Serangan Bersayap Israel

Israel mewujudkan ancamannya untuk menyerang balik Hamas.

Israel melakukan serangan udara besar-besaran ke Jalur Gaza yang merupakan markas Hamas. Menurut Israel, serangan serupa akan berlanjut hingga Israel benar-benar aman. Salah satu markas Hamas di Jalur Gaza juga dilaporkan hancur lebur.

Beberapa waktu terakhir, Israel sering mengancam akan menyerang, membalas serangan Hamas ke wilayah Israel. Hubungan Hamas-Israel memanas lagi setelah masa gencatan senjata yang disepakati kedua pihak (selama enam bulan) berakhir beberapa waktu lalu.

Taktik diplomatis

Tidak seperti serangan sebelumnya, kali ini Israel tampak lebih hati-hati saat menyerang Hamas. Meski beberapa roket Hamas sudah menghujani wilayahnya, Israel memilih ”menahan diri”. Alih-alih menyerang balik, Israel melakukan diplomasi dengan pihak-pihak yang selama ini terkait dengan masalah Hamas, seperti PBB.

Inilah yang penulis sebut taktik diplomatis. Melalui taktik ini, Israel mengharapkan masyarakat dunia memahami, Hamas-lah yang menyerang lebih dulu. Meski Israel melakukan serangan balik, ini hanya aksi balasan dan tindakan membela diri. Dengan taktik ini pula Israel berusaha menyelamatkan diri dari kecaman masyarakat dunia karena serangan yang dilakukan.

Sejauh ini Israel menuai sukses dari taktik diplomatisnya itu. Pertama, Israel berhasil meredam dunia. Contoh, PBB tidak bereaksi atas serangan yang dilakukan Israel ke Jalur Gaza. Amerika Serikat mengambil sikap politik yang lebih kurang sama. Bahkan, Mesir pun hanya menyerukan agar kedua pihak melakukan gencatan senjata.

Kedua, Israel tetap menjalankan politik kerasnya, menghancurkan rakyat Palestina dengan aneka alasan. Penculikan, penyerangan, dan aksi militer adalah pendekatan politik Israel yang digunakan untuk menghadapi musuh-musuhnya. Alasan apa pun selalu dibuat Israel untuk menghancurkan musuh-musuhnya, seperti Hamas, Hezbollah, dan faksi Jihad.

Serangan bersayap

Serangan Israel kali ini tidak hanya akan menghancurkan Hamas, tetapi juga merupakan serangan ”bersayap”. Israel juga akan menggempur Hezbollah di Lebanon, faksi Jihad di Palestina, Suriah (dalam beberapa hal) dan Iran adalah musuh-musuh Israel.

Karena itu, serangan Israel kali ini harus ditempatkan dalam bingkai perkembangan politik yang selama ini melibatkan Israel. Pertama, permusuhan Israel dengan Iran. Dalam beberapa waktu terakhir, dua negara ini terlibat perang pernyataan yang panas. Ini menunjukkan tingkat permusuhan di antara keduanya.

Israel bersikeras akan menyerang Iran karena negeri itu dituduh mengembangkan senjata nuklir dan mengancam keamanan negara-negara tetangganya, termasuk Israel. Sebaliknya, Iran menyebut akan menghapus Israel dari peta dunia, sebagaimana pernah disampaikan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

Kedua, kekalahan Israel dari Hezbollah dalam konflik bersenjata beberapa bulan lalu. Ini adalah kekalahan paling telak dalam sejarah perang Israel. Hezbollah hanyalah sebuah faksi politik bersenjata di Lebanon. Faktanya, Israel menelan kekalahan amat besar dalam kontak senjata terakhir dengan Hezbollah itu.

Israel meyakini ada pihak lain di belakang Hezbollah. Pihak lain itu tak lain adalah Iran. Inilah salah satu hal yang mengantar Israel pada puncak permusuhan dengan Iran.

Israel tidak menghendaki kekalahan kembali terulang dalam menghadapi faksi militan lain seperti Hamas. Karena itu, jangan heran bila kini Israel menyerang Hamas layaknya menghadapi negara besar yang mempunyai persenjataan lengkap. Apalagi Hamas diyakini diperkuat Iran, seperti Hezbollah di Lebanon.

Ketiga, perundingan damai Israel-Suriah. Melalui mediasi Turki, selama ini Suriah dan Israel telah menjalani perundingan secara intensif terkait dengan persoalan Dataran Tinggi Golan yang menjadi sengketa antarkeduanya. Sejauh ini sudah ada perundingan tak langsung antara Suriah dan Israel. Dalam beberapa waktu mendatang, perundingan akan dilaksanakan langsung di antara kedua negara itu.

Sebagai mediator, kini Turki sedang menyusun draf perundingan langsung Suriah-Israel dengan mempertimbangkan kepentingan masing-masing. Cukup menarik karena kepentingan Israel (seperti dikatakan sejumlah pejabat Turki) yang harus diperhatikan adalah mengurangnya peran Suriah dalam kerja sama Iran-Hezbollah, faksi Jihad, dan Hamas. Israel meyakini, faksi-faksi politik ini mendapat bantuan Iran, baik finansial, politik, persenjataan, dan lainnya.

Dalam jangka panjang, serangan Israel ini dimaksudkan untuk menghancurkan mata rantai faksi-faksi militan seperti Hamas, faksi Jihad, dan Hezbollah yang berpangkal di Iran. Serangan kali ini hanya tangga pertama Israel untuk mencapai seluruh agendanya itu.

Hasibullah Satrawi Pemerhati Politik Timur Tengah; Aktif di Moderate Muslim Society Jakarta – KOMPAS

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: