Led Zeppelin Band Terbaik

Jaringan radio Inggris, BBC2, bulan ini mengadakan jajak pendapat band terbaik sepanjang masa bertajuk ”I’m In A Rock And Roll Band!’. Mereka memberikan kesempatan pendengar selama lima pekan voting lewat internet. Hasilnya, terpilih tiga band terbaik secara berturut-turut: Led Zeppelin, Queen, dan The Beatles.

Tak mudah bagi Zeppelin merebut suara terbanyak, apalagi mengalahkan raksasa Queen dan The Beatles. Belum lagi ada nama-nama besar yang sukses artistik maupun komersialnya malah dipandang lebih baik, seperti Rolling Stones, Radiohead, The Clash, atau Jimi Hendrix Experience. Namun, kesimpulan utama dari jajak pendapat mengatakan, Zeppelin menang karena dilahirkan untuk menjadi band yang menyajikan musik keras dan seksi.

Zeppelin dibentuk tahun 1968 dan terdiri atas Jimmy Page (gitar), Robert Plant (vokal/harmonika), John Paul Jones (bas/gitar/kibor/mandolin), dan John Bonham (drum). Dengan ciri musik rock dan blues yang kaya gitar, Zeppelin disebut sebagai pelopor aliran heavy metal sekaligus hard rock.

Namun, skill individu tiap-tiap personel yang terangkum menjadi satu-kesatuan telah menobatkan Zeppelin sebagai kelompok yang menembus batas satu aliran musik tertentu saja. Lebih dari itu, mereka, tak seperti band-band lain saat itu, tidak mau merilis singel yang diambil dari album-album. Oleh sebab itu, mereka disebut sebagai ”band berorientasi-album”.

Zeppelin membubarkan diri tahun 1980 atau 30 tahun setelah Bonham meninggal dunia karena tertelan muntahnya sendiri saat tidur setelah mabuk berat. Namun, sekalipun sudah lama bubar, Zeppelin sampai kini dipandang sebagai institusi yang memengaruhi evolusi musik rock. Mereka menjual lebih dari 200 juta keping album, prestasi puncak yang hanya diraih segelintir artis.

Semua album studio Zeppelin pasti masuk ke 10 besar Billboard di AS, enam di antaranya menyodok ke urutan teratas. Penghargaan yang dicapai antara lain nomor satu 100 Greatest Artists of Hard Rock versi VH1 dan Best Live Acts of All Time versi majalah Classic Rock. Majalah Rolling Stone menyebut Zeppelin sebagai ”band terbesar tahun 1970-an”, sementara Rock and Roll Hall of Fame mengatakan, mereka sebagai ”band paling berpengaruh pada dekade 1970 seperti halnya The Beatles pada dekade 1960.”

Tahun 2007 tiga personelnya (Page, Plant, dan Jones) bersama putra Bonham, Jason tampil di konser Ahmet Ertegün Tribute Concert di London, Inggris. Berkat konser itu, tahun 2008 Zeppelin diberikan penghargaan Best Live Act versi majalah Mojo yang menyebut mereka sebagai ”band rock’n’ roll berbesar sepanjang masa”.

Sampai saat ini masih terjadi debat sengit yang mengkritik Zeppelin yang dianggap lebih baik dibandingkan dengan The Beatles dan Stones. Apalagi kedua band terakhir inilah yang menetapkan pakem-pakem musik pop dan rock pada tahun 1960-an. Band-band yang dibentuk setelah itu tak lebih dari sekadar mengikuti jejak—atau coba berkompetisi dengan—The Beatles dan Stones.

Ada juga yang berteori bahwa Zeppelin kurang layak dianggap sebagai pelopor karena musik rock tahun 1970-an telah terbentuk. Berbeda dengan The Beatles yang mengawali pemberontakan sebuah generasi terhadap kemapanan melalui musik atau Stones yang menjadi pelopor konser musik yang heboh, liar, dan rusuh.

Sebagian berpendapat Zeppelin sebagai band konser jauh lebih baik daripada The Beatles dan Stones. The Beatles terakhir kali konser serius tahun 1967 di San Francisco, Amerika Serikat, dan setelah itu mengadakan konser di atas atap gedung Apple di London tanpa penonton. Stones hampir tiap tahun konser sejak dibentuk tahun 1962 dan sering mencetak rekor penghasilan penjualan karcis terbesar.

Namun, mungkin tak ada musisi yang yang tahan beraksi di atas panggung selama tiga jam tanpa henti seperti Page, Plant, Jones, dan Bonham. Pada masa keemasan, mereka tak cuma kuat bermain dalam durasi panjang, tetapi konsisten menjaga tempo, stage act, dan skill individu. Tak ada gitaris yang secara fisik mendominasi panggung seperti Page, bersuara sempurna seperti Plant, dan memainkan rhythm section seperti Jones-Bonham.

Dengan musik yang berevolusi maju (progressed) yang terwakili lewat album-albumnya, dicampur konser-konsernya yang panjang, Zeppelin tahun demi tahun membangun karisma. Ya, karisma itulah yang mungkin dipunyai The Beatles atau Stones, tetapi belum menggumpal seperti yang dimiliki Page, Plant, Jones, dan Bonham.

Budiarto ShambazyKOMPAS

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Tim pencari lanjutkan evakuasi korban gempa dari reruntuhan
      Tim pencari dan penyelamat melanjutkan upaya mengevakuasi korban gempa dari bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa 6,5 Skala Richter (SR) yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya kemarin pagi, menewaskan lebih ...
    • Kekuatan gempa 6,5 SR setara empat bom Hiroshima
      Perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut kekuatan gempa bumi 6,5 Skala Richter (SR) yang kemarin pagi mengguncang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya setara dengan kekuatan empat hingga enam ...
    • Penyertaan Modal Negara untuk PT SMI perlu diaudit BPK
      PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) hampir setiap tahun memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) yang secara total telah tersalurkan Rp24,3 triliun.Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, dalam keterangan tertulis, Kamis, ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: