik.

Megawati pun selalu menyempatkan diri keluar dan menyalami para peserta pengajian. Naik turun aktivitas komunikasi politik antarpartai pun seakan bersumber dari Teuku Umar 27. Di situ pula, para petinggi partai berkumpul, menyusun strategi maju ke “medan perang”.

Pepohonan rimbun di kawasan Menteng, mungkin tak bisa sepenuhnya memberikan kesejukan di tengah panasnya suhu politik yang membara di keempat titik itu. Menteng, sejarahnya adalah hutan yang dipenuhi pohon buah Menteng.

Oleh pemerintah Belanda, kawasan itu disulap menjadi pusat lokasi pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1912. Dan kini, di tahun 2009 berpusat di Menteng pula strategi pertempuran dari Sabang hingga Merauke dirancang. Di tempat-tempat itu dimimpikan kemenangan bagi masing-masing capres untuk meraih kursi nomor satu di negeri ini…

KOMPAS.com

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Miryam terima dan bagikan dana KTP-E ke DPR
      Mantan anggota Komisi II dari fraksi Hanura Miryam S Haryani disebut menerima 1,2 juta dolar AS dari pengadaan korupsi KTP-Elektronik dan membagi-bagikan uang itu kepada seluruh anggota Komisi II DPR untuk melancarkan anggaran ...
    • Polri: Kamis-Jumat puncak arus mudik
      Polri memperkirakan arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah/2017 akan mencapai puncaknya pada Kamis malam hingga Jumat (23/6) malam. "Mulai malam ini arus kendaraan akan padat setelah pulang kerja. Besok, seharian ...
    • Presiden Jokowi bakal berlebaran di Jakarta
      Presiden RI Joko Widodo berencana berlebaran di Jakarta setelah beberapa tahun sebelumnya berlebaran di daerah. "Presiden rencananya melaksanakan Salat Id di Jakarta waktunya, ya, waktu Salat Idulfitri," kata Sekretaris ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: