Jangan biarkan BALI menjadi kusam

Masih ada waktu kurang lebih satu jam harus menunggu teman-teman yang sedang merelakskan badan mereka di spa. Daripada menunggu saya berjalan menyusuri pinggiran jalan di Legian. Area saya berjalan tidak asing lagi karena beberapa kali saya menginap di daerah ini. Saya tahu bahwa sebentar lagi saya akan menemukan mini market dan benar minimarket itu masih ada. Saya penasaran kira-kira kios di pojok depan minimarket itu masih ada atau sudah bubar, kalau masih ada kira-kira barang apa yang dijual sekarang. Seingat saya dulu saya rajin bertransaksi memesan barang di kios itu yang pemiliknya adalah orang Jawa, saya mencoba mengingat namanya tapi lupa.
Saya berdiri tepat di kios itu memandang cukup lama, tiba-tiba seorang pemuda dengan logat Jawa menegur menjelaskan barang-barang dagangannya. Dalam hati saya, kok tidak ada yang baru yang menarik perhatian saya, hanya satu jenis barang yang baru, wadah dari berbagai motif beling mungkin untuk tempat buah, kata mas nya untuk spa, wah saya teringat teman-teman yang sedang spa, mungkin mereka sedang dijamu dengan wadah2 ini layaknya ratu2 jaman Romawi , dan harganya kok juga mahal sekali. Tiba-tiba ada Bapak di atas motor bersuara, kasi murah saja, dia memperingatkan ke mas yang sedang memberi penjelasan ke saya supaya saya diberikan harga murah. Saya menengok dan tersenyum mengucapkan terimakasih ke bapak itu, saya ingat wajahnya bapak pemilik kios.
Meninggalkan kios pak Bambang saya berjalan terus, terlihat ada toko yang kosong ditandai dengan tulisan dikontrakkan beserta no telpon, pasti harganya ratusan juta per tahun, kenapa toko ini tutup dan kira-kira apa yang dijual dulu?
Semakin jauh berjalan saya merasakan tidak banyak hal yang baru, barang dagangan baju-baju menurut saya modelnya tidak banyak berubah, barang-barang kerajinan juga tidak berinovasi, gelang-gelang yang bertumpuk warnanya kusam, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang menurut saya Bali penuh warna ceria dan sangat hidup. Hanya lulur Balilah yang sedang booming, yang diborong oleh teman-teman, yang juga sudah menjamur di Jakarta. Macam-macam aromanya dan berbagai macam kemasannya.
Mungkin mereka belum melepaskan seluruh kekuatan karena ini bukan periode ramai, masih periode sepi, makanya ada beberapa toko yang memanfaatkan untuk melakukan renovasi, padahal saya berharap melihat barang-barang toko itu seperti dulu, penuh barang-barang yang membuat decak kagum. Akhirnya saya memutuskan untuk kembali saja siapa tahu teman-teman sudah selesai dengan spanya.
Di sepanjang jalan di beberapa titik tetap saja Bali belum bisa menghidupkan rasa kagum saya seperti dulu bahkan beberapa tahun setelah bom, masih lebih bagus menurut saya.
Berdiskusi dengan mereka-mereka yang sedang menggarap Resort World Sentosa Singapore membuat rasa takut juga, rasa takut bahwa semua wisatawan di Kuta akan berpindah ke pantai yang baru di Singapore. Singapore yang berbenah sejak merosotnya wisatawan di 2009, bergegas membuka RWS nya yang proses pembangunannya memakan waktu sekitar 3-4 tahun, belum semua wahana dibuka tetapi targetnya 2010 ini akan menarik wisatawan Asia kesana. Cerita paling mencengangkan bahwa mereka akan membuat pantai pasir putih yang bisa dijadikan ”pantai“, karena selama ini mereka tidak punya pantai untuk bersantai dan lebih hebat lagi akan dibangun taman bawah air dengan jenis yang paling lengkap di dunia, bisa ditebak bisa jadi kita akan pertama kali melihat jenis-jenis dari negara kita disana. Terbayang pantainya akan seperti pantai Kuta Bali, tetapi pasti akan lebih tertata dengan segala fasilitasnya. Melihat wahana-wahana, pengembangan RWS, tidak mau kalah dengan souvenir2 Bali, souvenirnya juga lucu2 dan valuenya juga tinggi, sangatlah mengagumkan dan saya yakin pasti akan sangat tertata bagus. Sigapore sangat apik, walaupun banyak yang tidak suka chemistrynya. Pakis-pakis dari gunung–gunung yang sering terlihat di pedalaman Indonesia bisa tertata sebagai hutan taman di dalam bandara. Manusia-manusia yang belum pernah melihatnya sangatlah kagum dan berterimakasih kepada STB yang sudah memperkenalkan berbagai tanaman Asia ke mereka, dan berkelap keliplah lampu kamera di antara pakis-pakis itu.
Lalu apa hubungannya dengan Bali? Mungkin saya hanya takut saja kalau Bali akan sepi, saat kekuatan yang sedang disimpan untuk menyambut hari ramai akan kecewa, wajah-wajah penjaga toko dan boys di Kuta akan menjadi lesu.
Ada pilihan yang lebih kinclong dan harganyapun sangat terjangkau menghadang para turis. Moga-moga Bali tidak sekedar terhibur sebagai ikon wisata dunia, gemerlap di waktu malam, tetapi ketika siang kita sadar bahwa semalam tempat yang kita lihat tidak seindah di sinar lampu malam. Bali sedang dihadang negara tetangga.  I love Bali..
V17

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Liga Eropa - Hasil dan klasemen Grup B, Apoel juara grup
      Apoel FC, berhasil menjuarai Grup B Liga Europa setelah mengalahkan wakil Yunani, Olympiakos, dengan skor 2-0 dalam laga pamungkas penyisihan di Stadion GSP, Siprus, Jumat dini hari WIB.Kemenangan yang diraih berkat gol dari ...
    • Liga Europa - Hasil dan klasemen Grup A, Fenerbahce-MU lolos
      Fenerbahce dan Manchester United lolos ke babak 32 besar Liga Europa selepas rangkaian pertandingan pamungkas penyisihan Grup A, Jumat dini hari WIB.Fenerbahce memastikan satu tiket ke babak 32 besar setelah tim asal Turki itu ...
    • Ngobrol dengan BJ Habibie di Belanda
      Nonton film berlanjut dengan ngobrol-ngobrol santai tapi serius terjadi di Belanda, antara anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia Belanda dan masyarakat Indonesia di Belanda, dengan Presiden Baharuddin Jusuf ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: