Optimisme Indonesia

Ekonom Faisal Basri, belakangan ini, dinilai maverick, langka, dan aneh, karena optimistis bahwa perekonomian RI masih bisa tumbuh 5,7 persen, yang merupakan proyeksi tertinggi dibanding target pemerintah maupun ramalan Bank Dunia, ADB, IMF dan The Economist. INTI Young Entrepreneur Council menyelenggarakan talk show bersama saya dan Faisal Basri dengan moderator Ulung Rusman Sabtu siang. Jalanan Jakarta tetap macet ketika saya harus meluncur ke kawasan Puri dari Gedung Hailai, tempat penyelenggaraan Diskusi Nasional oleh Gemabudhi, yang menampilkan narasumber Jenderal Wiranto dan Kwik Kian Gie dengan moderator Nathan Setiabudi. Menpora menggelorakan semangat Gemabudhi untuk berinspirasi dari dinasti Syailendra yang mendirikan Candi Borobudur pada abad ke-7.

Kwik Kian Gie memang menggebu-gebu, sehingga Wiranto menyatakan Kwik ini malah lebih militer dari militer. Wiranto, yang pernah diundang oleh kepala biara kuil di Gunung Thay San, menceritakan bagaimana RI harus menghemat rudal karena harganya satu Mercedes dan waktu dia masih Pangab hanya tinggal delapan biji. Kwik bercerita bahwa kepada dia pernah ditawarkan bantuan Prancis untuk membuat sistem penginderaan di mana setiap kapal legal dilengkapi semacam chip yang bisa dipantau dari satelit. Setelah itu, berarti setiap kapal ilegal yang masuk RI untuk mencuri ikan, dapat segera diindentifikasi dan bila perlu ditembak di tempat. Tapi, usulan itu tidak disetujui kabinet.

Sebuah usulan pengembangan industri strategis mulai dari hulu baja (Krakatau Steel), kapal PAL, hingga mesin pesawat Dirgantara, kandas karena yang mengusulkan bantuan adalah RRT dan bukan AS. Salah seorang birokrat eselon dua menanyakan why China? Birokrat itu pasti bukan berbakat diplomat, seperti Bung Sabam Siagian, yang Sabtu (13/12) menulis tentang Ali Alatas, Diplomat Ulung.

Agenda Wiranto dan Kwik di Gemabudhi memang tersirat politis, karena keduanya meng-endorse perubahan kepemimpinan menjelang Pilpres 2009.

Posisi RI

Pada Jumat, dua capres papan atas, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Megawati, duduk bersanding di Ball Room Hotel Sultan dalam acara peluncuran buku Megawati. Dalam sambutan singkat, saya menitipkan pesan kepada para capres bahwa tantangan yang akan dihadapi capres dan presiden RI terpilih 2009-2014 adalah mengatasi dampak krisis moneter (krismon) global serta mengoptimalkan posisi RI selaku anggota G-20 dalam merombak struktur keuangan internasional warisan Perang Dunia II.

Tema ini juga yang saya tekankan pada diskusi INTI bersama Faisal Basri sambil merujuk optimisme yang dipromosikan oleh guru marketing, Hermawan Kertajaya, dalam acara tahunan Marketing Conference di Ritz Carlton Hotel Pacific Place, Kamis, yang menyatakan bahwa krisis global perlu dilihat sebagai peluang untuk menumbuhkan ketahanan ASEAN. Dan Pemilu 2009 adalah peluang bisnis kucuran money politics dari parpol dan politisi, caleg dan capres sebagai stimulans ekonomi bernilai triliunan. Jadi, Hermawan termasuk yang optimistis tentang proyeksi ekonomi 2009.

Optimisme Hermawan juga didukung oleh Lim Chong Yah, Albert Winsemius, Chair Professor of Economics, Nanyang Technological University (NTU) Singapore dalam The Ninth Power Gathering CMO Club, untuk undangan terbatas dalam luncheon di tengah Marketing Conference itu. Lim optimistis bahwa Obama akan mampu menyelesaikan krismon yang diwariskan oleh Bush dengan tim ekonomi yang andal. Sementara Paul Krugman dalam wawancara sehari sebelum menerima Nobel 10 Desember, mengisyaratkan, Obama harus berani membelanjakan defisit sampai 7 persen GDP selama 1-2 tahun ke depan agar ekonomi AS cepat pulih dalam dua tahun.

Celakanya, Obama sedang tertimpa musibah skandal Gubernur Illinois Blagojevich yang “menjualbelikan” kursi Senat yang ditinggalkan Obama, karena hak prerogatif untuk mengusulkan pengganti Obama. Rekaman telepon soal imbalan dan jual-beli politik telah memojokkan Obama yang kemudian mendesak Blagoyevich untuk mengundurkan diri, karena dinilai tidak etis. Saingan sewaktu pemilihan senator tahun 2004, Allan Keyes, juga mengganggu dengan membuat petisi meneliti akta kelahiran untuk memastikan bahwa Obama benar lahir di Hawaii dan bukan di Kenya. Juga status perkawinan ayah dan ibu apakah waktu Obama lahir sudah sah atau belum, karena ibunya masih di bawah umur, sehingga status kewarganegaraan Obama tidak jelas. Karena Gubernur Hawaii dari Partai Demokrat telah memblokir data arsip, maka Keyes memakai jalur gugatan perdata dan petisi ke Mahkamah Agung AS untuk meneliti keabsahan akta kelahiran dan status kewarganegaraan Obama. Semua ini tentu merupakan bagian dari ketidakpuasan atas terpilihnya Obama dari sisa-sisa rasisme di AS.

Skandal domestik berjalan, tapi krismon juga tetap bergejolak, karena setiap muncul berita negatif tentang AS, apakah itu skandal kursi senat atau penolakan Senat untuk menalangi sektor otomotif, maka bursa dunia terpuruk. Uni Eropa baru saja menggelar KTT di Brussels, yang dibayangi teror, sedang tiga negara: Korea Selatan, Jepang, dan RRT juga berkumpul untuk pertama kalinya di Fukuoka, membahas krismon. Mereka patut berembuk, karena menjadi kreditor sekaligus korban dari biang keladi krismon, telah membenamkan uangnya di pasar derivatif AS dan harus mengadakan investasi baru untuk ikut menyelamatkan AS agar dana mereka yang terlanjur terbenam tidak “muspro”.

Politik Dinasti

Di tengah situasi seperti itulah, optimisme Faisal Basri dan Hermawan agak polos dan tanpa pamrih. Sebab keduanya bukan politisi yang masuk tim sukses presiden ataupun pesaing capres lain. Bisa dijadikan salah satu pandangan alternatif, di tengah pesimisme yang digelembungkan oleh lawan politik incumbent president.

Sepekan ini, saya kebanjiran pertanyaan via sms, kenapa kolom tentang SBY – JK dan HB X – Mega seperti tidak tuntas. Seorang pengamat tidak bisa memberikan analisis tuntas, kalau para pelaku baru bergerak secara hati-hati, bagaikan pecatur baru melangkah jurus pembuka.

Hari Sabtu lalu, Rakyat Merdeka mentes skenario HB X – Puan Maharani. Artinya Megawati rela menyerahkan kursi RI-1 asal RI-1 dicadangkan untuk putrinya Puan Maharani.

Politik dinasti memang tampaknya sulit dihindarkan di Dunia Ketiga. Elitenya juga memperoleh amunisi dan alibi membela diri, karena di negara maju juga berlangsung politik dinasti, seperti Bush, dan Kennedy. Juga di Jepang para PM mempunyai hubungan genetik dengan para mantan PM generasi pendahulu. Oleh karena itu, di Indonesia orang juga tidak risi untuk mengangkat anaknya jadi caleg, jadi pejabat, dan juga menuntut jabatan seperti cawapres atau capres dengan klaim historis sebagai anak dan kerabat politisi ulung.

Di tengah kemelut krismon dan demam pemilu, ucapan Faisal Basri memang “menenteramkan” tidak menakut-nakuti tentang momok resesi secara berlebihan. Bahkan menebar optimisme walaupun tetap kritis terhadap pemerintah dan birokrat. Nathan Setiabudi sebagai moderator diskusi Gemabudhi mengatakan kita harus berpengharapan dalam realisme. Harapan kita tentu, Obama bisa mentas dari skandal dan sukses menggulirkan stimulans bersama kekuatan ekonomi dunia lainnya, Uni Eropa, RRT, Jepang, Rusia, dan lainnya. Kalau AS tetap arogan dan mau menang sendiri tentu harapan realistis yang bisa menumbuhkan optimisme bisa berubah jadi pesimis, bahkan destruktif.

Christianto Wibisono,  pengamat masalah nasional dan internasional – SuaraPembaruan

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: