Ekonomi Cara Sesat, Indonesia Terancam Punah

INDONESIA memiliki potensi untuk membentuk model ekonomi baru, yaitu people cybernomics. Suatu sistem baru untuk mengembangkan kedaulatan ke tangan rakyat secara konkret. Dalam hal ini rakyat terorganisir dalam bentuk korporasi. Konsep ini mempertemukan antara kapitalisme dan sosialisme dalam korporasi kerakyatan. Continue reading

Advertisements

Iran: The end of the Republic?

Thirty years after the Islamic Revolution, the Islamic Republic of Iran – if one can still call it a republic – is at a crossroads. Continue reading

Produk Impor Tak Ditebas, Devisa Pun Terkuras

Produk impor kian merajalela di Indonesia. Indonesia akhirnya masuk dalam perangkap pangan negara maju dan kapitalisme global. Kesadaran mengeksplorasi produk lokal itulah yang sekarang makin memudar di negeri ini. Sebaliknya, Indonesia malah membuka lebar-lebar bagi produk-produk asing, yang kemudian menyerbu tak terkendali. Continue reading

Raden Pardede: Runyam Kalau Saling Hantam

Seperti tersedot ke pusaran puting beliung, keuangan negara di seluruh dunia porak-poranda dihajar krisis ekonomi global sepanjang empat bulan terakhir. ”Di mana pun, tidak ada tempat berlindung,” kata Raden Pardede. Krisis itu juga melanda Indonesia sejak September lalu. Dan membuat Raden Pardede, Sekretaris Komite Stabilitas Sektor Keuangan, dilanda kesibukan berlipat-ganda.

Komite Stabilitas dipimpin oleh Menteri Keuangan Continue reading

Menyikapi Gejolak Rupiah

Selama lebih dari dua tahun tiga bulan (15/6/2006 hingga 5/10/2008), kurs rupiah tergolong sangat stabil di kisaran Rp 9.000-Rp 9.500. Pada periode tersebut, rupiah tak pernah menyentuh di bawah Rp 9.500 per dollar AS. Justru sebaliknya, tercatat selama 27 hari menguat, menembus Rp 9.000 per dollar AS dengan level tertinggi Rp 8.672 pada 23 Mei 2007. Continue reading

It’s Better to be a Little Bit Different than to be a Little Bit Better

Judul tulisan kali ini memang kelihatan panjang dan tidak lazim. Tapi, saya mendapatkannya dari inspirator marketing saya yang terbesar. Siapa dia? Bukan Philip Kotler. Bukan Al Ries. Bukan pula Kenichi Ohmae. Atau Peter Drucker sekalipun yang pernah mengatakan “Because its purpose is to create a customer, the business has two—and only two—functions: marketing and innovation. Marketing and innovation create value, all the rest are costs.” Continue reading

Only the Paranoid Survive: The Intel Way

Most companies don’t die because they are wrong; most die because they don’t commit themselves… The greatest danger is in standing still”.

Itulah yang dikatakan Andy Grove dalam bukunya, Only the Paranoid Survive. Continue reading

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Senegal negara Afrika tertinggi dalam peringkat FIFA
      Tim nasional  Senegal menjadi negara Afrika yang memiliki posisi tertinggi pada peringkat FIFA bulan November yang dirilis Kamis waktu setempat, dengan menempati peringkat 23 besar dunia.  Tim berjuluk 'Teranga Lions' ...
    • Aksi Bakpao Mendukung KPK
      Sejumlah pegiat menggelar aksi unjuk rasa bertema bakpao di depan gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/11/2017). Mereka mendukung KPK untuk mengusut tuntas kasus korupsi KTP Elektronik yang merugikan negara Rp2,3 triliun. (ANTARA ...
    • SMIIC segera rilis standarisasi halal
      Lembaga standarisasi halal  yang terafiliasi dengan Organisasi Kerja sama Islam (OKI), Institut Standar dan Metrologi untuk Negara-negara Islam (SMIIC), segera merilis standarisasi halal untuk produk kosmetik."Kami akan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”