T K I

Akronim TKI atau tenaga kerja Indonesia telanjur menyandang citra tidak terlalu positif.

Seolah tenaga kerja dari Indonesia tidak terampil, tidak profesional, yang perempuan sekadar bulan-bulanan pelecehan, penganiayaan, sampai pembunuhan di perantauan ataupun di negeri sendiri. Namun kenyataannya tidak seburuk kesan yang sudah telanjur merebak itu.

Superlatif

Pada awal abad ke-21 Dubai merupakan kota megapolitan termuda saat ini. Pembangunan gedung pencakar langit di Dubai layak diakui sebagai tercepat dan terambisius di dunia. Dubai membangun beberapa daratan kepulauan baru dengan beragam bentuk, dari pohon nyiur sampai peta dunia merambah ke perairan Selat Persia.

Kelompok Gold Souk merupakan kawasan toko emas terluas di dunia. Maka, de facto Dubai menjadi pusat pasar emas dunia hingga dijuluki City of Gold. Rekor menara tertinggi di dunia disandang Burj Dubai bahkan akan diungguli Nakheel’s Al Burj yang kian mencakar langit di altitud 1.200 meter!

Mal terbesar di dunia juga akan terbentang di bawah cakaran langit Burj Dubai, sementara rekor bangunan dan atrium lobi hotel tertinggi sekaligus termewah sudah digenggam hotel Burj Al Arab. Tuntutan kualifikasi untuk diterima bekerja di superhotel ini amat tinggi. Di sana terbukti, kesan negatif yang melekat pada citra TKI sebenarnya keliru.

Adiboga

Burj Al Arab memiliki beberapa restoran superlatif, seperti Al Iwan, Bab Al Yam, Majlis Al Bahar, Al Muntaha di lantai tertinggi, atau Al Maharam di bawah permukaan laut yang sempat dinobatkan sebagai salah satu World’s Best Restaurant.

Namun, Jun Sui memiliki peran tersendiri karena menyajikan prasmanan miriad jenis cuisine Asia di mana kawasan Uni Emirat Arab ikut terletak. Sebagai identitas setiap hidangan di meja saji yang panjangnya puluhan meter terpasang bendera kecil negara mana sang hidangan berasal.

Saya hampir tidak percaya karena bendera-bendera mungil yang dikibarkan di sana ternyata didominasi sang Merah Putih. Perut juga hampir tidak percaya karena sebagian hidangan yang disajikan di kawasan Jumeirah pesisir Sahara itu ternyata berlabel nasi goreng, rendang, sate, gado-gado, pecel, tahu telor, betutu, rica-rica, balado, bakwan, dan aneka ragam masakan dari berbagai pelosok Nusantara.

Telinga hampir tidak percaya mendengar sapaan supervisor bergaun hitam panjang: ”Selamat datang, Pak Jaya!”, disusul sang pramusaji ramah menyilakan, ”Selamat menikmati hidangan Indonesia!” dalam bahasa Indonesia logat Sunda! Dua insan muda Indonesia itu tidak sendirian karena di Jun Sui Burj Al Arab Dubai banyak TKI lainnya.

Dapur Jun Sui sudah menjadi koloni Indonesia ”dijajah” delapan chef Indonesia . Bahkan, di Burj Al Arab bergelar The World’s Most Luxurious Hotel itu kini berkarya sekitar 150 TKI kategori skilled tersebar di front of house mau pun back of house.

”Indonesia Pusaka”

Para TKI di hotel Burj Al Arab membuktikan diri mereka bukan cuma profesionalis, tetapi juga nasionalis. Kewibawaan para pekerja Indonesia begitu dominan hingga 17 Agustus 2008 berhasil ”menguasai” hotel termewah di dunia untuk menyelenggarakan Indonesian Day di restoran Jun Sui dengan memonopoli seluruh hidangan berasal dari Indonesia disiapkan oleh para chef dari Indonesia dibantu kolega dari Jepang, China, India, Thailand, dan Korea disajikan para waiter juga mancanegara, tetapi berbusana tradisional Indonesia diiringi alunan musik Indonesia. Pendek kata, pada hari mendirgahayu 63 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI yang dihadiri Konjen RI di Dubai mendampingi para tamu terhormat dari mancanegara, hotel Burj Al Arab benar-benar menjunjung tinggi harkat dan martabat kebudayaan bangsa dan negara Indonesia sesuai syair lagu Indonesia Pusaka: Indonesia sejak dahulu kala, selalu dipuja-puja bangsa.

Kesemarakan itu terjadi berkat jerih payah perjuangan para TKI hotel terkemuka di megapolitan negara termakmur di planet bumi masa kini. Menyimak semua itu, rasa haru menyelinap di lubuk sanubari sambil mengharap semoga desas-desus bahwa TKI diperas habis-habisan di terminal khusus TKI bandara Soekarno- Hatta sama sekali tidak benar. Apalagi kita sudah punya Depnakertrans yang berkewajiban menyiapkan, memfasilitasi, dan mendukung para TKI sedemikian rupa hingga tidak dipandang sebelah mata apalagi diperlakukan secara tidak manusiawi sebab mereka bukan hanya pahlawan penghasil devisa, tetapi juga penjunjung tinggi citra bangsa dan negara Indonesia melalui etos dan profesionalisme kerja yang diakui, dihargai, bahkan dipuja- puja bangsa mancanegara sejak dahulu kala

Jaya Suprana Budayawan

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Tim pencari lanjutkan evakuasi korban gempa dari reruntuhan
      Tim pencari dan penyelamat melanjutkan upaya mengevakuasi korban gempa dari bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa 6,5 Skala Richter (SR) yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya kemarin pagi, menewaskan lebih ...
    • Kekuatan gempa 6,5 SR setara empat bom Hiroshima
      Perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut kekuatan gempa bumi 6,5 Skala Richter (SR) yang kemarin pagi mengguncang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya setara dengan kekuatan empat hingga enam ...
    • Penyertaan Modal Negara untuk PT SMI perlu diaudit BPK
      PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) hampir setiap tahun memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) yang secara total telah tersalurkan Rp24,3 triliun.Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, dalam keterangan tertulis, Kamis, ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”

  • %d bloggers like this: