SBY Diberi Gelar Raja Besar Maluku

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dianugerahi gelar adat “Upu Latu Rat Maran Siwa Lima” (Raja Besar Maluku) oleh Majelis Latupati Maluku.

Usai digelari adat, Presiden SBY menginstruksikan Gubernur Maluku untuk segera mengeksplorasi potensi gas alam Blok Masela di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Maluku Tenggara Barat (MTB).

“Saya mendorong eksplorasi potensi gas alam di Blok Masela harus segera dikerjakan agar keuntungannya dapat dimanfaatkan untuk membangun Provinsi Maluku,” tandas SBY usai dianugerahi gelar adat tersebut oleh Majelis Latupati Maluku yang dipusatkan di Baileo Siwalima, Selasa (24/11) malam.

Selain itu, khusus untuk potensi perikanan yang melimpah di Maluku, SBY menginstruksikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad untuk memikirkan pola pengembangannya.

“Menteri Kelautan dan Perikanan harus pikirkan dan melaksanakan terobosan-terobosan untuk mengembangkan potensi perikanan di Maluku agar dapat terus berkembang di masa depan,” katanya.

Dijelaskan, perkembangan semua daerah di Indonesia tentunya akan berdampak bagi perkembangan negara Indonesia. “Para menteri harus segera berkoordinasi dengan gubernur, walikota maupun bupati untuk mensinkronkan program-program pembangunan sehingga potensi-potensi andalan yang dimiliki suatu daerah dapat dikembangkan,” jelasnya.

SBY setelah dianugerahi gelar adat “Upu Latu Rat Maran Siwa Lima” juga enggan untuk banyak berjanji.

“Gelar ini merupakan kehormatan yang tinggi kepada saya. Saya tak ingin banyak berjanji, namun berharap apa yang diberikan kepada saya ini bisa menambah tekad dan bhakti kepada Maluku dan Indonesia,” ungkapnya.

SBY mengaku sebelum menjadi presiden, dirinya sering berkunjung ke Maluku yang saat ini masih berada dalam situasi dan kondisi konflik.

“Situasi pada tahun-tahun tersebut telah menjadi bagian dari sejarah yang kita petik hikmah dan pelajaran karena semua era yang penuh tragedi. Saya tidak ingin mengangkat kembali suasana waktu itu karena kita semua merasakannya, tetapi mari kita bersujud bahwa masa-masa merobek rasa`persaudaraan dan kebersamaan tersebut telah usaidan telah menjadi bagian dari masa lalu. Sekarang kita telah berstau dalam damai dan semoga damai ini berkelanjutan untuk membangun masa depan,” jelasnya.

SBY mengatakan masyarakat Maluku adalah masyarakat yang dinamis dan tidak gampang menyerah pada kenyataan. “Masyarakat Maluku memiliki fighting spirit yang tinggi sehingga masyarakat Maluku selalu ingin berjuang untuk membangun hari esok yang lebih baik. Selain itu masyarakat Maluku juga dikenal kreatif khususnya di bidang seni budaya,” katanya.

Prosesi penganugerahan gelar adat “Upu Latu Rat Maran Siwa Lima” tersebut dimulai dengan tabaos adat atau pengumuman dimulainya gelar adat kehormatan tertinggi Maluku yang dilanjutkan dengan pembacaan keputusan Forum Majelis Adat Latupati Provinsi Maluku oleh Wakil Sekretaris Majelis Latupati Maluku, Awath Ternate (Raja Negeri Batu Merah).

Menurut Awath, arti dari gelar adapt tersebut adalah seseorang yang mempunyai kuasa dan kebesaran sebagai kepala semua orang Maluku.

“Pertimbangan SBY diberikan gelar adat tersebut di antaranya, SBY dianggap telah mampu menciptakan perdamaian di Ambon setelah adanya konflik beberapa tahun lalu,” ungkapnya.

Penganugerahan dan pengukuhan gelar adat itu dilakuan oleh Ketua Umum Forum Majelis Adat Latupati, A Malawat (Raja Negeri Mamala). Pengukuhan itu ditandai dengan presiden mengunyah kapur sirih dan pinang.

Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan jubah berwarna putih dan hitam yang melambangkan religius dan sakral dan dipakai dalam upacara lokal.

Selanjutnya, SBY dipasangi ikat pinggang kain berwarna merah, hitam, kuning, biru yang menyimbolkan kesiapan pemimpin besar tampil berjuang melaksanakaan tugas dan tanggung jawab. Setelah itu, presiden dipasangi kain bahu merah simbol masyarakat Maluku.

Proses terakhir adalah pemasangan mahkota kebesaran berwarna merah, putih, kuning yang melambangkan kebesaran, kehormatan,kepemimpinan, yang dilanjutkan dengan pemberian tongkat kepala emas. Prosesi ini diiringi dengan bunyi-bunyian ahuri dan tifa etnik Maluku.

Sementara itu, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahulu menjelaskan, gelar itu merupakan perpaduan adat dan istiadat Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Maluku Tenggara. Dengan gelar adat tersebut, maka presiden merupakan bagian dari masyarakat Maluku.

“Untuk itulah kami masyarakat Maluku akan bahu membahu membangun bangsa dan negara,” jelasnya.

Penganugerahan dan pengukuhan gelar adat tersebut juga dihadiri oleh Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Malarangeng, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faisal Zaini, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, KSAD Jenderal TNI George Toisuta dan Kepala BIN Sutanto.

Sebelum memasuki Baileo Siwalima, pemeriksaan terlihat ekstra ketat.

Para undangan selain diperiksa barang bawaannya, juga diperiksa seluruh badan dengan detail. Ribuan aparat keamanan juga terlihat banyak bersiaga di sekitar Baileo Siwalima.

Beberapa jam sebelumnya, saat rapat saniri Latupati se-Maluku yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (24/11), Ketua Umum Forum Majelis Adat Latupati, A Malawat menjelaskan, gelar adat bagi SBY yaitu “Upu Latu Ratmanan Siwa Lima” merupakan perpaduan dari unsure adat yang ada di Maluku.

“Kata Upulatu berasal dari Maluku Tengah, Ratmanan itu dari Maluku Tenggara sedangkan Siwa Lima melambangkan Provinsi Maluku secara keseluruhan. Upu Latu itu artinya Raja, Ratmanan sama dengan bangsawan besar, Siwa Lima itu jelas itu adalah lambang dari pada Provinsi Maluku secara keseluruhan. Jadi Upu Latu Ratmanan Siwa Lima artinya orang yang punya kuasa dan kebesarannya sebagai kepala untuk semua orang di Maluku,” jelasnya

Tabuh Gong

SBY yang didampingi Ibu Ani berada di Ambon selama tiga hari hingga Kamis 26 November 2009.

Usai menghadiri acara penganugerahan gelar adat pada Selasa malam, Presiden Yudhoyono pada Rabu 25 November 2009 dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Perdamaian Dunia sekaligus peresmian Monumen Gong Perdamaian Dunia.

SBY juga akan meresmikan beberapa proyek infrastruktur di Provinsi Maluku senilai total Rp 149,251 miliar dan menyaksikan penyerahan secara simbolis Kredit Usaha Rakyat senilai Rp 93,221 miliar dari tiga bank BUMN, yaitu Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank BRI. Presiden dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Kamis 26 November 2009.

Sebelumnya saat mendarat di Bandara Internasional Pattimura pada pukul 15.30 Wit, rombongan presiden dijemput oleh Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAD Jenderal George Toisuta, Wakil ketua MPR RI Meilani Leimena, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Negara PDT Helmy Faisal Zaini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Ketua DPRD Maluku Fatani Sahilauw serta Walikota Ambon MJ Papilaja dan Presiden World of Peace Djuyoto Suntani. Setelah tiba dan beristirahat sejenak di ruang VVIP Bandara Pattimura Ambon, rombongan kemudian menuju ke Hotel Aston yang merupakan tempat menginap rombongan presiden di Ambon.

Sebelumnya pada pukul 08.00 Wit, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Negara PDT Helmi Faizal Zaini dan Mentri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar tiba di Ambon dan pada pukul 13.00 Wit Presiden World Of Peace Djuyoto Suntani serta para duta besar negara-negara sahabat serta kepala perwakilan PBB di Indoensia tiba di Ambon selang beberapa menit kemudian diikuti oleh beberapa dirjen serta direktur dibeberapa departemen.

SIWALIMA

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Kepergian Mar'ie Muhammad kehilangan bagi Indonesia
      Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyebut almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, sebagai sosok yang bersih dan jujur semasa menjabat. "Kita kehilangan sosok yang dahulu pada saat menjabat sebagai menteri keuangan ...
    • Hampir semua korban bom Istanbul adalah polisi
      Dua bom meledak di luar stadion sepakbola di Istanbul, Turki, pada Sabtu malam waktu setempat, menyebabkan 29 orang tewas, yang terdiri atas 27 polisi dan dua warga sipil.Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan ledakan ...
    • Sejumlah tokoh melayat ke kediaman Mar'ie Muhammad
      Sejumlah tokoh mendatangi kediaman almarhum mantan Menteri Keuangan, Mar'ie Muhammad, di Jalan Taman Brawijaya III Nomor 139, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu. Di antara mereka adalah Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: