Fatwa Haram Rokok: Pemikiran Di Simpang Jalan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa hukum merokok adalah haram bagi anak- anak, ibu hamil dan merokok di tempat umum . Fatwa tersebut keluar karena merokok adalah tindakan yang mubazir atau sia-sia, membahayakan diri sendiri, dan orang lain. 

Fatwa tersebut benar bila ditinjau dari ranah kesehatan. Karena, rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen, dan setidaknya 200 di antaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. 

Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Sementara nikotin merupakan zat adiktif yang memengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Sedang karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen. 

Orang yang merokok lebih mungkin untuk terserang penyakit Alzheimer dan dementia dibanding orang yang telah berhenti atau tak pernah merokok. Perokok yang berusia di atas 55 tahun, misalnya, menghadapi kemungkinan 50 persen untuk terserang dementia dibandingkan dengan orang yang tak merokok (Erasmus Medical Center di Rotterdam). 

Ada satu jenis gen yang sudah diketahui yang meningkatkan risiko sakit jiwa yang disebut APOE4 atau apolipoprotein E4. Merokok tak berdampak pada risiko Alzheimer bagi orang yang memiliki gen itu. Namun orang yang tak memiliki gen tersebut, menghadapi 70 persen risiko Alzheimer kalau mereka merokok. 

Selain itu, merokok meningkatkan risiko penyakit cerebrovascular (stroke), yang juga berhubungan dengan dementia melalui mekanisme stres oxidative, yang dapat merusak sel di dalam pembuluh darah dan mengarah kepada pengerasan pembuluh nadi. Stress oxidative adalah suatu proses yang sama dengan berkarat, kondisi yang memungkinkan reaksi kimia merusak DNA. 

Dampak Haram 

Beberapa aktivis lokal yang dipengaruhi asing dan memperoleh sumber pendanaan dari luar negeri, dengan dalih “kesehatan” menyebar isu negatif dan membangun opini publik bahwa asap rokok berbahaya dengan tujuan utama agar industri rokok sirna dari muka bumi Indonesia. 

Mengapa? Tiada lain karena ekspor kretek kian meningkat, dan jelas adanya kepentingan terselubung dari � liberalisme global dan kapitalisme internasional untuk memangkas penopang sendi-sendi ekonomi bangsa. Juga untuk melumpuhkan kekuatan sosial dan perekonomian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Sebagaimana kita analisa secara ilmiah dampak rokok terhadap kesehatan, maka perlu pula kita simak secara ilmiah kontribusi ekonomi dari rokok terhadap negara dan kesejahteraan lebih dari 30 juta penduduk Indonesia. Betapa tidak, saat ini diketahui bahwa setidaknya terdapat 30,5 juta orang penghidupannya bergantung pada Industri Tembakau yang 96 persen di antaranya justru beragama Islam. 

Selain itu, Industri Hasil Tembakau (IHT) telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap UEV (Ultimate Economic Value = nilai ekonomi akhir), GDP dan kontribusi ekonomi terhadap persentase GDP. Untuk tahun 2008 tercatat sebesar 119 triliun untuk UEV, 5.000 triliun untuk GDP atau sebesar 2,4 persen terhadap GDP. 

Dalam kurun waktu lima tahun (lihat tabel) tampak sekali bahwa tembakau dan IHT potensi � swasembada dan swakelola � nya memiliki peran yang penting dalam perkembangan dan pertumbuhan ekonomi kita. Yaitu, meliputi sirkulasi ekonomi pedesaan sampai pada tingkat pusat yang pada tahun 2008 negara memperoleh dana segar sekitar Rp 57 triliun dan diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. 

Industri tembakau dari hulu ( usaha tani) sampai hilirnya (IHT), menyerap Tenaga Terlibat Langsung (TTL) sebanyak 6.100.000 orang (penanaman tembakau dan proses lapangan, cengkih, IHT, industri terkait sampai distribusi/retail). Bila masing-masing TTL menghidupi 4 orang maka berarti ada 24,4 juta orang yang terhidupi atau totalnya 30,5 juta orang yang penghidupannya bergantung pada Industri Tembakau. Dan lebih 95 persen di antaranya adalah warga yang beragama Islam. 

Hemat penulis, sangat boleh jadi, fatwa haram merupakan tahapan skenario untuk membenturkan kepentingan kesehatan dengan kepentingan sosial ekonomi dan politik dalam ranah agama. Tujuannya jelas, agar industri tembakau di tanah air hancur, ekonomi nasional menjadi lemah, pengangguran membengkak, dan negara asing tertawa puas. 

Pertanyaan iseng muncul, mengapa bukan asap kendaraan yang diharamkan? Bukankah secara medis, asap kendaraan lebih berbahaya dari asap rokok?

Armyn Nurdin – FAJAR

1 Comment

  1. China and Russia put the blame on some screwed up experiments of US for the earthquake that happened in Haiti.
    Chinese and Russian Military scientists, these reports say, are concurring with Canadian researcher, and former Asia-Pacific Bureau Chief of Forbes Magazine, Benjamin Fulford, who in a very disturbing video released from his Japanese offices to the American public, details how the United States attacked China by the firing of a 90 Million Volt Shockwave from the Americans High Frequency Active Auroral Research Program (HAARP) facilities in Alaska
    If we can recollect a previous news when US blamed Russia for the earthquake in Georgio. What do you guys think? Is it really possible to create an earthquake by humans?
    I came across this article about Haiti Earthquake in some blog it seems very interesting, but conspiracy theories have always been there.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: