Mantan PR II Unpatti Dituntut 1,3 Tahun Penjara

Mantan Pembantu Rektor II, Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Hawa Ambon dituntut 1,3 Tahun penjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan genset di Unpatti Ambon Tahun 2006, dengan nilai proyeknya Rp 7,8 miliar.

Hawa Ambon dituntut telah melakukan perbuatan pidana yang melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 jo UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar di ruang sidang Tirta Pengadilan Negeri (PN) Ambon, dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai oleh Aman Barus yang didampingi oleh SHD Sinuraya dan S Simanjuntak selaku hakim anggota.

Sementara terdakwa di damping oleh penasehat hukumnya Adolof Seleky Cs.

Dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) YE Almahdaly, Chrisman Sahetapy dan Marvie de Queljoe yang dibacakan secara bergantian menyebutkan, terdakwa dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unpatti Ambon, Nomor:04A/j13/SK/ 2005 tanggal 2 Januari 2005 dan surat Keputusan Rektor Unpatti Ambon, Nomor: 09/j13/SK/2006, tanggal 14 Februari 2006, telah melakukan perbuatan yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp 4.055.775.726.

Terdakwa dalam melaksanakan tugasnya melakukan rencana kerja yang telah ditetapkan dalam DIPA dan membuat keputusan-keputusan atau kebijakan yang dapat mengakibatkan timbulnya pengeluaran uang atas beban APBN, telah mengambil kebijakan untuk tetap membiarkan PT Asia Sarana Teknik, sub kontraktor PT Nindya Karya (persero) Wilayah IV Makassar untuk melakukan pekerjaan listrik.

Menurut JPU, terdakwa juga memerintahkan bendahara pengeluaran untuk melaksanakan proses pencairan dana proyek pembangunan infrastruktur Unpatti paket C hingga 100 persen kepada PT Nindya Karya (persero) Wilayah Makassar pada tanggal 26 April 2006, padahal terdakwa mengetahui bahwa mesin generator set, transformator maupun panel-panel belum berada di Unpatti.

Kenyataannya pekerjaan listrik baru dikerjakan pada bulan Agustus tahun 2006 dan pengetesan mesin negerator set tanpa beban dilaksanakan pada bulan November dan Desember 2006.

Akibat perbuatan terdakwa mengakibatkan sebagian besar dana tidak digunakan untuk pekerjaan proyek pembangunan infrastruktur kampus Unpatti paket C khususnya untuk pekerjaan listrik sebesar Rp 4.055.775.726.

Sebenarnya selaku PPK, terdakwa mengetahui dalam proyek tersebut ada pekerjaan yang disubkontrakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) kepada PT Asia Sarana Teknik yang dipimpin oleh H Aris Soni Parsono sebagai direktur utama tidaklah dilaporkan kepada Rektor Unpatti selaku KPA.

JPU menungkapkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa adalah merugikan negara, sementara hal yang meringankan adalah terdakwa berlaku sopan di dalam persidangan dan terdakwa juga mempunyai tanggung jawab kepada seorang anak yang sedang duduk di bangku kuliah.

JPU juga menyatakan, terdakwa membayar denda sebesar Rp 50 juta, subsider tiga bulan penjara dan memerintakan terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 231.830.000 subsider dua bulan penjara.

Hakim kemudian menunda sidang hingga tanggal 2 Maret dengan agenda pembelaan oleh penasehat hukum terdakwa.

Thenu Dituntut 1,6 Tahun Penjara

Usai sidang Hawa Ambon, dilanjutkan dengan sidang tuntutan terhadap anggota tim pengelola teknis, Izaac Thenu dengan pidana penjara selama 1,6 tahun penjara, karena terbukti melakukan penyalagunaan kewenangan melanggar pasal 3 ayat (1) KUHP.

Sidang dipimpin majelis hakim, yang diketuai oleh Aman Barus didampingi hakim anggota SHD Sinuraya dan S Simanjuntak. Sementara terdakwa didampingi oleh tim penasehat hukumnya Firel Sahetapy Cs.

JPU Leo Tuanakota, Chrisman Sahetapy dan YE Almahdaly dalam tuntutannya dibacakan secara bergantian menyebutkan, terdakwa dalam melaksanakan tugasnya selaku anggota tim pengelola teknis kegiatan untuk pekerjaan listrik bersama dengan PPK Hawa Ambon, dan Ida Bagus Sufitriasa telah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap proyek pembangunan infrastruktur kampus Unpatti Paket C.

Terdakwa dalam menjalankan tugas pengawasan terhadap jalannya pelaksanaan fisik pekerjaan di lapangan, ternyata tidak melaksanakannya dengan baik dan benar, padahal seharusnya, terdakwa berperan secara aktif dan cermat secara teliti dalam melakukan perhitungan terhadap kemajuan sub item pekerjaan listrik yang secara fisik di lokasi pekerjaan, namun hal itu tidak dilakukan.

Sebaliknya, terdakwa mengetahui dan menyadari serta menyetujui setiap laporan kemajuan pekerjaan dalam bentuk progress fisik yang dibuat tidak mengandung kebenaran karena sesungguhnya progress fisik tersebut mencerminkan kenyataan realisasi pekerjaan di lapangan, sebagai salah satu syarat melakukan pencairan dana pekerjaan pembangunan infrastruktur tersebut.

JPU mengungkapkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa adalah merugikan Negara, sementara hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di dalam persidangan dan terdakwa masih memiliki tanggungan keluarga.

JPU juga menyatakan, terdakwa membayar denda sebesar Rp 100 juta, subsider satu tahun penjara dan memerintakan terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 275.000.000, subsider tiga bulan penjara.

Hakim kemudian menunda sidang hingga tanggal 2 Maret dengan agenda pembelaan oleh penasehat hukum terdakwa.

SIWALIMA

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • BPBD laporkan kerusakan akibat gempa Tasikmalaya
      Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mencatat 24 rumah warga rusak akibat guncangan gempa bumi berkekuatan 5.4 Skala Richter di perairan barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin dini hari."Mayoritas ...
    • Menteri pertahanan, kepala staf militer Afghanistan mundur setelah serangan
      Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menerima pengunduran diri menteri pertahanan dan kepala staf militer pada Senin, setelah lebih dari 140 tentara tewas dalam serangan Taliban di pangkalan angkatan darat pekan lalu, kata kantor ...
    • Indonesia belum tentukan atlet SEA Game 2017
      Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) belum menentukan atlet-atlet yang akan turun dalam nomor perlombaan atletik SEA Games 2017 di Malaysia, pada Agustus 2017. "Kami masih harus melihat perkembangan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: