Dari “Nation State” ke “Global State”

Terpilihnya Obama menjadi presiden dari golongan “minoritas” merupakan terobosan transformasi Amerika Serikat dari nation-state menjadi global state berasas meritokrasi. Pada nation state Wesphalian, hanya tokoh yang berasal dari kelompok mayoritas bisa menjadi raja, presiden atau perdana menteri. Amerika Serikat dengan demikian menjadi global state pertama di dunia yang melenyapkan sisa primordialisme dalam kriteria pemilihan pemimpin negara global.

Secara intelektual dan profesionalitas, serta kemampuan dan kapabilitas kenegarawanan, ditinjau dari penampilan debat, serta pengungkapan artikulasi kebijakan, Obama memang lebih unggul dari pesaingnya.

Dukungan pendapat umum dunia juga merupakan faktor penting, sehingga publik AS juga terpengaruh dan seolah terpesona oleh penampilan Obama. Masyarakat AS merasa bahwa perang teror yang dilancarkan Bush telah menghasilkan reaksi balik yang sangat menjatuhkan citra AS di mata internasional.

Dengan transformasi dari nation state ke global state AS tetap akan merupakan negara panutan, acuan dan model bagi sisa dunia yang mendambakan meritokrasi. Mematahkan konvensi dan tradisi mayoritas vs minoritas sebagai paradigma primordial yang absolut dalam memilih pemimpin.

AS berhasil mencapai tingkat filosofi, pemikiran, dan pola tingkah laku yang melampaui retorika rasisme, etnosentrisme dan menghormati asas kemanusiaan yang universal. Jadi, penilaian terhadap seseorang harus berdasarkan meritokrasi, siapa yang memang berbakat dan berkemampuan menjadi pemimpin harus diberi peluang menjadi pimpinan nasional suatu bangsa. Tidak boleh ada lagi beban sejarah masa lalu, diskriminasi kabalistik di mana manusia dinilai dari warna kulit, etnis, agama, dan bukan dari etos dan moral HAM universal.

Di luar skenario dan proyeksi para pakar geopolitik, serangan global anarchist Osama bin Laden 11 September 2001 dan dampak negatifnya, telah mengubah Amerika Serikat menjadi global state pertama di dunia pada 4 November 2008. Untuk pertama kali, pendapat umum dunia secara mayoritas mendukung presiden terpilih AS. Suatu transformasi persepsi dunia terhadap AS yang maverick dan ajaib.

Tragedi dan misteri

Serangan teror 911 memang merupakan kejutan, tragedi, dan misteri, karena sebagian mempertanyakan, apakah dosa AS hingga 3.000 orang sipil terbantai tanpa alasan. Serangan itu, telah membangkitkan nafsu amarah dan angkara murka kalap hingga menimbulkan persepsi bahwa AS menggeneralisasi seluruh “Arab dan Islam” sebagai target serangan balasan. Namun pendapat umum dunia malah “bersimpati ” kepada mereka yang dianggap korban balasan membabi buta Bush yang menelan biaya triliunan dolar tanpa sedikitpun mengurangi kebencian dunia terhadap AS.

Menyadari kekalahan total perang propaganda itu, Obama dan elite, serta masyarakat AS melakukan adaptasi brilliant. Untuk memulihkan kembali citra AS, sebagai model, panutan dan acuan bagi negara lain. Terobosan dukungan dan pilihan terhadap Obama adalah sentuhan maestro politik, genius. Obama secara fisik mewakili wajah dunia ketiga, merangkul dunia dengan pendekatan multilateral, memberi muka dan respek pada kekuatan dunia lain yang konkret dan tidak bisa diabaikan oleh AS. Supaya efektif bagi AS maupun bagi dunia, maka Obama dan elite AS harus segera mewujudkan retorika dan harapan dunia terhadap Obama sebagai pemimpin baru AS dalam membuktikan satunya kata dan perbuatan.

Tanggung jawab pertama Obama sebagai Presiden global state AS adalah dengan dukungan konstituen dari luar AS, melakukan mawas diri atas keteledoran otoritas moneter AS yang berdampak pada krisis global. Sekarang ini triliunan dolar dana dari luar AS terkuras ke AS, akibat krisis keuangan yang dipicu oleh kebangkrutan produk derivatives. Amerika Serikat yang menghabiskan dana triliunan dalam perang teror, kehilangan daya saing dalam sektor riil, telah menciptakan monster Frankenstein predator kredit ninja, yang tidak beragunan, dan nasabahnya adalah penganggur yang tidak berpenghasilan.

Kredit macet yang digulirkan oleh perbankan AS secara tidak prudent, dikemas jadi sekuritas yang diberi nama muluk mortgage-backed securities. Kemudian ditingkatkan dan dibungkus lagi dengan istilah collateralized debt obligation, lalu semakin ajaib lagi menjadi credit default swap. Semua dilengkapi jaminan asuransi dan investment grade. Padahal, semakin jauh seperti multilevel marketing, maka instrumen moneter itu semakin kabur nilai agunannya, karena lokasi propertinya menjadi lenyap tak berbekas nun jauh di sana.

Bank-bank AS menjual derivatives kepada nasabah di seluruh dunia.

Pembeli produk itu adalah pensiunan wartawan di Jakarta yang bisa kehilangan tabungan kerja keras 30 tahun sekitar US$ 50.000 dan atau profesional di Singapura yang mempercayakan dana ratusan ribu US$ atau ibu rumah tangga dan pensiunan di Irlandia, Prancis, Jerman, Yunani, dan syekh kaya di Kuwait. Semua pembeli produk AS yang dinilai hebat oleh Standard & Poor dan Moody, sekarang kehilangan seluruh tabungan dan investasinya. Sementara itu, konsumen AS juga masih banyak menunggak anggaran konsumsi kartu kredit mereka yang telanjur boros, besar pasak daripada tiang.

Pulihkan kepercayaan

Langkah pertama dari suatu global state, ialah memulihkan kepercayaan dunia bahwa AS yang baru adalah pemimpin yang menghargai rekan pelaku global setara dalam reformasi arsitektur internasional ekonomi, keuangan, moneter, dan perdagangan dunia sesuai dengan keseimbangan baru, geopolitik 2010. Trio Bank Dunia/IMF dan WTO, serta Bank for International Settlements (BIS), bahkan PBB, hendaknya mengacu kepada realitas keseimbangan geopolitik baru di mana Asia kembali akan menduduki proporsi yang lebih besar dari Eropa dan AS. Para pelaku pasar keuangan yang memutarkan produk bernilai US$ 550 triliun per tahun atau 10 kali lipat total PDB dunia yang hanya US$ 50 triliun, sekarang harus di- kendalikan oleh semacam SEC/Bapepam global. Sehingga tidak terulang lagi ratusan “Lehman Brothers” menjual produk canggih mengeduk uang triliunan dolar dari penduduk seluruh dunia, kemudian lenyap tak berbekas. Predator Wall Street ini telah melemahkan sistem keuangan pembiayaan sektor riil di seluruh nation states se dunia. AS menjadi debitor terbesar, sedang sisa dunia terutama Asia Timur dan Timur Tengah menjadi kreditor dan bankir bagi pemulihan kepercayaan kepada sistem keuangan dunia yang telah dihancurkan oleh virus aset beracun (toxic assets) Wall Street. Tentu saja, agenda pemulihan ekonomi dunia hanya salah satu prioritas bagi presiden terpilih Obama.

Masih banyak agenda lain seperti masalah Israel-Palestina yang dianggap “akar” dari justifikasi serangan teror 911 terhadap AS. Sekarang, Hamas mempercayai dan mendukung Presiden Obama hingga prospek perdamaian di Timur Tengah akan mengeliminasi alasan terorisme yang dikampanyekan oleh ekstremis Al-Qaeda. Namun, agenda krisis global lebih mendesak untuk diprioritaskan.

Dua hari pertama setelah Obama menang, bursa malah bereaksi negatif. Apakah Presiden Obama dan global state AS bisa mengubah dunia dengan prakarsa KTT G-20 atas desakan Uni Eropa dan RRT untuk reformasi sistem keuangan global yang mencerminkan perubahan perimbangan kekuatan geopolitik dan geoekonomi dunia? Inilah ujian sebenarnya, apakah AS dan Obama lolos dari nation state gaya Westphalia menjadi global state atau malah terjebak mundur pada pola nation state proteksionis?

Christianto Wibisono adalah pengamat masalah nasional dan internasional

SuaraPembaruan.com

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: