Kampanye dan Demokrasi

Sekalipun mengejutkan dan mengundang kontroversi, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang penetapan pemenang Pemilu berdasarkan suara terbanyak, tidak terbantahkan sebagai bagian dari pengujudan demokrasi secara substansial. 

Sebab, keputusan itu telah mengalihkan kedaulatan kepada rakyat, yang disepanjang Indonesia merdeka di ambil alih oleh Partal Politik melalui penggunaan Sistem Pemilu Proporsional.Pengalihan kedaulatan itu,malah sudah diikuti oleh konflik calon intra dan antar Partai, sebab membuyarkan tatanan posisi calon Pemilu berdasar nomor urut ,beserta persiapan dan harapan yang sudah digelar sejauh perjalanan Pemilu 2009. 

Untuk memahami kaitan kontroversi keputusan MK dimaksudkan dengan kampanye Pemilu, telaah ini memfokuskan perhatian kepada dampaknya terhadap perubahan Sistem Pemilu,kampanye Pemilu untuk mencapai suara pemilih terbanyak, dan kaitannya dengan transisi demokrasi Indonesia. 

Sekalipun mengagetkan dan mengundang konflik, namun perubahan yang didorong oleh keputusan MK, masih di dalam sistem pemilu proporsional. Perubahan itu, tidak berakibat kepada penyederhanaan atau pembesaran partai,sebagaimana terjadi pada penentuan suara terbanyak di dalam sistem pemilu mayoritas, karena partai mayoritas memperoleh semua kursi di dalam distrik (dapil). 

Dalam Pemilu 2009, pembesaran atau penyederhanaan partai dimungkinkan oleh pemberlakuan threshold DPR. Itu pun diperkirakan hasilnya akan mempertahankan 6 atau 7 partai, yang mampu meraih sedikitnya 2,5% suara pemilih. Dengan jumlah partai seperti itu,sistem pemerintahan parlementer akan tetap beroperasi di DPR. 

Jadi sistem pemerintahan ganda, yang beroperasi di atas parlementarianisme dan presidensialisme dengan segala konsekuensinya, akan tetap berlangsung pos Pemilu 2009. Bila demikian halnya, maka kegaduhan politik menyusul keputusan MK,hanyalah ekspresi kebingungan politisi atau caleg partai dan perempuan yang kehilangan rasa aman karena terusik kepentingannya untuk mulus menjadi anggota legislatif melalui penentuan pemenang pemilu berdasarkan nomor urut calon. 

Kampanye untukmemenangkanpemilu berdasar nomor urut berakar kepada pemilu masa Orde Baru. Caleg s u d a h terbiasa dengansubstansiyang bersifat abstrak dan umum serta positif yang bertema pembangunan,mulai dari kesejahteraan dan keamanan sampai kepada kemakmuran dan ketertiban.

Substansi tersebut disosialisasikan kepada pemilih secara umum pula, melalui kampanye seperti rapat raksasa (umum), pawai massal, dan media komunikasi massa.Komunikasi dengan kelompok pemilih secara spesifik dengan substansi sesuai,amat jarang dilakukan. Debat publik antar caleg tidak lazim. 

Untuk memastikan keputusan memilih, maka pada saat mendekati hari H, diselenggara kan aksi politik uang melalui “serangan fajar”. Dalam Pemilu era reformasi, teknik kampanye seperti itu bukan saja berlanjut, melainkan dilengkapi dengan inovasi pembagian peralatan ibadah agama, dan pemberian asuransi. 

Pada hakikatnya strategi kampanyesuaraterbanyak, memberipeluang kepada politisi dan caleg partai untuk menggelar reformasi kampanye pemilu. Sebab secara universal kampanye yang bermaksud untuk memperoleh setidaknya mayoritas relatif jumlah suara pemilih itu, diupayakan sejauh mungkin memenuhi kriteria demokrasi. 

Di sisi rakyat, hak dan kedaulatannya wajib dihormati dan dipenuhi oleh calon pemilu.Di sisi calon, pemenuhan haknya untuk dipilih rakyat mesti disertai dengan kewajibannya sebagai calon dan pemenang pemilu, dengan meyakinkan pemilih bahwa calon adalah wakil mereka di dalam pemerintahan,yang pantas dipilih. 

Untuk itu, calon memperlakukan pemilih sebagai pihak yang harus dilayani, bukan lagi sebagai himpunan manusia yang punya hak pilih, untuk dihimpun dan diberikan informasi demi kemenangannya. Strategi itu memerlukan rangkaian taktik, mulai dari pemetaan wilayah dan penduduk dapil, dalam rangka memahami permasalahan pemilih dari kelompok ke kelompok,mulai dari keluarga sampai komunitas. 

Dengan begitu, kampanye akan berisi berbagai tawaran solusi masalah, sesuai dengan karakteristik alam dan penduduk serta keseharian kehidupan pemilih.Kampanye membumi terlaksana,sehingga mudah direspons oleh pemilih secara positif. 

Mengkomunikasikan substansi kampenye yang relevan itu, tentulah sejalan dengan mekanisme demokrasi yaitu persuasi.Tekniknya adalah tatap muka(head to head) dan pertemuan kelompok kecil,yang diproses dengan penjelasan dan diskusi atau debat publik,Penggunaan pemberitaan dan iklan di media massa (koran, majalah, radio, TV) tentu saja berguna. Akan tetapi karena biaya yang tinggi. dan liputannya yang melampaui wilayah Dapil,maka efisiensinya akan rendah. 

Dalam krisis ekonomi di tahun 2009,efisiensi kampanye adalah langkah tepat yang harus dipertimbangkan. Caleg pun berkesempatan untuk menegakkan kepemimpinannya terhadap pemilih, untuk merubah kebiasaan sendiri dan rakyat yang tidak demokratik (money politics), dengan menerapkan kampanye bersih dan jujur serta komunikatif. 

Disampingmenampilkankepemimpinan pembaharuan lewat sikap jujur dan hemat serta memperbaiki kondisi Pemilu berdasar keberanian dan perhitungan politik,para caleg perlu pula mengembangkan kerjasama dan kekompakan. Dengan begitu maka caleg bersikap rasional, mereformulasi konflik persiangan untuk menang menjadi kerjasama untuk mereformasi kampanye pemilu. 

Pembaharuan kampanye yang juga tidak bias diabaikan oleh caleg adalah mengembangkan organisasi kampanye.Pengerahan tenaga kader sebagai juru kampanye yang dipersiapkan secara konsepsional dan komprehensif, tampaknya merupakan alternatif terhadap pemborosan dana dan pengabaian sistem kader yang berlangsung selama ini.

Cara ini,amat membutuhkan pengaktifan mesin partai dan mesin tim sukses caleg. Apabila desain keseluruhan strategi dan taktik kampanye berdasar suara terbanyak itu tersusun secara meyakinkan, tersedia peluang untuk memperolehbantuandanakampanye daridunia usaha yang sedang menghadapi krisis. 

Sebab penyumbang bisa melihat prospek bisnis dari calon tertentu.Kaummudapun bisa dimobilisasi menjadi juru kampanye yang efektif dengan biaya hemat. Tapi perlu diperhatikan bahwa meyakinkan donatur dan kader dengan programyangefektif, perludisertaidengan proses yang transparan dan akuntabel. 

Amat perlu disayangkan bahwa reformasi kampanye pemilu seperti itu tidak akan terjadi secara memadai dalam Pemilu 2009 ini.Sebab utamanya adalah sikap pragmatis dengan memburu popularitas via pemolesan citra oleh para politisi yang sudah mengakar. Akibatnya mereka bertindak berdasar perhitungan untung rugi terhadap kepentingan diri dan atau partainya. 

Perubahan kampanye yang diperlukan dengan mempersyaratkan popularitas alami,kapabilitas dan keberanian serta kematangan kalkulasi dari kepemimpinan, sukar dipenuhi, karena kebanyakan caleg berpengalaman seadanya.Lagipula perubahan berisiko yang harus mereka lakukan, menjadi semakin rumit karena sifatnya amat parsial alias non sistematik. 

Dapatlah dipahami bahwa keputusan MK tersebut, terfokus pada penguatan demokrasi dari sisi hak pemulihan rakyat, yang selama ini diambil alih oleh partai.Sebab keputusan itu, tidak berdampak kepada pembentukan kekuatan politik mayoritas (demokrasi mayoritas) melalui Pemilu, dan sebaliknya membiarkan berlanjutnya demokrasi pluralitas.

Apalagi bila MK mengabulkan tuntutan sementara politisi untuk membatalkan threshold DPR 2,5% dan threshold Capres 20% kursi DPR dan 25% suara pemilih. Dari sisi individu rakyat, keputusan MK itu adalah langkah besar menuju demokrasi, sekalipun tidak menyentuh pembenahan institusi demokrasi. Peluangnya berdampak institusional demokrasi, apabila kampanye caleg secara serius menggunakan strategi suara terbanyak.

Arbi Sanit,  Pengamat Politik UI – SINDO

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: