Akhir Zaman

Ketika bencana alam silih-berganti menyambangi satu demi satu bagian negeri kita, tidak sedikit orang yang mengaitkannya dengan akhir zaman. Demikian pula ketika tingkat kriminalitas terus menanjak di berbagai penjuru negeri (bahkan di seantero dunia), pembicaraan bertemakan akhir zaman semakin deras mengemuka. Dan, ketika perang dalam berbagai kategori melanda sini dan sana, bisa kita tebak dengan mudah, urusan akhir zaman jelas tidak mau ketinggalan untuk diikutsertakan.

Sesungguhnya akhir zaman bukan baru sekarang menarik minat dan perhatian sejumlah kalangan tertentu. Heboh akhir zaman versi Suku Maya yang dikisahkan akan terjadi pada 21 Desember 2012 hanyalah salah satunya. Kelihatannya, semerbak aroma misteri yang dikandungnya berhasil menggoda orang untuk menelusurinya. Juga, tampaknya, karena tanda-tanda yang kerap dikaitkan dengan akhir zaman, relatif tidak asing kita temukan dalam kehidupan kita saat ini (misalnya sebagaimana dituturkan dalam Markus 13:8: “…Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.”).

Alkitab pun tidak asing dengan tema akhir zaman. Baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru terserak ayat-ayat yang berbicara tentang akhir dunia ini. Baik menggunakan istilah “akhir zaman” (contohnya seperti tertera dalam Daniel 12:4: “Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.”) atau istilah lain yang “senada-seirama” (misalnya sebutan “menjelang zaman baru” dalam Markus 13:8 di atas, serta “hari-hari terakhir” yang kita jumpai dalam 2 Timotius 3:1-2: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama…. “.

Dampak yang diharapkan muncul dari membaca atau membincangkan ayat-ayat yang berhubungan dengan akhir zaman adalah kehati-hatian dan kewaspadaan para pembaca dan pembincangnya. Sebab, mencermati tanda-tanda yang disampaikan Alkitab dalam kenyataan kehidupan sehari-hari, kita di-sadarkan bahwa akhir zaman bisa saja berlangsung ketika kita masih ada dan hidup di dunia ini. Nah lho, apakah kita akan siap saat hal tersebut terjadi? Kesadaran ini membawa kita pada dampak berikutnya yang diharapkan dari membaca atau membincangkan soal ini, yaitu penyesalan dan pertobatan kita dari gaya hidup yang tidak mengondisikan kita untuk siap ketika akhir zaman tiba.

Tapi, tunggu dulu. Uniknya, sekalipun tersebar dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Alkitab tidak menjadikan tema yang seru ini sebagai headline dalam pemberitaannya. Justru tentang kasih dan kesetiaan Allah yang berkibar-kibar sepanjang masa yang menjadi berita utamanya. Seperti yang disampaikan dalam Kitab Yesaya – mewakili Perjanjian Lama: “Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu…. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.” (Yesaya 54:8,10). Tentang hal yang sama pula Daud, Sang Pemazmur, menyatakan syukurnya. Katanya: “Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa; sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan.” (Mazmur 57:10-11)

Dengan menyajikan ayat-ayat di atas, yang menegaskan kasih dan kesetiaan Allah yang melebihi kesalahan dan dosa manusia, apakah kehati-hatian dan kewaspadaan yang diusung tema akhir zaman hendak diabaikan? Tentu saja tidak. Injil Markus, yang mengawali pemberitaannya dengan persiapan menyambut kedatangan Sang Mesias, menampilkan Yohanes Pembaptis yang mengingatkan manusia untuk berhati-hati dan berwaspada melalui seruan terkenalnya: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.” (Markus 1:4)

Penting dan mendesaknya penyesalan serta pertobatan dilakukan manusia memang selalu perlu disuarakan dari masa ke masa. Namun, bukan kehati-hatian dan kewaspadaan dalam menghadapi akhir zaman yang seharusnya menggugah kita untuk menyesal dan bertobat. Penyesalan dan pertobatan baru benar dan tepat jika kita melakukannya sebagai respons atas kasih dan kesetiaan Allah yang melampaui kesalahan dan dosa manusia.

Akhirnya, menanggapi berbagai peristiwa dan kejadian yang kerap memunculkan aneka tafsir dan dugaan, Tuhan -melalui surat Rasul Paulus kepada Jemaat Filipi- mengingatkan kita demikian: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)
Soli Deo Gloria!

Timur Citra Sari – Suara Pembaruan

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Kepergian Mar'ie Muhammad kehilangan bagi Indonesia
      Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyebut almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, sebagai sosok yang bersih dan jujur semasa menjabat. "Kita kehilangan sosok yang dahulu pada saat menjabat sebagai menteri keuangan ...
    • Hampir semua korban bom Istanbul adalah polisi
      Dua bom meledak di luar stadion sepakbola di Istanbul, Turki, pada Sabtu malam waktu setempat, menyebabkan 29 orang tewas, yang terdiri atas 27 polisi dan dua warga sipil.Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan ledakan ...
    • Sejumlah tokoh melayat ke kediaman Mar'ie Muhammad
      Sejumlah tokoh mendatangi kediaman almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, di Jalan Taman Brawijaya III Nomor 139, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu. Di antara mereka adalah Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: