Giliran mantan PR II UNPATTI dijebloskan ke bui

hawa buiMantan Pembantu Rektor II Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Ny. Hawa Ambon, Senin (5/10) resmi ditahan oleh tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Ia ditahan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan genset Tahun 2006 dan penerimaan negara bukan pajak Tahun 2005-2007 senilai Rp 30 Miliar.

Sebelumnya, pada Kamis (1/10) kejati telah menahan staf pengajar Fakultas Teknik Unpatti Izack Thenu, yang menjadi tersangka dalam kasus genset.

Pantauan Siwalima, Ny. Hawa Ambon tiba di Kantor Kejati Maluku, di Jalan Sultan Hairun pukul 10.15 Wit. Ia mengenakan safari bermotif kotak-kotak warna abu-abu. Dengan tenang, Ia berjalan menuju petugas piket, didampingi penasehat hukumnya, Adolf Seleky Cs.

Setelah mengisi buku tamu yang disodorkan petugas piket, Ketua Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Unpatti ini langsung menuju ke lantai dua aula kantor kejati untuk menjalani pemeriksaan tahap kedua oleh jaksa Marvie de Quelju.

Tepat pukul 14.40 Wit, Ny. Hawa Ambon digiring oleh jaksa ke mobil kijang miliki Kejati Maluku dengan nomor Polisi DE 744 AM untuk diangkut ke Rutan Klas IIA Ambon, yang berlokasi di Waiheru.

Saat keluar pintu kantor kejati untuk menuju mobil tahanan, tim penasehat hukum Hawa Ambon berupaya untuk menghalangi kliennya dari bidikan kamera para wartawan.

Penasehat hukum Hawa Ambon, Adolf Seleky yang sempat berbincang-bincang dengan Siwalima , mengaku tidak ada pemeriksaan yang serius. Hanya saja dilakukan pelimpahan tahap kedua.

“Tidak diperiksa sebagaimana mestinya lagi. Hanya penyerahan tahap kedua saja,” ujar Saleky sambil masuk ke mobil bersama rekan-rekannya, untuk mengantar Hawa Ambon ke rutan.

Sementara di dalam mobil tahanan, Hawa Ambon dikawal ketat oleh empat orang jaksa.

Sumber Siwalima di kejati menyebutkan, berdasarkan hasil penghitungan, jumlah kerugian negara yang timbul dalam kasus korupsi pengadaan gesent sebesar Rp 3,8 Miliar. Nilai kerugian negara tersebut, hanya untuk tersangka Hawa Ambon.

“Untuk kasus genset, khusus untuk tersangka Hawa Ambon saja itu kerugian negaranya mencapai 3,8 Miliar. Ini baru Hawa Ambon belum yang lainnya,” terang sumber tersebut.

Penahanan Sudah Sesuai Prosedur

Sementara itu. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Soedibyo kepada wartawan di Kantor Kejati Maluku menjelaskan, langkah penahanan yang dilakukan terhadap Hawa Ambon sesuai dengan prosedur.

“Ini sudah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Dan sekarang Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka telah disiapkan untuk dilimpahkan ke pengadilan,” terangnya.

Sementara untuk satu tersangka lainnya, yakni kontraktor pengadaan genset, Ida Bagus Sufitriasa yang hingga saat ini belum memenuhi panggilan jaksa, pihaknya akan melayangkan surat panggilan ketiga kepada yang bersangkutan, yang saat ini sementara berada di Lamongan, Jawa Timur.

“Kita akan layangkan surat ketiga. Namun jika yang bersangkutan juga tetap tidak hadir maka kita akan koordinasi dengan Kejari Lamongan untuk jemput paksa,” tegas kajati.

Disinggung soal kasus korupsi lainnya yang saat ini masih ditangani kejaksaan, kajati menegaskan, semuanya akan diproses hingga tuntas.

“Ya semuanya kita tetap proses,” tandasnya.

SIWALIMA (06 Oktober 2009)

13 Comments

  1. benar atau salah akan dibuktikan di depan pengadilan nanti.

  2. wow,siapa gerembolan si berat itu?

  3. sama2 nyong..i hope to see you soon in ambon..

  4. thanks bung vecky atas keterangan keterangan yang diberikan….
    terima kasih buat berita2nya, sesama blogger saya salut dengan bung
    masih sempat update blog bukan buat beta tp juga buat orang yg ingin tahu keadaan ambon dan mudah2an juga buat orang ambon sendiri.

    untuk kuncinya, kenapa harus ibu saya?
    pintu yang dituju lain kok….
    atau yang periksa terlalu pengecut buat periksa langsung?
    atau yang periksa ” tidak punya bukti ” atau cuma asal tuduh saja?
    atau yang periksa ada tekanan dari “pihak asing/gerombolan si berat” ?

    wallahualam….

  5. Nah, BUKA KUNCI aja.
    bro rizal, tuh kunci ada di Ibu Hawa, kalau beliau pegang kunci kebenaran, bilang bliau tidak usah takut buat buka pintu kebenaran.

    beliau pegang kunci beliau yg harus buka.

  6. terima kasih nyong Sarluf…saya sudah pernah diperiksa di kejaksaan, dan selanjutnya bukan keputusan saya tapi keputusan dr hasil pemeriksaan..
    saya menghormati ibu Hawa sebagai pimpinan UNPATTI, selebihnya itu urusan dan tanggung jawab beliau sendiri atas jabatan yang dipegangnya..malah seharusnya ontua yang buka semuanya bukan saya, supaya yg harus bertanggung jawab tidak bisa lari..kunci ontua yg pegang, tinggal mau buka ka seng..itu saja…

  7. perkenalkan saya Rizal Sarluf anak dari Ibu Hawa Ambon
    buat bung veki saya harap di pengadilan anda berkata jujur

    dan buat kamorang samua yg batarea disini….
    jang talalu tabaos tapi tar ada isi, katong pung adat bagini ni yang biking katong tatinggal..
    katong paling timur dari indonesia basar ni…
    katong yang bangong pertama dari akang indonesia ni…
    tp katong yang selalu ketinggalan dari dong yang lebih lambat 2 jam menyapa dunia,
    karena katong masih piara akang sifat2 bagini……

    jang batarea saja…. jang lia barang dari kuli tp lia isinya.. camkan itu…..
    bisanya kok cuma provokasi… mulu BASAR tar tau malu…..

    beta pung mama, beta pung ibu nih korban dari akang penipuan…
    ada korelasinya seng nenek2 yg su mau pensiun ni tau akang barang elektronik genset… iyo kalo dia tu dosen teknik….
    jelas2 dia ditipu… oleh kontraktorkah? oleh staff internalkah?
    dan kalo dia korupsipun mana uangnya? mana bukti transferannya?

    jang batarea saja…. jang buka mulu lebar2…
    heeee… orang laeng katawa katong tau seng???

    thanks
    Rizal Sarluf

  8. LAPOR DIA ITU YG JADI BOSS DARI SAMUA INI, LAPOR DIA..BIAR DUNIA AMBON TAU DIA PUNG KUDIS2!!!!

  9. hajar, hajar dong yg muka pancuri tuh!!

    LAPORKAN LANGSUNG, BIAR RASA SUSAH TUH BAGEMANA.

    JANG TINGGAL DUDU SNANG SA!!!!!!

  10. benar sekali, harusnya klo kita tau siapa saja yang terlibat, kita bantai sampai akar2nya…jangan didiamkan saja..dan juga jangan banyak omong saja bikin brita disini dan disana..

    LAPORKAN SAJA DIA ITU YG TERLIBAT TAPI TINGGAL DUDU MANIS MACAM BAYI BARU LAHIR TUH!!!!!

  11. iya,seharusnya dilaporkan saja supaya tersangka jadi tambah banyak dan yang di bui tambah banyak

  12. Tergantung laporan yg masuk dong..

  13. Kenapa cuma lihat Genset yg cuma 600 juta, tapi tdk melihat Paket A1 MIPA yg 49 milyard yg sdh di Pinalti Irjen Dikti dgn denda 2 milyard krn dibayar 100% thn 2006/2007 tapi baru selesai 2008 jgn2 kontraktornya aman2 saja, Rektor pasti tau itu !!!!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Sering terbang? Ini alasan kulit harus dirawat ekstra
      Menghabiskan waktu berjam-jam di dalam pesawat terbang bisa jadi berita buruk bagi kulit Anda. Kelembaban rendah dan terpaan pendingin udara membuat kulit jadi kering.Dr. Radityo Anugrah yang memiliki spesialisi di bidang kulit ...
    • Yogyakarta kukuhkan Satgas Saber Pungli
      Kota Yogyakarta kini memiliki Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar setelah dikukuhkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo, Selasa. "Kami akan segera melakukan koordinasi internal untuk ...
    • Pemerintah keluarkan harga patokan ayam
      Kementerian Pertanian mengeluarkan harga patokan ayam ras pedaging melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menandatangani revisi ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: