Saku Baju Prajurit Makin Tebal

Saku prajurit dijamin akan tebal seusai HUT ke-63 TNI. Ulang tahun kali ini bergeser karena faktor kultural dan akan diadakan terpusat pada 14 Oktober 2008 di Surabaya.

Meski demikian, pada setiap kesatuan TNI pada 9 Oktober 2008 tetap diadakan upacara bendera dalam rangka hari ulang tahun ke-63 TNI. Jadi, khusus tahun ini ada tiga kejadian, yaitu 5 Oktober adalah hari ulang tahun TNI berdasarkan kalender, 9 Oktober berdasarkan pendekatan praktis, dan 14 Oktober pendekatan realistis.

Meski pada tahun 2008 TNI telah mengukir keberhasilan pelaksanaan Latihan Gabungan (Latgab) TNI-2008, TNI ingin menambah kesuksesannya dengan menyelenggarakan upacara bendera yang meriah. Sebanyak 5.554 prajurit ketiga angkatan ini akan melakukan parade dan defile di hadapan Panglima Tinggi TNI serta Panglima TNI dan ketiga Kepala Staf Angkatan.

Selepas itu masih dilanjutkan sailing pass sekitar 20 KRI serta fly pass 40 pesawat terbang berbagai jenis dan akan diikuti pesawat terbaru TNI, Su-27/30, pengadaan tahun 2003. Alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang betul baru hanya enam Mi-17/TNI AD dan satu CN- 235-220 MPA/TNI AU. Tidak lupa, 500 prajurit TNI AD akan melakukan demo bela diri Young Mo Do dan beberapa prajurit TNI AL akan ikut defile setelah semalaman menyeberangi Selat Madura dalam pakaian tempur.

Upacara 5 Oktober kali ini sebagai pertanggungan jawab TNI akan reformasi internal terkait struktural, doktrin, dan kultural. Meski anggaran untuk tahun 2009 dipangkas Rp 1,39 triliun, tetapi tetap disikapi Panglima TNI dengan penajaman tugas.

Ada lima parameter yang menjadi fokus tugas yang tetap dilaksanakan TNI: pengaturan anggaran untuk operasi aktual, kesiapan operasional, kesiapan pendidikan dan latihan, pemeliharaan alutsista, dan kesejahteraan.

Langkah TNI untuk terus mengedepankan tugas pokok juga diwujudkan dengan dibentuknya dua Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) baru, yaitu Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian-TNI (PMPP-TNI) dan belakangan Pusat Pengkajian Strategi TNI (Pusjianstra-TNI) berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI No: Perpang/26/IV/2008, 30 April 2008.

Kedua Balakpus itu dipimpin Pati TNI aktif bintang satu dengan 60 anggota, mulai dari tamtama, bintara, dan perwira. Hal ini mencerminkan penajaman tugas, utamanya tugas pokok TNI, tetap menjadi tujuan meski untuk tahun 2009 TNI hanya akan mendapat alokasi dana kurang dari Rp 36,39 triliun.

Berat

Memang berat bagi TNI untuk meningkatkan kesejahteraan terkait profesi. Untuk menaikkan honor instruktur penerbang yang saat ini menerima Rp 32.000 tiap jam terbang saja masih sulit, apalagi bila dibandingkan operating cost pesawat yang dikelola. Belum lagi bila kesejahteraan meluas ke profesi lain, misalnya penerjun, pasukan komando, awak kapal, hingga ahli komputer atau pengemudi sekalipun.

Sebagai contoh, untuk pesawat Sukhoi 27/30 kira-kira diperlukan dana Rp 500 juta untuk setiap jam terbang. Padahal, sang pilot yang berpangkat mayor dengan seorang istri dan dua anak hanya mengantongi Rp 5 juta setiap bulan. Bandingkan dengan pendapatan per kapita wakil rakyat yang hanya ”duduk-duduk” di atas kursi, padahal sang pilot setiap hari duduk di atas kursi lontar yang setiap saat dapat mendorongnya keluar kokpit.

Netralitas dipertaruhkan

Peningkatan kesejahteraan prajurit hanya hitungan matematis yang dengan mudah ditingkatkan bila wakil rakyat berpihak kepada prajurit. Sedangkan netralitas TNI sesuatu yang terus mendapat ujian seiring dinamika politik terkait Pemilu 2009 dan pilkada yang kini sedang marak.

Meski dengan lantang setiap prajurit TNI meneriakkan netralitas, justru wakil rakyat di DPR sedang membuat RUU Pemilu yang mengisyaratkan akan dibolehkannya prajurit TNI ”melihat” kampanye. Namun, dengan telah terbitnya UU No 34/2004 tentang TNI, di situ tertera, TNI dilarang terlibat politik praktis. Terlihat, TNI yang hanya berjumlah 500.000 tetap menjadi kekuatan yang harus dan selalu diperhitungkan partai politik.

Jawaban strategis dari Mabes TNI juga telah dilakukan terkait netralitas TNI. Meski telah diinstruksikan Panglima TNI sejak Agustus 2008, pada kesempatan HUT ke-63 TNI kali ini pedoman itu akan diwujudkan dalam bentuk buku saku dan dibagikan kepada setiap prajurit TNI. Buku itu memuat pedoman, penghayatan hingga tata laku, dan sikap prajurit TNI dalam pemahaman menyangkut netralitas TNI.

Buku saku itu amat, dimulai dari pengertian arti netral, yaitu ”tidak berpihak, tidak ikut, atau tidak membantu salah satu pihak” hingga pelaksanaan teknis, misalnya, larangan menjadi anggota KPPU, panitia KPPS, dan peserta kampanye. Bahkan, anggota TNI tak boleh melakukan kegiatan berupa komentar, penilaian dan mendiskusikan maupun arahan apa pun tentang kontestan pemilu dan pilkada kepada keluarga dan lingkungan.

Secerah senyum bagi prajurit tahun ini adalah penerimaan gaji yang dimajukan satu minggu. Biasanya gaji dibagikan setiap tanggal 1, kali ini diterimakan tanggal 26 September 2008 terkait Lebaran yang jatuh pada tanggal 1 dan 2 Oktober 2008.

Bulan ini para prajurit akan makin mengencangkan ikat pinggang setelah merayakan HUT TNI pada 14 Oktober.

Namun sayang, yang justru makin tebal adalah saku kiri atas baju prajurit TNI karena melulu berisi buku saku (berbagai aturan), bukan saku celana belakang kanan yang biasa untuk menyimpan dompet. Mari kita pikir dan perjuangkan, bagai mana prajurit TNI dapat senyum seperti wakilnya di DPR.

F Djoko Poerwoko Pemerhati Militer

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: