Drama Politik PDI-P

Meski Rapat Kerja Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Solo (27-29 Januari) menyita perhatian, misteri calon wakil presiden belum terjawab tuntas.

Terlalu banyaknya nama yang disebut justru membuat sosok sang pendamping yang dikehendaki kian misterius. Rakernas itu juga meninggalkan sindiran khas Megawati, sebagai pihak ”oposisi”, bahwa pemerintah seperti tengah bermain yoyo.

PDI-P amat yakin dapat mencalonkan presidennya sendiri. Megawati diperkirakan bakal ”berduel seru” berhadapan dengan pesaing ”bebuyutan” Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), jago Partai Demokrat. Bagi Mega dan SBY, Pemilu Presiden 2009 adalah, meminjam judul novel Ernest Hemingway, A Farewell to Arms, ”pertempuran penghabisan”. Namun, bagaimana jika ada pesaing lain yang menjadi kuda hitam dan mampu mewujudkan wacana koalisi alternatif? Tentu persaingan akan menjadi lebih kompleks dan itu bukan tak mungkin.

Faktor cawapres

Dalam berebut dukungan, faktor calon wakil presiden (cawapres) tidak dapat disepelekan, kalau bukan justru amat menentukan. Maka, berkembanglah asumsi utama, cawapres masing- masing akan menentukan kemenangan. Dengan catatan, jika mereka saling memperkuat, bukan menegasikan.

Asumsi SBY sebagai sosok yang sudah populer dan ”pasti menang” dengan atau tanpa Jusuf Kalla bisa terpatahkan oleh kekuatan Megawati seandainya mampu berpasangan dengan cawapres yang tepat sehingga lebih diapresiasi lebih positif oleh pemilih. Mengingat cawapres amat menentukan, tampaknya ini yang membuat ”dua pendekar” itu saling menunggu siapa yang bakal digandeng sebagai pasangan.

Pasca-Rakernas Solo, publik dipaksa menunggu lebih lama atas jawaban misteri pendamping Megawati. Seperti kisah-kisah wayang, PDI-P memang seolah sedang membuka ”sayembara memperebutkan pendamping sang putri”. Beberapa nama telah disebut, manuver demi manuver terjadi. Anas Urbaningrum (Partai Demokrat) menyindir sebagai ”shopping politik”. Bagaimanapun, itulah bagian dari realitas proses politik PDI-P.

Hitung-hitungan politik dilakukan secermat mungkin karena kontes politik pemilu presiden ditentukan banyak variabel. Pemenangnya tidak serta-merta. Perang citra (klaim) sudah pasti untuk memengaruhi persepsi masyarakat agar memberi dukungan.

Kontribusi dan pengaruh para elite utama di seputar Megawati akan menentukan pilihan akhir, terlepas dari pertimbangan yang berbeda-beda atas jago-jago yang hendak dipasangkan. Faktor suara arus bawah yang didengar di Rakernas Solo juga penting. namun, faktor Megawati sendirilah yang tetap utama.

Masa depan PDI-P

PDI-P dan partai-partai lain semakin dihadapkan pada tantangan kian berat dalam Pemilu 2009. Kompetitor kian beragam dan berimpitan. Kendala PDI-P dan partai lain yang semula yakin pada aturan nomor urut adalah telanjurnya komposisi calon anggota legislatif (caleg) ditetapkan secara subyektif. Padahal, Mahkamah Konstitusi membatalkan ketentuan nomor urut itu dan menegaskan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak. PDI-P dihadapkan pada ”pasar bebas politik” dan amat riskan dengan fenomena banyaknya caleg ”salah letak”.

Meski demikian, simbol dan ikon khas PDI-P masih bertahan di tengah rumitnya medan politik. Moncong putih masih mendengus menggelorakan slogan membela ”wong cilik”, dengan ikon sang ibu bijak Megawati, justru di tengah realitas keluarnya sejumlah elite internal partai yang lantas mendirikan Partai Demokrasi Pembaruan.

Terlepas dari kesangsian bahwa PDI-P masih moncer, positioning politiknya tidak sedilematis Partai Golkar yang belakangan terkesan tertatih-tatih dalam menetapkan tema kampanye yang efektif.

PDI-P punya modal histori dan sebagai ”partai oposisi” berpeluang menjadi alternatif utama bagi yang tidak suka dengan gaya dan kebijakan pemerintah. Meski demikian, rakyatlah yang bakal menentukan nasib partai yang dipimpin putri Bung karno ini.

M Alfan Alfian Dosen FISIP Universitas Nasional, Jakarta – KOMPAS

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: