Banjir dan Politik Agraria

Dalam dua tahun terakhir, banjir besar dengan eskalasi yang amat luas menjadi bencana paling nyata di negeri ini.

Bisa dikatakan lebih nyata daripada ancaman bencana perubahan iklim global yang dalam waktu sama mendapat perhatian lebih besar.

Banjir sepertinya telah diperlakukan sebagai ”anak tiri” bencana yang kurang diperhatikan meski korbannya amat besar. Media memberitakan banjir besar di berbagai daerah hampir setiap hari belakangan ini, tetapi banjir tetap saja diperlakukan seperti ”anak tiri”.

”No way”

Di antara prestasi pemerintahan SBY-JK dalam menangani bencana ketimbang pemerintahan sebelumnya, banjir justru datang seperti air bah yang tak terbendung. Hampir tak ada solusi jitu di antara harapan pemerintah untuk mengatasi banjir secara fundamental.

Ataukah sebenarnya tak ada keberanian? Mengingat pemerintah pun paham di antara masalah yang paling berat adalah menghadapi rakyat yang ”lapar tanah”; mereka yang menggarap lahan-lahan bantaran sungai dengan tanaman singkong.

Pada dekade 1980-an, Lembaga Ekologi Unpad di bawah (alm) Otto Soemarwoto menjelaskan, tanaman singkong adalah mesin penggembur tanah. Penelitian ekologi-manusia di bawah Tim Ekspedisi Bengawan Solo-Kompas (2008) kembali menjelaskan hal serupa.

Pemerintah juga tidak buta saat melihat puncak-puncak bukit gundul total dan digerogoti rakyat ”lapar tanah”. Diyakini, pemerintah juga amat paham besarnya tingkat sedimentasi di berbagai daerah aliran sungai karena kegemburannya sehingga menjadi masalah banjir yang paling menonjol.

Danau, waduk, situ, sungai, kanal, bahkan parit di depan rumah kita pun tak lepas dari besarnya tingkat sedimentasi. Pemerintah paham, ruang air kian sempit meski acap kali berpikiran terbalik dengan mengkhawatirkan jumlah sungai di Ibu Kota yang mencapai 13, padahal seharusnya kurang banyak.

Bagaimana solusinya? Transmigrasi seperti memindahkan penduduk desa di Gunung Merapi yang terkena letusan tahun 1961 ke Way Jepara ataukah program Indonesia Menanam, mengeruk waduk, sungai, dan menambah jumlah waduk baru?

Penataan agraria

Banjir sebenarnya merupakan bukti kelambanan pemerintah melakukan penataan agraria. Bisa dibayangkan, sekitar 120 juta penduduk Indonesia kini berjejal menempati ruang sempit seluas seperempat daratan Indonesia karena tiga perempatnya (120 juta hektar) dikuasai negara dalam bentuk kawasan hutan.

Adilkah pemerintah memperlakukan penduduknya yang terbesar kelima di dunia itu hanya dengan menempatkannya dalam seperempat daratannya? Sementara itu, separuh kawasan hutan yang dikuasai telah dipertaruhkan kelestariannya kepada pengusaha hutan melalui konsesi HPH, HTI, pengusaha perkebunan, atau dibiarkan gundul dan terbakar?

Rakyat kecil menjadi korban banjir; tempat tinggalnya terendam air, areal persawahan gagal panen, tambak hancur, anak- anak terserang penyakit, bahkan menimbulkan korban jiwa. Banjir seharusnya menjadi peristiwa kemanusiaan yang menuntut tanggung jawab pemerintah untuk mengatasinya.

Patut disayangkan tak satu pun muatan kampanye calon presiden kini menyuarakan penataan agraria. Bukan semata untuk mengantisipasi banjir, tetapi juga memberi ruang (tanah) lebih luas kepada petani miskin. Bagaimana mungkin seorang calon presiden akan menyejahterakan petaninya jika rata-rata penguasaan lahannya hanya sekitar 0,25 hektar?

Negeri ini seharusnya sudah mencapai masa untuk tidak lagi menumpukan pembangunan pada sumber daya hutan. Hutan yang tersisa sudah saatnya dijadikan area konservasi, selebihnya yang memadai untuk diproduksi, didistribuskan secara adil kepada rakyat melalui sistem social forestry.

Di berbagai negara di Asia, rakyat melalui kelembagaan social forestry bisa dipercaya menanam sengon dan pohon lain untuk mencukupi kebutuhan industri pulp dan kertas. Adapun lahan hutan yang cocok untuk persawahan bisa dikelola untuk mencukupi kebutuhan pangan.

Mengatasi banjir sebenarnya juga merupakan cara untuk melakukan penataan terhadap persoalan agraria. Tinggal kemauan pemerintah untuk mengubah haluan pembangunan dari yang semula bertumpu pada sumber daya hutan menjadi sumber daya manusia di sekitar hutan.

Gutomo Bayu Aji Peneliti Muda Bidang Ekologi-Manusia pada Pusat Penelitian Kependudukan LIPIKOMPAS

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Kapolri: puncak arus balik terjadi dua gelombang
      Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan bahwa puncak arus balik Lebaran 2018 diperkirakan akan terjadi pada 20 Juni 2018 gelombang pertama dan pada 23-24 Juni 2018 gelombang dua . "Pada 17 Juni 2018 mulai ada ...
    • Pencarian Korban Kapal Tenggelam Danau Toba
      Tim evakuasi gabungan melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatra Utara, Selasa (19/6/2018). KM Sinar Bangun yang mengangkut 128 penumpang tenggelam di Danau Toba pada Senin ...
    • Arus balik penumpang di Pelabuhan Karimun makin ramai
      Arus penumpang di Pelabuhan Domestik dan Internasional Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau makin ramai pada H+3 Lebaran, Rabu, makin ramai. "Arus penumpang ramai lancar dan masih terkendali. Dan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

    • Twitter Pensiun di Windows Phone 81
      Twitter mengumumkan akan menghentikan layanannya untuk sistem operasi Windows Phone 81 pada Juni ini Selanjutnya para pengguna Windows Phone 81 diminta untuk menggunakan aplikasi pihak ...
    • Terungkap Asus Punya Smartphone dengan RAM 10 GB
      Persaingan di pasar smartphone memang tidak bisa dikendalikan Para vendor saling berkompetisi merebut pasar dengan inovasinya masing-masing Tak jarang pula vendor menggebrak pasar dengan terbosan ...
    • Teka-teki Smartphone Asus dengan RAM 10 GB
      Rumor terbaru menyebutkan jika Asus akan mengeluarkan ponsel pintar dengan RAM super besar Tak tanggung-tanggung merujuk pada bocoran sebagaimana disampaikan Roland Quandt pabrikan Asia Timur ...
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: