Konser Natal ‘MESSIAH”

Memperingati hari Natal Yesus Kristus dengan mendengarkan lagu-lagu natal jadul sampai yg paling baru sudah biasa dilakukan bahkan hampir setiap tahun. Tahun ini saya mendapat kesempatan menghadiri acara Konser dengan mengusung titel KONSER NATAL 2009 yang menampilkan Magnificat karya Bach dan MESSIAH karya Handel, serta beberapa lagu natal yang digelar di Katedral Mesias Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) bersama Jakarta Oratorio Society dan Jakarta Simfonia Orchestra, dibawah pimpinan Pdt Dr. Stephen Tong.

Acara ini dibagi ke dalam 3 babak.  Babak pertama menampilkan solo pianis Indah Lestari Hertanto yang memainkan Paganini Etude No. 6 karya dari Liszt, kemudian disambung dengan Christmas Carol yang menampilkan konduktor muda Billy Christanto.  Lagu-lagu yang dimainkan adalah Panis Angelicus (Franck), Away in a Manger (Kirkpatrick), Ding Dong! Merrily on High (Woodward), dan Ave Verum (Mozart).

Pada babak kedua Dr. Stephen Tong memimpin MESSIAH Part 1 yang merupakan karya spektakuler yang indah dari George Friderich Handel. Sesi ini dimulai dengan lagu And the glory, kemudian secara berturut-turut And He shall purify, O Thou that tellest, For unto us, Glory to God, His yoke is easy, dan diakhiri dengan Hallelujah.  Yang menarik dari sesi ini adalah pengantar dari setiap lagu yang akan dimainkan diceritakan dengan begiru indahnya oleh Stephen Tong.

Babak ketiga diawali dengan penampilan Martin Stephen yang memainkan pipe organ. Ia memainkan lagu-lagu Prelude in C Major (Bach), Sur un Noel (Dupre) dalam 3 bentuk variasi, dan Songs of Praise (Chappell).  Permainan alat ini cukup asing didengar, tetapi juga menakjubkan.  Berikutnya Billy Christanto tampil kembali untuk memimpin dengan menampilkan karya-karya  Johann Sebastian Bach, yaitu Magnificat, Omnes generationes, Fecit potentiam, Sicut locutus est, dan Gloria Patri.

Suara-suara sopran begitu lincah, menjangkau nada-nada tinggi dalam sekali rengkuh dan bertahan di sana cukup lama, sebelum akhirnya kembali pulang ke dalam skala semula dibarengi suara-suara bariton lelaki yang sekalipun tidak selincah rekannya tetapi  memberikan aksentuasi yang memperjelas kontras dengan barisan suara perempuan, sambil sesekali seakan berfungsi sebagai perkusi.

Merry Christmas…Messiah is coming…

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • 7 cara manfaatkan tabir surya kedaluwarsa
      Coba periksa tanggal kedaluwarsa tabir surya Anda untuk memastikan apakah masih berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari.Tabir surya punya masa kedaluwarsa selama enam bulan setelah dibuka, kata perlindungan konsumen ...
    • Klasemen Liga Spanyol, Real Madrid tinggalkan Barcelona
      Berikut hasil pertandingan dan klasemen liga Spanyol pada Minggu waktu setempat. Pertandingan Minggu 4 Desember: Alaves 1 Las Palmas 1 Athletic Club 3 Eibar 1 Real Betis 3 Celta Vigo 3 Sporting ...
    • Beberapa mayat ditemukan lagi setelah gudang terbakar di Oakland
      Beberapa mayat ditemukan lagi pada Ahad (4/12), setelah petugas pencarian memasuki dua daerah lain di gudang yang terbakar 36 jam sebelumnya. Namun Sersan Ray Kelly dalam taklimat kedua pada Ahad, tak bersedia menyebutkan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: