Mantan PR II Unpatti Divonis 1,3 Tahun, Thenu 1,8 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon menjatuhkan vonis 1,3 tahun penjara kepada mantan Pembantu Rektor (PR) II Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Hawa Ambon.

Ia dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan genset di Unpatti Ambon Tahun 2006, dengan nilai proyeknya Rp 7,8 miliar.

Vonis hakim dibacakan dalam sidang yang digelar di ruang sidang Cakra PN Ambon, Jumat (5/3), dipimpin majelis hakim yang diketuai Aman Barus, didampingi SHD Sinuraya dan S Simanjuntak selaku hakim anggota. Sementara terdakwa didampingi penasehat hukumnya Adolof Seleky Cs.

Vonis majelis hakim sama dengan tuntutan Jaksa penuntut Umum (JPU) Chrisman Sahetapy.

Dalam amar putusan, majelis hakim menegaskan, terdakwa melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 jo UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Menurut hakim, terdakwa dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unpatti Ambon, Nomor:04A/j13/SK/ 2005 tanggal 2 Januari 2005 dan surat Keputusan Rektor Unpatti Ambon, Nomor: 09/j13/SK/2006, tanggal 14 Februari 2006, telah melakukan perbuatan yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp 4.055.775.726.

Terdakwa dalam melaksanakan tugasnya melakukan rencana kerja yang telah ditetapkan dalam DIPA dan membuat keputusan-keputusan atau kebijakan yang dapat mengakibatkan timbulnya pengeluaran uang atas beban APBN, telah mengambil kebijakan untuk tetap membiarkan PT Asia Sarana Teknik, sub kontraktor PT Nindya Karya (persero) Wilayah IV Makassar untuk melakukan pekerjaan listrik.

Terdakwa juga memerintahkan bendahara pengeluaran untuk melaksanakan proses pencairan dana proyek pembangunan infrastruktur Unpatti paket C hingga 100 persen kepada PT Nindya Karya (persero) Wilayah Makassar pada tanggal 26 April 2006, padahal terdakwa mengetahui bahwa mesin generator set, transformator maupun panel-panel belum berada di Unpatti.

Kenyataannya pekerjaan listrik baru dikerjakan pada bulan Agustus tahun 2006 dan pengetesan mesin negerator set tanpa beban dilaksanakan pada bulan November dan Desember 2006.

Akibat perbuatan terdakwa mengakibatkan sebagian besar dana tidak digunakan untuk pekerjaan proyek pembangunan infrastruktur kampus Unpatti paket C khususnya untuk pekerjaan listrik sebesar Rp 4.055.775.726.

Sebenarnya selaku PPK, terdakwa mengetahui dalam proyek tersebut ada pekerjaan yang disubkontrakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) kepada PT Asia Sarana Teknik yang dipimpin oleh H Aris Soni Parsono sebagai direktur utama, tidaklah dilaporkan kepada Rektor Unpatti selaku KPA.

Hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa merugikan negara, sementara hal yang meringankan adalah terdakwa berlaku sopan di dalam persidangan dan terdakwa juga mempunyai tanggung jawab kepada seorang anak yang sedang duduk di bangku kuliah.

Majelis hakim juga menetapkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 50 juta, subsider enam bulan penjara dan memerintakan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 10.000.

Sebelumnya JPU menuntut terdakwa harus membayar denda Rp 50 juta, uang pengganti Rp 231. 830.000 subsider dua bulan penjara.

Thenu Divonis 1,8 Tahun Penjara

Usai sidang Hawa Ambon, dilanjutkan dengan sidang putusan terhadap anggota tim pengelola teknis, Izaac Thenu.

Berbeda dengan Hawa Ambon, majelis hakim justru menjatuhkan vonis 1,8 tahun penjara terhadap Thenu. Ia dinyatakan terbukti melakukan penyalahgunaan kewenangan, yang melanggar pasal 3 ayat (1) KUHP.

Saat pembacaan vonis, terdakwa didampingi oleh tim penasehat hukumnya Firel Sahetapy Cs.

Vonis majelis hakim lebih tinggi, dibandingkan dengan tuntutan JPU Chrisman Sahetapy yang menuntut terdakwa dengan pidana selama 1,6 tahun penjara.

Majelis hakim dalam putusannya menegaskan, terdakwa dalam melaksanakan tugasnya selaku anggota tim pengelola teknis kegiatan untuk pekerjaan listrik bersama dengan PPK Hawa Ambon, dan Ida Bagus Sufitriasa telah melakukan perbuatan melawan hukum dalam proyek pembangunan infrastruktur kampus Unpatti Paket C.

Terdakwa yang bertugas melakukan pengawasan terhadap jalannya pelaksanaan fisik pekerjaan di lapangan, ternyata tidak melaksanakannya dengan baik dan benar. Padahal seharusnya, terdakwa berperan secara aktif dan cermat secara teliti dalam melakukan penghitungan terhadap kemajuan sub item pekerjaan listrik yang secara fisik di lokasi pekerjaan.

Sebaliknya, terdakwa mengetahui dan menyadari serta menyetujui setiap laporan kemajuan pekerjaan dalam bentuk progress fisik yang dibuat tidak mengandung kebenaran, karena sesungguhnya progress fisik tersebut mencerminkan kenyataan realisasi pekerjaan di lapangan, sebagai salah satu syarat untuk pencairan dana pekerjaan pembangunan infrastruktur tersebut.

Hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa adalah merugikan negara. Sementara yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di dalam persidangan dan terdakwa masih memiliki tanggungan keluarga.

Hakim juga menetapkan terdakwa membanyar denda sebesar Rp 10 juta, subsider 10 bulan penjara dan memerintakan terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 268 juta, subsider enam bulan penjara.

Mendengar putusan majelis hakim, keluarga Thenu terlihat kecewa. Mereka menilai tuntutan maupun putusan majelis hakim sangat tidak adil.

“Jaksa dan hakim sudah tidak adil lagi,” ujar salah seorang keluarga Thenu di PN Ambon.

SIWALIMA

Advertisements

1 Comment

  1. om victor numpang comment…beta dengar bukan cuma pejabat UNPATTI saja yang dapa loko..tapi ada juga pejabat Politeknik yang dapa loko..beta pikir..kalo WR 3 UNPATTI seperti ini apakah ini termasuk salah satu penyebab kurangnya partisipasi mahasiswa UNPATTI di kegiatan baik akademis non akademis dimana saja..baik di jawa maupun di Maluku..? karena ada kejadian yang serupa di Politeknik Negeri Semarang.akhirnya dapa loko masu bui juga..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • TNI AL bangun dermaga di Sangihe
      Komandan Pangkalan TNI AL Tahuna, Kolonel Pelaut Setyo Widodo, menyatakan, mereka akan segera membangun dermaga di Kabupaten Kepulauan Sangihe.Menurut dia, di Tahuna, Selasa, pembangunan dermaga TNI AL di sana menjadi kebutuhan ...
    • Korban tewas akibat lonsor di Kongo mencapai 140 orang
      Jumlah korban tewas akibat tanah longsor yang melanda sebuah desa nelayan di tepi danau di Republik Demokratik Kongo mencapai 140 orang, kata pemerintah pada Senin (21/8)."Kami perkirakan bahwa sedikitnya ada seratus jenazah ...
    • Negeri gila sepeda ini bikin tempat parkir sepeda terbesar di dunia
      Kota Utrecht di Belanda yang gila sepeda, kemarin membuka apa yang disebut sebagai tempat parkir sepeda paling besar di dunia yang jika rampung tahun depan bisa menampung 12.500 sepeda.Langkah pemerintah kota berpenduduk 344.000 ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: