Presiden Tak Bisa Dimakzulkan?

Mungkinkah presiden dan wakil presiden dimakzulkan terkait dengan kasus Bank Century? Ada kelompok masyarakat yang mengatakan hal itu mungkin. Namun kelompok lain yang berpandangan pemakzulan itu tidak mungkin. Maka perdebatan tentang pemakzulan presiden dan wakil presiden pun kini mengemuka kembali.
Dalam keterangannya usai pertemuan dengan tujuh ketua lembaga tinggi negara di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/1) lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono antara lain menekankan bahwa sistem yang dianut Indonesia adalah presidensiil, bukan parlementer. Dengan demikian, tidak mungkin ada mosi tidak percaya dari parlemen untuk menjatuhkan kabinet.
Sistem ketatanegaraan di Indonesia yang berdasarkan UUD 1945 dikatakan adalah saling mengimbangi dan mengawasi di antara lembaga-lembaga. Jadi presiden tidak bisa membubarkan MPR, DPR, dan DPD. Di pihak lain, sistem mosi tidak percaya terhadap presiden dan wapres tidak berlaku. Dengan keterangan itu, seolah-olah Presiden Yudhoyono baru saja mendapat jaminan bahwa dirinya jauh dari ancaman impeachment.
Sayangnya, pertemuan itu dilaksanakan ketika fokus perhatian masyarakat tertuju pada banyak hal terkait dengan kesungguhan pemerintah. Seperti, sejauh mana iktikad pemerintah menyelesaikan skandal Bank Century, penanganan kasus korupsi, serta keseriusan pemerintah memenuhi janji-janjinya.
Maka, tidak salah jika banyak kalangan menduga, Presiden SBY sedang tertekan oleh skandal Bank Century. Ditambah lagi kinerja 100 hari pemerintahan di bawah kepemimpinnya akhir-akhir ini dikritik banyak pihak dan dinilai masih banyak kelemahan.
Kekhawatiran itulah yang diduga mendorong Presiden SBY mengundang pimpinan lembaga negara untuk mengetahui sikap mereka. Meski pemberlakuan impeachment terhadap presiden tidak sembarangan dan harus melalui jalan berliku, Presiden SBY diduga ingin tahu pasti bagaimana pimpinan lembaga negara menyikapinya.
Tidak heran jika publik menganggap Presiden memanfaatkan Pertemuan Bogor itu untuk menghimpun kekuatan menghadapi serangan lawan-lawan politiknya di parlemen. Apalagi belakangan ada suara-suara yang meminta Pansus Angket Bank Century memanggil Presiden untuk dimintai keterangan.
Jika alasan mengumpulkan sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara untuk menyelamatkan ‘posisi politik’ Presiden SBY di mata publik, maka langkah ini sudah terlambat. Seharusnya, jika tidak ingin dianggap mencari dukungan demi menyelamatkan posisi politiknya, Presiden SBY sudah sejak jauh-jauh hari senantiasa menggandeng dan mengajak kerja sama para pimpinan lembaga tinggi negara dalam memimpin negara ini. Jadi bukan sekarang, di saat situasi sudah panas.
Dalam sistem pemerintahan presidensiil, Presiden memang menjabat sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara, namun bukan pemegang supremasi tertinggi. Kedaulatan negara dipisahkan menjadi tiga kekuasaan, yaitu legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Sedangkan konsentrasi kekuasaan berada di tangan presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
Sehingga, semestinya Presiden SBY tak perlu ikut-ikutan mencampuri apa yang sedang dikerjakan Pansus Angket Century. Sebaliknya, Presiden SBY harus memberi dukungan terhadap DPR untuk menyelidiki skandal Bank Century.
Itulah sebabnya, Presiden tidak perlu membuat pernyataan maupun kegiatan yang bisa menimbulkan kecurigaan masyarakat. Tindakan yang reaktif dan mencari simpati di tengah situasi politik yang kurang kondusif untuk sekarang ini, sungguh sangat sia-sia. Hanya akan menghabiskan energi politik, sementara hasilnya nol besar.

Ibrahim Ajie – NonBlok.com

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Patti Smith akan bernyanyi untuk antar Hadiah Nobel bagi Bob Dylan
      Saat pidato penerima Hadiah Nobel Sastra Bob Dylan dibacakan, rekannya sesama penyanyi sekaligus penulis lagu Patti Smith akan menyanyikan salah satu lagu terbaiknya pada selebrasi Hadiah Nobel di Stockholm nanti.Smith akan ...
    • YLBHI ramalkan jaksa akan sulit buktikan kesalahan Ahok
      Koordinator Bantuan Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Julius Ibrani melihat banyak kejanggalan dalam pengusutan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, bahkan Jaksa diyakininya akan sulit ...
    • Malaria sudah ada di zaman kekaisaran Romawi
      Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: