Susno Duadji: Saya Yakin Kapolri Bukan Orang Munafik

Anda diduga melakukan pelang garan kode etik karena menjadi saksi dalam kasus Antasari Azhar tidak izin atasan. Bagaimana tanggapan Anda?
Apakah ada sikap yang aneh mem­berikan keterangan di depan penga­dilan. Memberikan kesaksian itu kewajiban yang diatur dalam undang-undang. Kalau saya tidak hadir tanpa alasan yang sah, saya bisa dihukum. Saat itu saya tidak sedang sakit. Wong pagi itu saya makan habis dua piring. Saya juga sedang tidak memiliki ke­sibukan. Saya juga sedang berada di Jakarta. Makanya saya putuskan untuk hadir.

Selain itu, perlu diketahui un tuk menjadi saksi itu tidak perlu izin karena tidak ada aturannya. Apa lagi yang sampaikan keterangan pribadi, kecuali keterangan yang saya sampaikan untuk mewakili kantor maka diperlukan surat kuasa.

Bila kesaksian Anda bersifat pribadi, kenapa Anda memakai seragam dinas lengkap?
Saat itu hari kerja. Baju itu tidak menunjukkan sebuah keterangan yang disampaikan itu keterangan pribadi atau keterangan institusi. Saya menggunakan baju dinas delapan lapis pun kalau tidak ada surat kuasa mewakili in stitusi, tetap saja dinilai sebagai keterangan pribadi. Jika saya tidak memakai baju dinas tetapi ada surat kuasa, itu keterangan dinas. Jadi tidak tergantung baju.

Ada yang menyebut saya keluyuran saat dinas datang menjadi sak­si. Saya menjadi saksi bukan keluyuran, kalau saya disebut ke­luyuran hati-hati pengadilan bisa tersinggung. Saya melihat sebe­narnya tidak ada masalah antara saya dengan institusi karena in­stitusi saya itu (maksudnya Polri) reformis. Kapolri reformis. Kapolri itu pernah mengatakan akan mereformasi Polri untuk memperbaiki institusi dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Beliau juga mengajak polisi agar disiplin dan taat hukum. Saya datang menjadi saksi karena saya taat hukum sehingga tidak mungkin orang yang taat hukum mau di hukum. Apalagi sepe nge tahuan saya, Kapolri adalah orang yang konsisten antara perbuatan dengan pernyataannya. Kalau tidak, beliau orang yang munafik dong. Saya yakin beliau bukan orang munafik.

Kapolri telah membentuk tim untuk memeriksa dugaan pelanggar­an yang Anda lakukan. Tang gapan Anda?
Saya berpikir positive thinking saja. Siapa tahu pemeriksaan ter­hadap saya tidak terkait masalah tersebut. Sampai saat ini saya be­lum menerima surat (panggilan pemeriksaan). Polri paham hukum, karena itu tidak mungkin Polri melarang orang menjadi saksi. Tukang becak saja kalau dipanggil menjadi saksi saja hadir, masak seorang mantan Kabareskrim mau menghindar.

Saat di pengadilan, saat majelis hakim masuk ke persidangan, orang yang hadir diminta berdiri untuk menghormati pengadilan. Artinya, semua harus menghormati proses hukum. Jangan mentang-mentang Kabareskrim lalu menolak menjadi saksi.

Saya kira untuk kasus itu tidak ada yang dipersoalkan Mabes Polri. Kalau dipersoalkan nanti Polri dianggap sebagai institusi yang tidak reformis.

Anda siap diperiksa?
Sebagai mantan Kabareskrim masa diperiksa tidak mau, asalkan orang yang ingin memeriksa saya siap.

Maksudnya?
Agar yang memeriksa saya enak melakukan pemeriksaan, orang itu harus memiliki pengetahuan yang cukup, psikologis-nya baik, sehingga tidak ada ha langan melakukan pemeriksaan. Ada yang bilang, untuk memeriksa koruptor tidak mungkin diperiksa oleh orang yang pernah melakukan tindakan korupsi.

Dalam hal ini, seseorang yang ingin memeriksa dugaan pelanggaran kode etik disiplin maka tidak boleh diperiksa oleh orang yang pernah melakukan pelanggaran kode etik atau pernah melakukan pe­langgaran namun belum diadili. Kalau pemeriksanya tidak berma­salah, saya siap di periksa. Saya siap lahir dan batin.

Saya kira Mabes Polri akan menunjuk perwira tinggi yang tidak ada masalah dengan pelanggaran kode etik maupun profesi. Kalau orang yang akan melakukan pemeriksaan terhadap saya orang yang bermasalah, saya kira, itu nekad.

Benarkah Anda memberikan kesaksian dipersidangan kasus Antasari Azhar karena kecewa dicopot dari Kabareskrim?
Tidak ada yang saya kecewakan. Bukan satu kali saya dicopot dari jabatan tetapi sudah beberapa kali selama saya bertugas di ke­polisian. Ada yang menilai saya stres. Penilaian itu makin ngawur lagi karena terus terang saja setelah saya tidak menjabat sebagai Kabareskrim, tensi darah saya normal yakni 120/70. Berat badan saya juga naik 5 kg dan anak–anak saya mengaku lebih senang bapaknya tidak menjabat posisi penting karena memiliki waktu banyak untuk–berkumpul bersama keluarga, jadi bisa makan baso bareng-bareng.

Benarkah ada ketidakkonsisten di tubuh Polri sehingga Anda me­rasa kecewa?
Saya tidak tahu itu, mungkin supaya berita bervariasi. Mungkin maksudnya bukan tidak konsisten namun hanya sekadar mem­berikan informasi yang bervariasi. Kalau keterangan disampaikan sama semua nanti seperti paduan suara.

Di dalam Kode Etik Kepolisian di Pasal 1 disebutkan anggota polisi dilarang mencari-cari kesalahan. Karena itu saya yakin Irwasum, Kadiv Propam memeriksa saya terkait kehadiran saya saat menjadi saksi di pengadilan karena tidak ada yang salah dengan kehadiran saya.

Benarkah ada persaingan antara angkatan 77 dan 78 dalam memperebutkan posisi penting di Mabes Polri?’
Saya tidak mengetahui hal tersebut. Yang jelas saya tidak memiliki cita-cita menjadi Kapolri, Wakapolri, Kapolda. Sejak saya menjadi polisi, saya tidak memiliki cita-cita selain ingin me jadi polisi yang baik.

Apa harapan Anda terhadap masalah yang sedang Anda hadapi?
Saya berharap tidak ada tuduhan yang dialamatkan kepada saya bahwa saya sedang mencari sensasi atau sedang berkonflik.

Rakyat Merdeka

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Tim pencari lanjutkan evakuasi korban gempa dari reruntuhan
      Tim pencari dan penyelamat melanjutkan upaya mengevakuasi korban gempa dari bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa 6,5 Skala Richter (SR) yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya kemarin pagi, menewaskan lebih ...
    • Kekuatan gempa 6,5 SR setara empat bom Hiroshima
      Perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut kekuatan gempa bumi 6,5 Skala Richter (SR) yang kemarin pagi mengguncang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya setara dengan kekuatan empat hingga enam ...
    • Penyertaan Modal Negara untuk PT SMI perlu diaudit BPK
      PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) hampir setiap tahun memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) yang secara total telah tersalurkan Rp24,3 triliun.Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, dalam keterangan tertulis, Kamis, ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: