Sarwat Husain: Kita Harus Memberinya Kesempatan

Pesona pidato Presiden Barack Hussein Obama di Kairo menjalar sampai ke negaranya, Amerika Serikat. Kaum muslim Amerika Serikat—yang mendukung Obama sejak dia mencalonkan diri menjadi presiden—merasa tak sia-sia berupaya. ”Sejauh ini, dia melakukan yang terbaik,” ujar Sarwat Husain, 54 tahun. Berdarah Pakistan, ibu dua anak ini adalah Presiden Council on American-Islamic Relations.

Berbasis di San Antonio, Texas, Council dibentuk pada 1993 untuk memperjuangkan suara Islam di Amerika Serikat. Awalnya, lembaga ini berfokus membantu menyelesaikan masalah Palestina-Israel. Setelah Obama menjadi presiden, Council aktif memberikan masukan tentang aneka masalah umat Islam di Amerika. Sarwat rajin menulis kolom di berbagai media.

Berikut ini petikan wawancaranya dengan wartawan Tempo Yophiandi melalui sambungan telepon internasional pada Rabu pekan lalu.

Apakah pidato Obama dapat memperbaiki hubungan Amerika-Islam?

 

Kita harus memberinya kesempatan. Pidatonya langsung ke pokok soal sehingga dia tidak sekadar berbicara kepada umat Islam, tapi ke warga dunia. Belum pernah ada Presiden Amerika Serikat yang berbicara seperti itu. Tapi ini baru pidato.

Anda masih ragu?

 

Mari kita realistis. Kebijakan Amerika terdahulu, terutama delapan tahun di masa pemerintahan (George Walker) Bush, telah merusak hubungan dunia Islam-Amerika. Obama harus merealisasi janjinya. Kalau tidak dilaksanakan, ya sudah, sama saja dengan presiden sebelumnya.

Apa yang paling utama harus dilakukan?

 

Menyelesaikan masalah Palestina-Israel. Dia mengatakan akan menyelesaikan persoalan permukiman (Yahudi) yang masuk ke wilayah Palestina. Dia berbicara dengan jelas, mengapa Israel tidak membagi tempat dengan Palestina.

 

Kalau Anda lihat koran di Israel, mereka tidak senang dengan pidato Obama. Menurut Israel, Obama tidak pernah membicarakan pernyataannya itu dengan mereka tapi sudah menyampaikannya ke publik. Memang Israel siapa, sampai isi pidato Presiden Amerika Serikat harus didiskusikan dengan mereka? Obama tidak minta maaf juga untuk itu. Saya tahu Obama akan menghadapi banyak tantangan di Kongres, militer, bahkan media Amerika.

Anda punya perkiraan berapa lama kesempatan Obama membuktikan isi pidatonya?

 

Setidaknya setahun ke depan. Kami mau melihat dulu keseriusannya menutup penjara Guantanamo dan menarik pasukan Amerika dari Irak. Tapi kami sedikit kecewa ketika pasukan Amerika dikirim ke Pakistan atau Afganistan.

Seberapa besar tantangan untuk merealisasi hal itu?

 

Besar! Ada yang bisa diwujudkan, ada yang tidak. Dia tidak sendirian membuat kebijakan. Kalau Anda tinggal di Amerika, Anda tahu ini sebuah sistem. Tidak seperti di Pakistan, di mana satu orang bisa menjalankan segalanya.

Anda muslimah sekaligus warga negara Amerika. Ada komentar tentang Obama yang beberapa kali mengutip Al-Quran?

 

Dia ingin menunjukkan kepada dunia, dia juga bagian dari Islam. Dia mengatakan, ”Nama saya juga Hussein.” Dulu, saat kampanye presiden, dia tidak menggunakannya. Soal mengutip Al-Quran, Anda mesti menghargainya karena dia belajar sendiri. Dia pernah di Indonesia, dan hidup di tengah keluarga muslim. Tidak ada yang tahu isi pidatonya, termasuk sekretaris negara, sampai dia berpidato di Mesir. Sebab, dia punya kebiasaan mengubah detail pidatonya dalam perjalanan.

Apakah organisasi Anda ikut memberikan masukan untuk Obama?

 

Ya. Kami berbicara dengan Obama. Teman-teman di Council Washington menyampaikan apa yang mesti dilakukannya sebelum berbicara kepada dunia Islam. Dia mendengarkan dengan saksama. Belum pernah presiden sebelumnya mau mendengar. Tapi tetap harus ada kerja sama semua elemen (Islam) di sini dan dunia untuk membantunya. Kami menggelar jumpa pers agar dia tahu kami memantau semua ini.

Jadi organisasi masyarakat muslim Amerika siap bekerja sama dengan Obama?

 

Kami ingin dia tahu, 98 persen populasi Islam di Amerika mendukungnya. Setiap kali kami ingin berbicara, dia sangat welcome. Kasus Gaza, juga Pakistan, kami menghubunginya, menyuratinya, dan kami dipersilakan datang. 

TEMPO (08 Juni 2009)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Sering terbang? Ini alasan kulit harus dirawat ekstra
      Menghabiskan waktu berjam-jam di dalam pesawat terbang bisa jadi berita buruk bagi kulit Anda. Kelembaban rendah dan terpaan pendingin udara membuat kulit jadi kering.Dr. Radityo Anugrah yang memiliki spesialisi di bidang kulit ...
    • Yogyakarta kukuhkan Satgas Saber Pungli
      Kota Yogyakarta kini memiliki Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar setelah dikukuhkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo, Selasa. "Kami akan segera melakukan koordinasi internal untuk ...
    • Pemerintah keluarkan harga patokan ayam
      Kementerian Pertanian mengeluarkan harga patokan ayam ras pedaging melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menandatangani revisi ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: