Sakitnya Ditusuk Hacker

Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sedang membawa beban berat karena banyaknya complain anggota masyarakat, termasuk pimpinan partai politik, terhadap pelaksanaan pemilu
legislatif, sekarang dipusingkan oleh serangan kaum peretas, penggondam, penghancur, atau yang dalam dunia maya lebih dikenal dengan sebutan hacker.

Betapa tidak, kalau sampai serangan kaum peretas tersebut berhasil, maka rusaklah data pemilu legislatif; hancurlah tabulasi data nasional Pemilihan Umum Tahun 2009. Dan kalau hal itu terjadi, maka bukan saja KPU yang akan menangis, tetapi Indonesia akan berduka. Kalau data itu rusak, maka pemilihan umum yang telah menghabiskan dana triliunan rupiah tidak mampu menghasilkan apa-apa terkecuali ketegangan, keberingasan, dan saling menyalahkan antaranak bangsa.

Sekarang telah dibentuk “Tim Penyelamat Data” yang unsurnya dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (SIRTII), dan Mabes Polri. Meskipun tim ini sudah bekerja keras, tetapi belum ada satu pun kaum peretas yang dapat ditangkap. Data pemilu sampai sekarang memang masih aman, tetapi tetap saja berpotensi dihancurkan.

Hacker Indonesia
Meskipun perkembangan teknologi informasi di Indonesia belumlah semaju Singapura dan Australia, akan tetapi dalam soal peretas, rasanya kita tidak ingin kalah. Yang mengancam keamanan tabulasi data nasional KPU pun disinyalir bukan kaum peretas dari mancanegara, akan tetapi justru para hacker anak negeri sendiri. Di kalangan kaum maya, hacker Indonesia memang dikenal telah memiliki kredibilitas tersendiri.

Barangkali kita masih ingat, pada tahun 2000 seorang peretas Indonesia asal Malang telah menghebohkan masyarakat dan kepolisian Singapura atas ulahnya yang merusak jaringan data di Negeri Singa tersebut.

Nama aslinya Wenas Agustiawan yang memakai nama samaran Hantu Crew alias HC. Usianya baru 15 tahun. Karena kecerdasannya, dia berhasil membobol situs Data Storage Institute Singapore dan beberapa situs besar lainnya. Kecerdasan yang disalurkan secara keliru dengan melakukan cyber crime tersebut akhirnya harus ditebus dengan hukuman. Dia tertangkap oleh polisi Singapura dan dibawa ke pengadilan.

Karena usianya masih muda, dia tidak dikenai hukuman badan, tetapi hukuman denda sekitar 75 juta rupiah; angka yang cukup aduhai ketika itu.

Apabila Singapura berhasil dihebohkan oleh Wenas, maka Amerika Serikat (AS), tepatnya pihak kepolisian Tuckzon, Arizona, berhasil digegerkan oleh peretas Indonesia lainnya yang bernama samaran Hmei7. Tidak tanggung-tanggung, dalam hal ini, yang dirusak situs milik institusi kepolisian itu sendiri. Memang kerusakan situs tersebut akhirnya dapat diperbaiki, tetapi sampai kini hacker Indonesia tersebut tidak pernah ditangkap.

Kaum peretas kita juga pernah saling serang dengan kaum penggondam Malaysia. Di sisi lain penggondam kita pun pernah “berduel” dengan peretas Australia. Hacker kita yang menggunakan nama samaran TarJO bahkan sempat ditakuti oleh para pemilik situs di Australia.

Amankan Data Pemilu
Berbicara tentang peretas, penggondam, penghancur, atau hacker sebenarnya tersirat sesuatu yang membanggakan karena mereka itu sebenarnya orang yang cerdas dan sedikit banyak menguasai teknologi dunia maya. Sayang, kecerdasannya tersebut disalurkan secara negatif yang dapat merugikan orang atau pihak lain.

Seorang peretas bisa saja membuat program untuk membuat kerusakan sementara (temporary break down) data pada situs yang dikehendaki. Data pada pitus yang terserang program ini tiba-tiba akan menghilang, namun dalam waktu tertentu akan muncul kembali.

Kerusakan seperti itulah yang dialami oleh situs kepolisian Tuckzon, Arizona (AS), atas ulah peretas kita Hmei7. Seorang peretas bisa juga membuat program untuk membuat kerusakan tetap (permanent break down) data pada situs yang dikehendaki. Data pada situs yang terserang program ini akan rusak secara tetap. Kerusakan seperti itu dialami oleh situs Lembaga Data Singapura atas ulah peretas kita HC atau Hantu Crew.

Sejahat-jahat hacker toh ia seorang manusia juga. Memang ia mempunyai pikiran yang cerdas, akan tetapi ia pun tentu memiliki hati. Artinya, kalau bisa, kecerdasannya itu disalurkan kepada hal yang positif; kalaupun tidak bisa, artinya tetap disalurkan kepada yang negatif, maka jangan merusak tabulasi data pemilu. Data ini sangat mahal harganya dan harus kita amankan bersama. Di situlah hati seorang peretas perlu bicara.

Bayangkan, data yang rusaknya relatif kecil saja sering menimbulkan keberingasan, misalnya karena manipulasi oleh petugas pemilu di lapangan; apalagi kalau kerusakan datanya bersifat permanen akibat ulah para peretas nakal. Memang, ditusuk hacker itu sakit rasanya.

Ki Supriyoko, Pembina Sekolah Unggulan Insan Cendekia Yogyakarta; dan pengajar Teknologi Pendidikan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Unsuri Surabaya – AmbonEkspres

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Kapolri: puncak arus balik terjadi dua gelombang
      Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan bahwa puncak arus balik Lebaran 2018 diperkirakan akan terjadi pada 20 Juni 2018 gelombang pertama dan pada 23-24 Juni 2018 gelombang dua . "Pada 17 Juni 2018 mulai ada ...
    • Pencarian Korban Kapal Tenggelam Danau Toba
      Tim evakuasi gabungan melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatra Utara, Selasa (19/6/2018). KM Sinar Bangun yang mengangkut 128 penumpang tenggelam di Danau Toba pada Senin ...
    • Arus balik penumpang di Pelabuhan Karimun makin ramai
      Arus penumpang di Pelabuhan Domestik dan Internasional Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau makin ramai pada H+3 Lebaran, Rabu, makin ramai. "Arus penumpang ramai lancar dan masih terkendali. Dan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

    • Twitter Pensiun di Windows Phone 81
      Twitter mengumumkan akan menghentikan layanannya untuk sistem operasi Windows Phone 81 pada Juni ini Selanjutnya para pengguna Windows Phone 81 diminta untuk menggunakan aplikasi pihak ...
    • Terungkap Asus Punya Smartphone dengan RAM 10 GB
      Persaingan di pasar smartphone memang tidak bisa dikendalikan Para vendor saling berkompetisi merebut pasar dengan inovasinya masing-masing Tak jarang pula vendor menggebrak pasar dengan terbosan ...
    • Teka-teki Smartphone Asus dengan RAM 10 GB
      Rumor terbaru menyebutkan jika Asus akan mengeluarkan ponsel pintar dengan RAM super besar Tak tanggung-tanggung merujuk pada bocoran sebagaimana disampaikan Roland Quandt pabrikan Asia Timur ...
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: