Konflik Poso dan Ambon Dibahas dalam Dialog Antaragama di Moskow

Indonesia dinilai berhasil dalam menghentikan dalam penyelesaian kasus bermotif agama seperti di Ambon dan Poso. Karenanya, dua isu ini akan menjadi salah satu bahasan penting dalam Dialog Antaragama (Interfaith Dialogue) antara Indonesia dan Rusia di KBRI Moskow, 1-2 Juni 2009.Film berdurasi sepuluh menit tentang asal muasal, penderitaan hingga penyelesaian konflik di Ambon dan Poso akan diputar mengawali kegiatan dialog yang akan digelar di Wisma Duta, Moskow.

Film ini bermaksud menunjukkan kepada kalangan umum di Rusia bahwa melalui mediasi pemerintah bersama pemuka masyarakat, konflik yang mengerikan itu bisa dihentikan. Tanpa kebersamaan maka sulit dibayangkan munculnya solusi,” kata Dubes Hamid Awaludin yang juga kebetulan sebagai salah satu mediator dalam konflik tersebut.

Hamid menolak anggapan bahwa kasus seperti Ambon dan Poso dapat mudah selesai tanpa campur tangan pemerintah, atau diserahkan sepenuhnya melalui mekanisme adat atau yang berlaku umum di masyarakat. Bila dibiarkan terus maka kasus seperti Ambon dan Poso akan mengganggu pembangunan, kestabilan dan bahkan keutuhan bangsa. “Konflik ini sangat serius dan pemerintah harus turut serta menyelesaikannya. Yang diperlukan dalam hal ini adalah pendekatan pemerintah harus pas dan tepat, yakni peningkatan keamanan di lapangan, negosiasi, rehabilitasi ekonomi serta pembauran” tambahnya.

Pelajaran
Konflik Ambon dan Poso merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia yang sekaligus dapat dibagi kepada negara lain seperti Rusia. Meskipun berbeda, Rusia juga terdiri atas multietnik dan agama yang kadang kala menghadapi masalah serupa. Kasus Chechnya misalnya, adalah contoh konkret bagaimana kesatuan nasional nasional bisa terkoyak karena sentimen agama.

Di Rusia sendiri saat ini mayoritas rakyatnya beragama Kristen Ortodoks dengan berbagai kelompok minoritas seperti muslim, Hindu, Buddha dan Yahudi. Jumlah umat muslim di Rusia cukup besar yakni mencapai 23 juta dari 141 juta penduduk Rusia. Keberadaan mereka dikelola oleh Dewan Mufti Rusia yang saat ini dipimpin Mufti Gaynutdin. Rusia juga menjadi negara peninjau dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Menurut M Aji Surya, Konselor KBRI Moskow yang sekaligus Koordinator Substansi acara tersebut, suasana keterbukaan sengaja diciptakan dalam pertemuan di ujung bumi utara tersebut agar manfaat yang diraih semakin besar. Hal ini menjadi makin penting karena interaksi antara kedua bangsa semakin intens, baik di kalangan pemerintahan maupun people-to-people contact. Tahun lalu terdapat 65.000 turis Rusia datang ke Indonesia. 

Acara dialog antaragama dihadiri para pemuka agama dari Indonesia seperti KH Hasyim Muzadi, Prof Dr Franz Magnis Suseno, Pendeta Natan Setiabudi, Prof Dr Bahtiar Effendy, Ignas Kleden dan  juga Dirjen IDP, Andri Hadi. 

Sementara dari Rusia akan hadir atau menjadi pembicara antara lain Wakil Menlu Aleksey N Borodavkin, Direktur Center for Arab and Islamic Studies Prof Dr Naumkin, Grand Mufti Rusia, Ravil Gaynutdin, Ketua Komunitas Protestan Rusia Riahovsky Sergey dan Wakil Kepala gereja ortodoks Pendeta Georgy Ryabykh.

SinarHarapan.co.id

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Patti Smith akan bernyanyi untuk antar Hadiah Nobel bagi Bob Dylan
      Saat pidato penerima Hadiah Nobel Sastra Bob Dylan dibacakan, rekannya sesama penyanyi sekaligus penulis lagu Patti Smith akan menyanyikan salah satu lagu terbaiknya pada selebrasi Hadiah Nobel di Stockholm nanti.Smith akan ...
    • YLBHI ramalkan jaksa akan sulit buktikan kesalahan Ahok
      Koordinator Bantuan Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Julius Ibrani melihat banyak kejanggalan dalam pengusutan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, bahkan Jaksa diyakininya akan sulit ...
    • Malaria sudah ada di zaman kekaisaran Romawi
      Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: