Yogya Kembali

Sejujurnya, tiga hari terakhir ini kepala saya agak sakit karena mencoba mencerna pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika rapat kabinet terbatas, Jumat (26/11), tiba-tiba Presiden menyinggung soal keistimewaan Yogyakarta dengan menyatakan bahwa tidak mungkin ada sistem monarki yang bertabrakan dengan konstitusi dan nilai demokrasi. Continue reading

Advertisements

DES

Des Alwi adalah seonggok sejarah Indonesia dalam miniatur yang padat. Juga berwarna-warni. Jika kita lihat lelaki ini duduk di bawah pohon ketapang berumur 100 tahun yang menaungi halaman hotelnya di Bandaneira, jika kita ingat sosok yang tambun tinggi itu sudah ada di tempat itu pada 1936 dan, sebagai anak kecil, melihat Hatta dan Syahrir jadi orang buangan yang turun dari kapal dengan paras pucat, kita bisa iri kepadanya: begitu banyak yang telah dilihatnya, begitu beragam pengalamannya, begitu pas ia di pulau Maluku itu. Begitu “Indonesia”. Continue reading

“Setia Jadi Derita” (Trouw – Rouw)

Mendengar nama Om Hanoch, saya langsung menjawab setuju. Beberapa kali saya berbicang-bincang dengan sejarahwan terkenal ini. Saya pernah bertekad mewawancarainya berjam-jam, bahkan berhari-hari untuk menguras data yang berjibun di kepalanya. Continue reading

Resimen Khusus Tjakrabirawa dan G-30-S

img15Resimen Khusus Tjakrabirawa dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia No. 211/PLT/1962 tanggal 5 Juni 1962. Tjakrabirawa dibentuk sebagai suatu resimen khusus di bawah Presiden yang diberi tanggung jawab penuh untuk menjaga keselamatan pribadi Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia beserta keluarganya. Resimen ini terdiri atas Detasemen Kawal Pribadi, Batalion Kawal Pribadi, dan Batalion Kawal Kehormatan. Continue reading

Kisah Perwira Kesayangan Soeharto

img00Hari Selasa, pengujung tahun 1966. Penjara Militer Cimahi, Bandung, Jawa Barat. Dua pria berhadapan. Yang satu bertubuh gempal, potongan cepak berusia 39 tahun. Satunya bertubuh kurus, usia 52 tahun. Mereka adalah Letnan Kolonel Untung Samsuri dan Soebandrio, Menteri Luar Negeri kabinet Soekarno. Suara Untung bergetar. “Pak Ban, selamat tinggal. Jangan sedih,” kata Untung kepada Soebandrio. Continue reading

Pasir Muncang, Tempat Bung Karno Berdialog dengan Rakyat

Soekarno dan Fatmawati bersama putera bungsu Moh. Guruh Sukarnoputra Priyanto

Soekarno dan Fatmawati bersama putera bungsu Moh. Guruh Sukarnoputra Priyanto

Tahukah Anda salah satu tempat menyepi dan berdialog almarhum Presiden RI ke-1 Ir Soekarno atau yang dikenal dengan Bung Karno dengan rakyatnya di Desa Pasir Muncang, Sukabumi, Jawa Barat?

Ya, di salah satu puncak punggungan bukit tertinggi di kaki Gunung Salak, yang terletak di antara Kabupaten Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat, di situlah Bung Karno menyepi dan berdialog dengan rakyat Pasir Muncang, tentang segala hal, khususnya mengenai kehidupan ekonomi rakyat.

Continue reading

  • RSS ANTARA News – Berita Terkini

    • Senegal negara Afrika tertinggi dalam peringkat FIFA
      Tim nasional  Senegal menjadi negara Afrika yang memiliki posisi tertinggi pada peringkat FIFA bulan November yang dirilis Kamis waktu setempat, dengan menempati peringkat 23 besar dunia.  Tim berjuluk 'Teranga Lions' ...
    • Aksi Bakpao Mendukung KPK
      Sejumlah pegiat menggelar aksi unjuk rasa bertema bakpao di depan gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/11/2017). Mereka mendukung KPK untuk mengusut tuntas kasus korupsi KTP Elektronik yang merugikan negara Rp2,3 triliun. (ANTARA ...
    • SMIIC segera rilis standarisasi halal
      Lembaga standarisasi halal  yang terafiliasi dengan Organisasi Kerja sama Islam (OKI), Institut Standar dan Metrologi untuk Negara-negara Islam (SMIIC), segera merilis standarisasi halal untuk produk kosmetik."Kami akan ...
  • “ISI – PORO”





  • Subscribe in Bloglines


  • RSS Berita IT dan Artikel

  • “B A K A N C I N G”