Siapa di Ujung Transaksi

Waktu istirahat Antasari Azhar kembali terusik. Selepas menunaikan salat asar, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif itu tiba-tiba dijemput tiga polisi dari ruang tahanan Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Antasari kembali dibawa ke ruang penyidik Direktorat Reserse Pidana Umum, yang berjarak 300 meter.

Selang dua jam kemudian, tersangka utama lain, Kombes Williardi Wizar, juga diboyong ke ruang penyidik. Tak seperti Antasari yang mengenakan baju tahanan warna oranye, Williardi tampak santai. Mantan Kapolres Jakarta Selatan ini mengenakan kemeja biasa bermotif kotak-kotak warna hitam dan topi. Williardi juga tiba didampingi sejumlah anggota polisi dan penyidik.

Namun, selama diperiksa, mereka sama sekali tak dipertemukan. Keduanya diperiksa di ruang berbeda. “Nggak, mereka tidak dikonfrontasikan,” ujar AKBP Tornagogo Sihombing, Wakil Direktur Reserse Pidana Umum Polda Metro Jaya. Selama lebih dari enam jam, keduanya diperiksa terkait hubungan pertemanan di antara keduanya serta Sigid Haryo “Bibik” Wibisono.

Dalam pemeriksaan itu, kata Juniver Girsang, Antasari mengaku mengenal Kombes Williardi. Hubungan antara Antasari dan Williardi, kata pengacara Antasari itu, sebatas rekan kerja. “Antasari kenal Williardi lewat Sigid,” tutur Juniver. Sigid Haryo Wibisono adalah bos harian Merdeka yang juga mantan politikus Golkar dan PKB. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka utama kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

Nasrudin adalah Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, sebuah BUMN cucu PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Ia terbunuh oleh dua tembakan yang menembus tengkoraknya, sepulang bermain golf pada 14 Maret lalu. Antasari, Williardi, dan Sigid dituduh sebagai dalang pembunuhan itu. Sedangkan enam tersangka lainnya, yang merupakan eksekutor, sudah lebih dulu ditahan.

Dalam pemeriksaan itu, Antasari mengakui adanya pertemuan di kediaman Sigid. Di rumah mantan politikus Golkar itu pula, Antasari bertemu dan kenal dengan Williardi. Keterangan ini kemudian diamini Williardi. Kepada penyidik, Williardi mengatakan menerima amplop berisi uang Rp 500 juta untuk dana operasional dalam sebuah aksi yang disebut Antasari sebagai tugas negara.

Dana itu kemudian diserahkan Williardi kepada para eksekutor lewat Eduardus Ndopo Mbete alias Edo. Selain untuk membayar para eksekutor, dana itu juga untuk membeli senjata api untuk eksekusi. Senjata api berupa revolver ini dibeli lewat oknum anggota TNI-AL yang mendapatkannya dari oknum anggota Brimob Polri seharga Rp 12 juta.

Pengacara Williardi, Yohanes Yacob, mengatakan bahwa antara Williardi dan Antasari tidak ada hubungan secara langsung. Williardi justru baru dikenalkan Sigid saat pertemuan di rumah Sigid itu. “Intinya, Williardi mengaku tidak tahu-menahu tentang perencanaan (pembunuhan Nasrudin) itu. Jadi, semua dari Mr. S,” kata Yohanes.

Toh, polisi tidak begitu saja menelan mentah-mentah pengakuan tiga tersangka itu. Polisi masih mendalami pengakuan para tersangka utama dan menelusuri kemungkinan keterkaitan pihak lain. Selain menyangkut dana Rp 500 juta, polisi juga sedang menyelidiki dugaan adanya aliran dana lebih besar dalam kasus ini. Pihak penyidik Polda Metro jaya telah meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menyelidikinya. Polisi meminta lembaga yang dipimpin Yunus Husein ini menyelidiki rekening milik tiga tersangka utama itu.

Diduga, selain duit Rp 500 juta itu yang digunakan untuk eksekusi, ada dana lain yang mengalir di antara ketiganya. Aliran dana itu, jika terungkap, dapat membuka kotak pandora menyangkut motif pembunuhan sesungguhnya. Sumber penyidik kepolisian menyebut pelibatan PPATK untuk mengetahui sejumlah transaksi di rekening Antasari Azhar dan Komisaris Utama PT Pers Indonesia Merdeka, Sigid Haryo Wibisono, yang mencurigakan. “Saat ini, kami masih menyelidiki pemilik rekening yang mengalirkan dana dalam jumlah besar itu,” kata sumber yang tak ingin disebut namanya itu.

Sebelumnya, sempat beredar pula kabar bahwa polisi menemukan dana cukup besar yang disimpan di rumah Antasari. Jumlahnya sangat fantastis, yaitu Rp 300 milyar dan US$ 129 juta. Namun informasi ini belakangan makin tak terbukti kebenarannya. Kuasa hukum Antasari, Ari Yusuf Amir, membantah tegas rumor tersebut. “Itu isu yang menyesatkan dan menyudutkan klien kami,” katanya.

Lewat pesan singkat (SMS) kepada Gatra, Ketua PPATK Yunus Husein membenarkan adanya permintaan polisi itu. Permintaan penyidik kepolisian itu diterima Yunus pada pekan lalu. Polisi tak menjelaskan secara spesifik bentuk transaksi yang akan diselidiki. “Semua masih dalam proses (pemeriksaan),” ujar Yunus Husein.

Hingga kini, menurut Yunus, lembaga yang dipimpinnya sejak tahun 2002 itu belum menemukan adanya aliran dana yang mencurigakan, baik di rekening Antasari maupun Sigid. Begitu pula soal aliran dana dari Sigid kepada Antasari ataupun sebaliknya, PPATK tidak menemukannya. “Belum ditemukan (aliran dana) dari Sigid ke Antasari,” kata Yunus.

Antasari sendiri tak keberatan rekeningnya diperiksa. Menurut pengacaranya, Juniver Girsang, Antasari mempersilakan polisi memeriksa rekening miliknya. Namun Juniver membantah dugaan bahwa di rekening Antasari tersimpan dana hingga lebih dari Rp 200 milyar. “Dugaan dan tuduhan itu (dana Rp 200 milyar) tidak berdasar,” kata Juniver kepada Gatra.

Juniver juga meminta PPATK transparan atas informasi yang ditemukan. Dengan demikian, tidak ada lagi prasangka tak berdasar yang bisa mempengaruhi proses penyidikan. Apalagi, ia menilai, proses penyidikan terkesan bias dan melenceng dari kasus pembunuhan ke arah character assasination terhadap Antasari. “Kenapa masalah pembunuhan kok beralih ke masalah pemeriksaan rekening PPATK, sampai dikait-kaitan dengan isu mengenai pekerjaan beliau,” ujar Juniver.

Hendri Firzani, Anthony Djafar, dan Cavin R. Manuputty
[Hukum, Gatra Nomor 28 Beredar Kamis, 21 Mei 2009]

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Belanja di Apple Store bisa lewat Apple Watch
      Pembaruan Apple Store kini membuat pengguna Apple Watch dapat membeli item langsung dari pergelangan tangan.Fitur baru tersebut dapat dinikmati setelah pembaruan versi 4.1 aplikasi tersebut, tapi, tidak semua katalog bisa ...
    • Wapres: bela negara bukan hanya saat perang
      Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan semua harus mempersiapkan diri untuk bela negara, bukan hanya pada saat terjadi perang. "Bela negara bukan hanya perang, tapi juga memajukan negeri ini dengan baik dan berkeadilan," ...
    • Polda Kepri benarkan pesawat Polri jatuh
      Polda Kepri membenarkan pesawat M-28 Sky Truck dengan nomor regristrasi B-4201 hilang kontak dan diketahui jatuh di perairan Kabupatan Lingga pada sisi selatan Provinsi Kepri. "Iya benar, pesawat sempat hilang kontak. ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: