Kapolda, Wagub, dan Rektor Temui Mahasiswa

Sekitar pukul 16.00 WIT, rektor bersama rombongan Wakil Gubernur Maluku Said Assagaf, Kapolda Maluku, Brigjen Pol Totoy Herawan Indra, bertemu dengan mahasiswa FMPU di pelataran Mesjid Kampus. Pertemuan ini menjadi tuntutan mahasiswa.

Mereka sangat menyesalkan lambannya langkah Unpatti dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kampus. Selain itu, mereka menolak bertanggung jawab atas apa yang terjadi di kampus Fekon. Karena menurut mereka, yang menyebabkan semua itu adalah dekan Fekon, Dr, Stelamaris Metekohy, yang tidak memiliki niat baik untuk menyelesaikan masalah.

Padahal, permasalahan yang terjadi di kampus akibat tudingan terhadap dirinya melontarkan perkataan yang dinilai rasialis, yang mendiskriditkan satu golongan yang ada di Unpatti Ambon. Untuk itu mereka minta agar dia dipecat.

“Yang bertanggungjawab atas kerusakan yang terjadi pada kampus Fekon adalah dekannya sendiri, karena telah melontarkan perkataan yang rasialis. Dan dia tidak pernah mau berdialog dengan kami. Malah setiap kali didatangi oleh kami, dia selalu kabur menghindar,” kata mereka.

Untuk itu, mereka meminta kepada rektor agar memecat dekan Fekon yang menyebabkan terjadinya kekisruan di kampus Unpatti, sehingga timbulnya jatuh korban ditengah mahasiswa.
Mereka juga meminta agar rektor dapat mengimplementasikan butir-butir perjanjian Malino dengan baik. Karena perjanjian tersebut bukan hanya sebuah konsep, tapi harus direalisasikan dengan baik. “Perjanjian Malino, merupakan dasar pijak kembalinya aktivitas Unpatti di Poka. Yang didasari oleh asaz perimbangan,” kata mereka.

Selain itu, mereka juga meminta kepada pihak Unpatti untuk menanggung seluruh biaya pengobatan mahasiswa yang mengalami luka akibat kejadian kemarin. Mahasiswa juga mengadukan perlakukan diskriminasi dan intimidasi yang dilakukan oleh sejumlah dosen. Sebut saja pada FISIP, menurut mahasiswa ketua prodi Ilmu adminstrasi public, P. Sahetapy, sering meunjukan sikap yang kurang baik terhadap mahasiswa.

Para mahasiswa juga mempertanyakan sejumlah pemuda tak dikenal yang masuk ke dalam kampus dan menghardik mereka. Pemuda-pemuda tersebut bukan merupakan mahasiswa Unpatti. Mereka meminta kepada Kapolda agar bisa mensterilkan wilayah-wilayah di sekitar kampus, karena sangat rawan. Orang luar bisa masuk begitu saja dan ikut campur dalam urusan mahasiswa.

Menanggapi pernyataan mahasiswa, Tetelepta mengatakan, akan memproses tuntutan mereka. Namun, soalnya pemecatan bukan kewenangannya. Tapi, dia akan tetap melakukan proses terhadap dekan Fekon tersebut.

Wakil Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff menghimbau, kepada seluruh dekan di Universitas Pattimura, agar bisa menerima dan membahas semua aspirasi mahasiswa dengan baik. Karena dengan menerima aspirasi mahasiswa, itu menunjukan sikap yang arif dan bijak.

“Tidak boleh ada lagi pengkotak-kotakan. Para dekan harus mendengar aspirasi mahasiswa dengan baik. Saya harap ke depan tak boleh ada lagi kasus-kasus seprti ini. Tidak boleh ada lagi dekan yang bersikap seperti itu,” kata Assagaff, di hadapan ratusan mahasiswa.

Dia mengatakan, masalah Unpatti akan dibawah dalam rapat Muspida yang akan digelar Jumat hari ini. Assagaf pada kesempatan itu juga mengatakan, kondisi keamanan di Kampus Unppati Ambon sudah aman dan terkendali. Berbagai isu-isu yang sifatnya propokatif, seperti ada korban yang meninggal dunia sama sekali tidak benar. ‘’Kalau ada yang mengalami luka-luka itu benar,”akuinya.

Terkait dengan kondisi korban yang sementara dirawat di rumah sakit, Assagaf mengaku berdasarkan kesepakatan yang dibangun, pihak Unpatti yang akan menanggung semua biaya perawatan.

Bahkan lanjut dia, terkait dengan insiden ini, pihak rektorat akan meliburkan mahasiswa hingga 5 April 2010 mendatang. ‘’Kita berharap ketika masuk libur nanti, tidak ada lagi masalah yang dipersoalkan. Kalau ada informasi yang tidak sesuai tolong dikonfirmasi dengan Kapolda, Rektor atau saya sendiri,”sarannya

Sedangkan Kapolda Maluku meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprokasi dengan isu-isu yang menyesatkan. ‘’Apa yang terjadi saat ini, haruslah diselasaikan secara internal oleh pihak Unpatti sendiri,”harapnya.

Jenderal dengan bintang satu dipundak ini mengharapkan kepada mahasiswa, untuk menahan emosi dan mengendalikan diri, sehingga apa yang diharapkan lewat perjuangan dalam menyampaikan aspirasi mereka dapat dilakukan dengan baik. “Saya kira teman-teman mahasiswa harus menahan diri, dan tidak berlaku anarkis,” harapnya.

Pihaknya lanjut dia, tetap menempatkan aparat keamanan untuk melakukan penjagaan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Jadi bukan hanya aparat keamanan yang memiliki tanggungjawab untuk menjaga keamanan tetapi kita semua termasuk mahasiswa,” pintanya.

Menyangkut faktor pemicu bentrok, Kapolda mengaku hal ini dipicu kesalapahaman yang belum dapat diselaikan. “Artinya sebuah dialog yang masih tersumbat, sehingga harus dilakukan sebuah pertemuan yang intensif, sehingga semua aspirasi yang disampaikan, dapt dicarikan solusi untuk pemecahan masalah tersebut,” sarannya.

Sementara itu, Sekertaris GP Ansor Maluku, Mukhlis Fataruba, mengatakan rektor harus bertanggungjawab terhadap bentrok yang terjadi di kalangan mahasiswa hingga mencapai puncaknya, kemarin. Karena masalah ini tidak diatasi sejak awal, padahal para mahasiswa terus mengingatkan rektor dengan aspirasi yang ditunjukan lewat beberapa demonstrasi yang lalu.

“Kami sangat kesal, tidak pernah masalah itu diatasi lebih awal, sampai ada kejadian baru diatasi. Kami ingin menyampaikan masalah yang terjadi di Unpatti saat ini diibaratkan seperti bensin yang tumpa, sehingga hanya tinggal menunggu percikan api kecil saja,” tandas Fataruba, kepada Koran ini via telpon seluler, dari arena Muktamar NU di Makassar, kemarin.

Kata dia, tidak ada pilihan lain dari rektor, dekan fakultas ekonomi harus diberhentikan dari jabatannya. Karena sikap yang ditunjukannya tidak mencerminkan dia sebagai seorang pimpinan. Mestinya dia bisa menampung aspirasi mahasiswa dengan baik. Bukan meninggalkan masalah hingga terjadi bentrok antar mahasiswa seperti ini. Mahasiswa yang awalnya memiliki masalah secara vertikal akhirnya harus menjadi konflik horizontal.

Fataruba mengatakan, masalah Unpatti juga akan dibahas dalam rapat-rapat di Muktamar NU di Makassar. “Ini sudah diagendakan, masalah Unpatti juga akan kami bahas,” kata dia.

AMEKS

1 Comment

  1. Negara Indonesia saat ini sudah tidak ramah lagi, dimana mana terjadi kericuhan😦


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Sering terbang? Ini alasan kulit harus dirawat ekstra
      Menghabiskan waktu berjam-jam di dalam pesawat terbang bisa jadi berita buruk bagi kulit Anda. Kelembaban rendah dan terpaan pendingin udara membuat kulit jadi kering.Dr. Radityo Anugrah yang memiliki spesialisi di bidang kulit ...
    • Yogyakarta kukuhkan Satgas Saber Pungli
      Kota Yogyakarta kini memiliki Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar setelah dikukuhkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo, Selasa. "Kami akan segera melakukan koordinasi internal untuk ...
    • Pemerintah keluarkan harga patokan ayam
      Kementerian Pertanian mengeluarkan harga patokan ayam ras pedaging melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menandatangani revisi ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: