Hari itu, Selasa, 19 Januari 1999. Masih dalam suasana Idul Fitri, di hari kedua Lebaran itu, suasana kota Ambon tiba-tiba berubah mencekam. Para pemuda dari Desa Mardika dan Desa Batu Merah terlibat perkelahian massal. Dengan penuh kebencian, mereka baku hantam. Read More…
8 February, 2010
Categories: Maluku . Tags: Gong, Maluku, Perdamaian . Author: vq . Comments: Leave a Comment

Mungkinkah presiden dan wakil presiden dimakzulkan terkait dengan kasus Bank Century? Ada kelompok masyarakat yang mengatakan hal itu mungkin. Namun kelompok lain yang berpandangan pemakzulan itu tidak mungkin. Maka perdebatan tentang pemakzulan presiden dan wakil presiden pun kini mengemuka kembali.
Read More…
28 January, 2010
Categories: Artikel . Tags: Pemakzulan, Presiden . Author: vq . Comments: Leave a Comment
Setelah melalui kesimpangsiuran informasi, akhirnya rakyat mengetahui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima laporan proses bail out bank yang sejak berdirinya telah bermasalah.
Fakta ini yang mendorong beberapa anggota Pansus Bank Century mengusulkan agar Presiden dipanggil sebagai saksi. Meski pemanggilan itu hampir mustahil, tak urung wacana pemakzulan berkembang. Bahkan, Mahkamah Konstitusi konon menyiapkan semacam hukum acara pemakzulan. Sebab itu, pertemuan Bogor, 21 Januari 2010, meskipun dikatakan sebagai forum komunikasi politik, diselipkan pesan sistem presidensial tak mengenal mosi tidak percaya yang dapat memakzulkan presiden atau wakil presiden. Read More…
26 January, 2010
Categories: Artikel . Tags: Century, SBY . Author: vq . Comments: Leave a Comment
Dalam dua periode terpenting hidupnya—di luar dan di dalam penjara—Artalyta ”Ayin” Suryani berhasil membuktikan diri sebagai komunikator tangguh. Kaya, tersohor, dan sukses, Ayin, 47 tahun, berteman dengan jaksa, ulama, polisi, politikus, hingga petinggi Istana. Lobinya melintas batas, menerabas keruwetan birokrasi. Read More…
17 January, 2010
Categories: Korupsi . Tags: Artalyta Suryani, Ayin, Penjara, Pondok Bambu . Author: vq . Comments: Leave a Comment

Mendengar nama Om Hanoch, saya langsung menjawab setuju. Beberapa kali saya berbicang-bincang dengan sejarahwan terkenal ini. Saya pernah bertekad mewawancarainya berjam-jam, bahkan berhari-hari untuk menguras data yang berjibun di kepalanya. Read More…
16 January, 2010
Categories: Sejarah . Tags: Hanoch Luhukay . Author: vq . Comments: Leave a Comment
Anda diduga melakukan pelang garan kode etik karena menjadi saksi dalam kasus Antasari Azhar tidak izin atasan. Bagaimana tanggapan Anda?
Apakah ada sikap yang aneh memberikan keterangan di depan pengadilan. Memberikan kesaksian itu kewajiban yang diatur dalam undang-undang. Kalau saya tidak hadir tanpa alasan yang sah, saya bisa dihukum. Saat itu saya tidak sedang sakit. Wong pagi itu saya makan habis dua piring. Saya juga sedang tidak memiliki kesibukan. Saya juga sedang berada di Jakarta. Makanya saya putuskan untuk hadir. Read More…
12 January, 2010
Categories: Wawancara . Tags: Susno Duadji . Author: vq . Comments: Leave a Comment

Memperingati hari Natal Yesus Kristus dengan mendengarkan lagu-lagu natal jadul sampai yg paling baru sudah biasa dilakukan bahkan hampir setiap tahun. Tahun ini saya mendapat kesempatan menghadiri acara Konser dengan mengusung titel KONSER NATAL 2009 yang menampilkan Magnificat karya Bach dan MESSIAH karya Handel, serta beberapa lagu natal yang digelar di Katedral Mesias Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) bersama Jakarta Oratorio Society dan Jakarta Simfonia Orchestra, dibawah pimpinan Pdt Dr. Stephen Tong. Read More…
30 December, 2009
Categories: Seni . Tags: Bach, GRII, Handel, Mozart, Natal, Oratotia, Orkestra, Stephen Tong . Author: vq . Comments: Leave a Comment

What time is it in Indonesia? Last week the public clocks which the punctual Dutch had placed along Batavia’s sweltering, mosquito-infested streets did not say; nobody had wound them. Nobody collected electric bills, because the electrical engineers are Dutch and the company accountants Indonesian; they could not decide who should get the receipts. Batavia had two mayors, one Dutch, one Indonesian; two flags, one Queen Wilhelmina’s and one Ir. Soekarno’s; two currencies, neither of which could buy much, and two possible destinies: it might become the chief city of the first great Moslem colony to free itself from European rule, or it might come to symbolize the first wave of Asiatic nationalism to break into chaos. Read More…
23 December, 2009
Categories: Internasional . Tags: Soekarno, Time . Author: vq . Comments: Leave a Comment