6 June, 2011
Categories: Maluku . . Author: vq . Comments: Leave a Comment

INDONESIA memiliki potensi untuk membentuk model ekonomi baru, yaitu people cybernomics. Suatu sistem baru untuk mengembangkan kedaulatan ke tangan rakyat secara konkret. Dalam hal ini rakyat terorganisir dalam bentuk korporasi. Konsep ini mempertemukan antara kapitalisme dan sosialisme dalam korporasi kerakyatan. Read More…
Inilah kerja tangan…Gadis lisa boli…Dari dahulu kala…Moyang-moyang kami….
Itulah cuplikan senandung Oya Pelupessy (72) sembari mengolah tanah liat menjadi sempeh atau gerabah di halaman rumahnya, di Negeri Ouw, Kecamatan Saparua, Maluku Tengah, Maluku. A Ponco Anggoro
Sudah 57 tahun, perempuan renta itu melestarikan sempeh berikut lagu warisan nenek moyangnya tersebut. Lagu daerah Maluku itu berkisah tentang tata cara pembuatan sempeh dari tanah liat. Mulai dari proses mengambil tanah liat, merendam, mengadon, menjemur, hingga membakarnya sebelum dijual. Lagu itu diciptakan oleh nenek moyang orang Saparua agar sempeh tetap lestari. Read More…
1. Orang-orang [itu masih] Kalah
Nus Ukru dan kawan-kawan sejatinya pernah menulis ‘Potret Orang-orang Kalah’ yang mengulas sampai ke akar-akar penggusuran dan pemiskinan orang-orang asli Maluku dari Ujung Halmahera sampai Tenggara jauh oleh amukan mesin-mesin chainsaw, tractor, dan kebijakan pemerintah sentralisme orde baru yang jelas memiskinkan. Sungguh buku itu menjadi rekaman masa-masa kelabu yang umumnya diderita oleh masyarakat di kawasan timur Indonesia. Read More…
Sejujurnya, tiga hari terakhir ini kepala saya agak sakit karena mencoba mencerna pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika rapat kabinet terbatas, Jumat (26/11), tiba-tiba Presiden menyinggung soal keistimewaan Yogyakarta dengan menyatakan bahwa tidak mungkin ada sistem monarki yang bertabrakan dengan konstitusi dan nilai demokrasi. Read More…
Bambang Widjojanto tetap ingin berbuat sesuatu demi perbaikan penegakan hukum. Semangatnya sedikit pun tidak pudar setelah gagal menjadi pimpinan KPK.
“Tapi saya nggak berharap ada lagi tawaran dari Presiden. Yang penting, apa pun yang dikerjakan bisa bermanfaat bagi kemaslahatan bangsa ini,’’ ujar aktivis hukum yang vokal itu kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta. Read More…
Namanya Albertina Ho. Wanita kelahiran Maluku Tenggara 40 tahun lalu itu bukanlah sosok yang menonjol. Tetapi, sekarang namanya melejit berbarengan dengan popularitas Gayus Tambunan.
Masuk akal bila Albertina tenar. Dia hakim ketua yang mengadili Gayus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kasus yang sarat kontroversi karena sarat kepentingan. Read More…