Reformasi Tentara 10 Tahun

Tanggal 5 Oktober 2008, reformasi militer di Indonesia genap berusia 10 tahun. Harus diakui, banyak hal yang telah dicapai sejak muncul paradigma baru yang menjadi landasan reformasi internal TNI pada 5 Oktober 1998.

Yang terpenting, tuntutan utama reformasi, yakni dihapusnya doktrin dan pelaksanaan dwifungsi, telah terwujud. Namun, pada saat yang sama proses transformasi diri TNI tidak berhenti pada pencabutan formal doktrin dwifungsi. Reformasi TNI tidak hanya berjalan sesuai tuntutan demokratisasi, tetapi juga harus dapat memenuhi kepentingan dan kebutuhan pertahanan Indonesia secara nyata.

Dalam konteks itu, saat menyampaikan amanat pada HUT ke-62 TNI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri meminta TNI melakukan evaluasi atas proses reformasi diri dan melaporkannya kepada masyarakat.

Tanpa harus menunggu laporan resmi dari Mabes TNI, masyarakat dapat menilai, banyak yang sudah dilakukan dalam kurun 10 tahun. Secara umum, apa yang sering disebut proses reformasi militer generasi pertama (first generation military reform), yakni keluarnya tentara dari politik (political disengagement), sudah berjalan baik.

TNI tidak lagi berperan sebagai kekuatan politik dan relatif tidak terlibat secara kelembagaan dalam politik praktis. Dibandingkan peran tentara di Thailand dan Filipina yang lebih dulu menjalankan demokratisasi, Indonesia telah menoreh kemajuan yang amat berarti. Namun, patut dicatat pula, masih ada beberapa masalah, seperti soal pengadilan militer, budaya impunitas, disiplin prajurit, pengambilalihan bisnis militer, dan penguatan institusi pelaksana pengawasan (oversight) khususnya DPR.

Reformasi generasi kedua

Namun, transformasi TNI tidak terbatas pada urusan politik. Meski penataan peran TNI dalam kategori reformasi militer generasi pertama masih menyisakan sejumlah agenda penting, sudah saatnya Indonesia memulai transformasi TNI dalam kerangka reformasi militer generasi kedua. Untuk itu, diperlukan perencanaan tentang bagaimana membangun pertahanan nasional modern dengan postur TNI yang tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan sumber daya manusia, tetapi pada modernisasi sistem perencanaan, pemograman, dan penganggaran (planning, programming, and budgeting/ PPB), superioritas peralatan, kapabilitas, teknologi, dan daya juang tinggi, yang mampu dan andal (reliable) dalam mempertahankan kepentingan nasional dari segala ancaman, khususnya dari luar negeri.

Memang benar, untuk 10 tahun mendatang perlu diprioritaskan upaya mengatasi kesenjangan (filling the gap) antara tugas yang harus dijalankan TNI dan kapabilitas yang dimiliki, dalam rangka memenuhi minimum essential force, dengan penekanan peningkatan kemampuan melaksanakan operasi militer selain perang, peremajaan alutsista bertahap, dan perbaikan kesejahteraan prajurit.

Definisi tugas TNI

Untuk itu, mengingat hakikat dan sumber ancaman masih akan berasal dari ancaman nontradisional berbasis maritim, bencana alam, pelanggaran wilayah oleh pihak asing, dan ancaman internal (seperti kekerasan komunal dan separatisme), maka diperlukan pendefinisian misi dan tugas TNI yang tepat.

Dalam konteks ancaman demikian, pembangunan pertahanan nasional Indonesia untuk 10 tahun mendatang seyogianya difokuskan pada peningkatan kemampuan TNI dalam menjalankan setidaknya empat misi utama: operasi mendukung stabilitas (stability support operations), operasi tanggap darurat dan kemanusiaan (humanitarian emergency relief operation), keamanan maritim (maritime security), dan operasi penjagaan perdamaian (peacekeeping operation).

Peningkatan kemampuan TNI dalam melaksanakan keempat misi itu dapat menjadi entry point bagi pengembangan kekuatan pertahanan nasional yang bermartabat di dunia internasional. Fokus keempat misi itu akan membentuk citra TNI tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai kekuatan pertahanan untuk perdamaian (defence force for peace) regional dan internasional.

Dirgahayu TNI!

Rizal Sukma Wakil Direktur Eksekutif CSIS, Jakarta

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: