Tama Satrya Langkun: Insiden Ini Membuat Saya & Teman-teman Makin Semangat

Tama Satrya Langkun dikeroyok orang tak dikenal Kamis dinihari (8/7). Anggota Divisi Investigasi ICW itu mengalami luka parah di bagian kepala.

Pengeroyokan ini diduga terkait dengan kasus rekening gendut milik sejumlah perwira Polri. Adalah Tama yang mela­por­­kan kasus itu ke Satgas Pem­be­rantasan Mafia Hukum dan KPK.

Sebelum insiden ini, Tama mengungkapkan sudah sering di­kuntit. Beberapa jam sebelum ke­jadian, dia sempat diundang ang­­gota Polda Metro Jaya.

Apakah Tama mengenali pela­ku penggeroyokan dirinya? Apa­kah ciri-cirinya seperti aparat? Apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan dengan polisi sebelum kejadian? Berikut penuturan Tama kepada Rakyat Merdeka saat menemuinya di ruang pe­ra­watan 206 Rumah Sakit Asri, Du­ren Tiga, Jakarta Selatan.

Bisa diceritakan bagaimana peristiwa pengeroyokan yang Anda alami?
Peristiwa itu terjadi pada Ka­mis (8/7) dinihari pukul 04.00 WIB atau tepatnya sehabis saya menyaksikan pertandingan sepak bola Spanyol vs Jerman di daerah Kemang. Setelah selesai, saya dengan ditemani oleh seorang teman bernama Khadafi mengen­darai sepeda motor menuju kan­tor saya (ICW) di daerah Kali­bata. Saat di perjalanan, yakni setelah Mampang atau sekitar 150 meter sebelum Rumah Sakit Asri Duren Tiga, tiba-tiba ada dua sepeda motor yang mencoba memepet saya. Dan salah satu motor langsung memotong laju jalur jalan motor saya. Ketika kondisi keseimbangan motor saya sedang limbung, motor yang kedua tiba-tiba menendang motor yang sedang saya kendarai. Akibatnya, saya dan Khadafi, terjatuh dan saya sendiri terseret 6 meter ke depan.

Saat itu, saya yang masih me­makai helm, berusaha bangkit dan mendirikan kembali sepeda mo­tor yang masih tergeletak. Pengendara motor yang sebe­lum­nya memotong jalur saya berlari meng­hampiri kami.

Saya kira, pengendara motor ter­sebut berusaha menolong, te­ta­pi ternyata dia langsung me­mu­kul leher saya dengan semacam benda tumpul. Melihat saya jatuh, orang tersebut terus memukul saya tanpa menge­luarkan sepatah kata apa pun. Helm yang masih saya gunakan, di­lepas secara paksa dan saat itu ada benda yang langsung di­pukulkan ke kepala saya bagian depan dan belakang. Dan saya men­duga benda yang dipu­ku­l­kan pada kepala saya itu sejenis benda tajam. Sebab, setelah diri saya diperiksa dokter ditemukan sobekan yang tidak saja pada ku­lit luar, tapi juga kulit dalam­nya dan terpaksa harus dijahit se­banyak 29 jahitan.

Berapa orang yang meng­geroyok?
Berapa jumlahnya, saya tidak tahu persis. Karena ketika ada yang pertama kali memukul leher ba­gian belakang, saya tidak mem­perhatian siapa-siapa saja yang ikut melakukan pemukulan.

Yang pasti, kalau dari senjata yang dipakai untuk melakukan pukulan, jumlahnya pasti lebih dari satu. Karena dari luka-luka yang ada, yang ada di leher dan ada di kepala serta tangan saya akibat pukulan, itu bekasnya berbeda. Ada yang lebam karena pukulan benda tumpul dan ada yang mengalami luka seperti terkena benda tajam. Dan yang aneh, Khadafi teman saya yang saat itu terjatuh bersama saya, sama sekali tidak diserang oleh para pelaku.

Apakah Anda memperhatikan ciri-ciri fisik pelaku? Apa pakai seragam? Apa penampilannya seperti aparat?
Saya tidak bisa mengatakan bah­wa pelaku pengeroyokan ter­hadap saya itu dari pihak kepo­lisian. Karena saya sendiri tidak melihat rupa dari wajah pe­nge­ro­yok saya. Saya hanya bisa melihat dari lutut ke bawah. Jadi saya tidak tahu pelaku itu pakai pakaian apa dan memiliki rupa seperti apa. Dari logat suara saja, saya tidak bisa menebak pelaku dari suku apa. Karena memang dari awal melakukan penge­ro­yokan sampai pergi mening­gal­kan saya, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut para pelaku.

Menurut Anda, kenapa Anda sampai dikeroyok? Apa ada kaitan dengan kasus rekening gendut polisi yang dilaporkan ICW?
Yang pasti, saya mengira bah­wa ini ada hubungannya dengan kasus yang sedang saya dan teman-teman ICW selidiki. Yakni masalah rekening gendut di ke­polisian. Kebetulan saya meru­pa­kan salah satu orang yang me­la­porkan kasus rekening jenderal ke Satgas Pemberan­tas­an Mafia Hukum dan KPK.

Namun yang memang perlu diselidiki apa motif di balik pengeroyokan ini. Apakah itu semacam warning kepada saya dan teman-teman yang lain, atau mungkin saja ada pihak lain yang coba memperkeruh keadaan untuk mengadu domba ICW dengan pihak kepolisian. Tetapi saya tetap yakin bahwa ada kaitan antara kasus yang sedang kami selidiki

Katanya sebelum kejadian Anda sempat bertemu polisi, benar nggak? Apa yang dibi­carakan?
Benar, sekitar jam 9 malam atau sebelum pengeroyokan ter­hadap saya ada rekan dari Polda Metro Jaya yang meminta ber­temu dan mengundang saya datang ke kantor. Apa yang dibi­carakan, yakni pihak kepolisian ingin membuka komunikasi dengan ICW.

Masalahnya, semenjak ada kasus rekening gendut, pihak ke­po­lisian ragu untuk ber­ko­mu­nikasi dengan ICW dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, pihak kepolisian juga menawarkan perlindungan kepada ICW de­ngan mengirimkan aparat dari Polres Jakarta Selatan agar ber­jaga-jaga di kantor ICW.

Apa sebelumnya Anda me­li­hat ada hal-hal yang men­cu­rigakan?
Memang sebelum peristiwa pe­ngeroyokan, pada hari Senin sem­pat ada sepeda motor yang me­ngikuti kemana pun saya pergi.

Apa yang dilakukan ICW menyikapi insiden ini?
Kalau apa reaksi dan apa yang dilakukan ICW terhadap insiden ini, terus terang saya kurang tahu. Te­tapi apa yang teman-teman ICW sampaikan adalah meminta kepada saya agar fokus pada pe­nyembuhan diri dan tidak me­mi­kirkan tentang kasus yang sedang saya tangani.

Untuk masalah advokasi, la­poran dan lainnya akan diambil alih oleh rekan-rekan ICW yang lain. Karena kasus yang sedang kami tangani ini apa pun yang terjadi tetap harus dilanjutkan. Ja­ngan sampai karena saya menjadi korban pengeroyokan, pekerjaan yang ditangani terhenti. Masih banyak rekan-rekan lain yang siap meneruskan pekerjaan ini. Bahkan dengan adanya insiden ini, justru membuat teman-teman ICW makin semangat untuk segera menuntaskan kasus yang sedang kami selidiki.

Selain Anda, apa ada aktivis ICW lain yang diteror?
Kalau itu saya kurang tahu. Sebab memang tidak ada rekan-rekan di ICW yang memberi tahu bahwa dirinya sedang diteror atau diancam dari pihak-pihak yang tidak dikenal.

Apa Anda kapok untuk mela­porkan kasus?
Tidak ada alasan yang kuat untuk saya kapok atau berhenti menjadi aktivis. Justru dengan kejadian ini, seperti teman-teman yang lain, saya semakin semangat untuk membongkar kasus-kasus besar yang masih tertutup.

Saya bangga menjadi aktivis. Apa pun yang terjadi, saya akan tetap menjadi aktivis.

RMonline

1 Comment

  1. kasihan juga ya….SEMANGAT,,,jangan takut///


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Sering terbang? Ini alasan kulit harus dirawat ekstra
      Menghabiskan waktu berjam-jam di dalam pesawat terbang bisa jadi berita buruk bagi kulit Anda. Kelembaban rendah dan terpaan pendingin udara membuat kulit jadi kering.Dr. Radityo Anugrah yang memiliki spesialisi di bidang kulit ...
    • Yogyakarta kukuhkan Satgas Saber Pungli
      Kota Yogyakarta kini memiliki Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar setelah dikukuhkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo, Selasa. "Kami akan segera melakukan koordinasi internal untuk ...
    • Pemerintah keluarkan harga patokan ayam
      Kementerian Pertanian mengeluarkan harga patokan ayam ras pedaging melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menandatangani revisi ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: