Penjelasan Yusril Tentang Konsultasi SBY bila Boediono Ditangkap

Yusril Ihza Mahendra mungkin sedang menggali dukungan dari mana-mana, termasuk dari kelompok yang menduga (karena melihat tanda-tanda) pihak Istana terlibat dalam megaskandal Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

Tetapi, apapun maksud Yusril, informasi yang disampaikannya pekan lalu dalam sebuah diskusi di Doekoen Coffee, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, patutlah dipertimbangkan sebagai semacam novum atau bukti baru.

Dari penjelasan Yusril, dapat disimpulkan bahwa Presiden SBY telah mengetahui potensi pelanggaran hukum di balik keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menggelontorkan bailout untuk Bank Century.

Keputusan menggelontorkan dana talangan untuk Bank Century diambil dalam rapat KSSK dinihari 21 November 2008 lalu. Menurut KSSK yang diketuai Menteri Keuangan (kala itu) Sri Mulyani Indrawati, Bank Century merupakan bank gagal berdampak sistemik. KSSK juga memberikan dana talangan sebesar Rp 632 miliar untuk mendongkrak rasio kecukupan modal bank itu. Usul ini sebenarnya disampaikan oleh satu-satunya anggota KSSK, Gubernur BI (kala itu) Boediono.

Kembai ke Yusril. Dalam diskusi di Doekoen Coffee itu ia pada mulanya hendak menjelaskan modus yang digunakan untuk melumpuhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satu tujuan melumpuhkan KPK, sebutnya, adalah untuk menutupi skandal Bank Century.

Ceritanya, demikian Yusril, berawal dari bulan Ramadhan setelah Pilpres 2009 digelar. Kepada Yusril yang ahli hukum tatanegara itu, SBY bertanya sekiranya Boediono ditangkap, apakah ia akan tetap dilantik menjadi presiden.

“Saya bilang tidak bisa. Presiden dan wakil presiden harus diambil sumpah secara bersamaan. Kalau gitu kita harus ulur waktu. Tapi mengulur waktu juga tidak menyelesaikan masalah,” ujar Yusril.

“Saya tanya kenapa ada pertanyaan kalau Pak Boediono tidak dilantik. Ternyata kaitannya dengan kasus Century,” sambungnya.

Menurut Yusril, kalau presiden dan wakil presiden tidak dilantik maka negara ini akan mengalami vacuum of power atau kekosongan kekuasaan pemerintahan. Dilema seperti ini, sebutnya lagi, adalah kelemahan sistem politik yang dibangun di era reformasi ini. Konstitusi diamandemen sedemikian rupa sehingga MPR tidak dapat menunjuk pejabat presiden dan tidak dapat memperpanjang jabatan presiden.

Yusril juga mengatakan bahwa skandal dana talangan Bank Century dimulai dari pembuatan produk hukum yang mencengangkan. Yang dimaksudnya adalah pembuatan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) 4/2008 tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK).

Pasal 29 Perppu JPSK itu memberikan kekebalan hukum kepada pihak-pihak yang mengambil keputusan. Disebutkan di dalam pasal itu, “Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan/atau pihak yang melaksanakan tugas sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ini tidak dapat dihukum karena telah mengambil keputusan atau kebijakan yang sejalan dengan tugas dan wewenangnya sebagaimana yang dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ini.”

Menurut Yusril, isi pasal itu “agak aneh” dan menimbulkan pertanyaan.

Di saat bersamaan dengan munculnya bau skandal Bank Century ini, Ketua KPK (kala itu) Antasari Azhar sedang mengusut kasus IT Komisi Pemilihan Umum (KPU). Adapun pimpinan KPK yang lain, Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah, mengusut skandal dana talangan Bank Century.

Sejak saat itulah, masih kata Yusril, publik dapat melihat bagaimana KPK dihabisi.

“Saya kira sudah jadi pengetahuan kita semua. Audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) juga sudah jelas,” demikian Yusril.

RMonline

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Polisi ringkus pelaku saat menimbang sabu-sabu
      Satuan Narkoba Polresta Banjarmasin, berhasil meringkus seorang pelaku yang tengah menimbang narkotika jenis sabu-sabu di dalam rumahnya. "Saat itu pelaku sedang menimbang sabu-sabu menjadi paketan kecil untuk diedarkan ...
    • KPK hanya akan penuhi undangan Komisi III
      KPK hanya akan memenuhi undangan Komisi III DPR sebagai mitra kerja dan bukan panggilan panitia khusus (pansus) DPR."Kita kan hubungannya dengan komisi III sementara kalau dengan pansus kan kita menunggu putusannya MK (Mahkamah ...
    • Basarnas evakuasi pendaki jatuh ke jurang
      Sebanyak tujuh personel dari Basarnas Pangkalpinang berhasil mengevakuasi seorang pendaki Bukit Maras, Bangka Barat yang terjatuh ke jurang. "Proses evakuasi kami lakukan setelah mendapat laporan dari salah satu pendaki ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: